Aku Istrimu! Bukan Dia!

Aku Istrimu! Bukan Dia!
Keluarga Bahagia?


__ADS_3

Seorang wanita sedang berada di sebuah Taman, ia baru saja selesai lari pagi yang di temani oleh gadis kecil yang sangat cerewet.


Sudah minggu keempat Aleea berada di negara ini yang rutinitasnya tiap minggu akan lari di taman ini. Walaupun gadis kecil itu selalu mengeluh capek ketika sudah sampai rumah mereka tetapi setiap minggu ia selalu menemani onty nya.


Pernah gadis itu dilarang mamanya untuk ikut menemani onty nya untuk jalan pagi. Tapi apa yang di ucapkan gadis membuat mereka yang ada disana menggelengkan kepala mendengar jawaban gadis itu.


“Alice dirumah saja ya sayang, nanti Alice kecapekan lagi seperti kemarin,” Ucap Raisha yang menghentikan putrinya untuk ikut bersama Aleea hari ini.


“No Mommy! Alice harus ikut onty Al. Nanti kalo onty Al tersesat bagaimana. Jika Alice bersama onty Alice bisa beri petunjuk jalan pulang.” Ucap gadis itu yang sudah rapi menggunakan pakaian.


Yang benar saja menjadi petunjuk jalan pulang, yang ada jika Aleea mengikuti petunjuk gadis itu mereka tidak akan sampai-sampai ke rumah mereka. Padahal alasan utama gadis itu ingin ikut Aleea lari pagi karena ia bisa meminta onty nya untuk di belikan makanan yang ada di sekitar Taman tersebut. Raisha sangat over terhadap makanan yang di makan oleh anak-anak nya.


“Onty. Alice capek.” Ucap gadis itu sambil mendongakan wajahnya melihat Aleea yang berada di sampingnya. Ia tahu ini alasan gadis kecil itu karena menginginkan sesuatu.


“Alice mau beli apa? Tapi ingat ya jangan banyak-banyak. Kalau Alice sakit Mommy pasti sangat sedih.” Ucap Aleea sambil merendahkan posisinya agar sama tingginya dengan gadis itu kemudian ia memberikan uang kertas kepada anak itu.


Aleea sudah menceritakan kenapa putri kakakmu selalu semangat jika menemani alaeea tiap minggu ke taman, karena banyak jajanan di sekitar taman itu dan kakak nya memberikan izin tapi tidak berlebihan.


“Onty tau saja apa yang Alice inginkan,” Ucap gadis kecil itu kemudian ia memberikan kecupan di pipi aleea. Melihat itu Aleea hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah gadis itu.


“Alice! Jangan lari!” Ucap aleea melihat Alice yang sudah berlari ingin membeli apa yang ia inginkan.


Aleea membawa langkah kakinya menuju kursi yang berada di taman itu. Ia mengawasi Alice yang jaraknya tidak jauh dari tempatnya. Terlihat gadis itu sangat antusias membeli makanan.


Aleea mendongakan kepalanya keatas sambil memejamkan matanya menikmati udara pagi yang sangat menyejukkan.


Tak berapa lama aleea duduk di atas kursi tersebut dikagetkan dengan seorang pria tidak dikenalnya ikut duduk tepat di sampingnya.

__ADS_1


“Hai,” ucap pria tersebut yang sudah duduk di samping aleea.


Aleea yang masih mendongakan wajahnya. Ia mengerutkan dahinya dengan mata yang masih terpejam. Ia mendengar suara pria disamping kemudian membuka matanya dan melihat seorang pria disampingnya.


Pria dengan perawakan wajah yang cukup tampan dengan memiliki alis tebal dan sedikit bulu-bulu tumbuh di sekitar dagu dan rahangnya.


“Hai. Aku Vicky,” Ucap pria itu mengenalkan namanya sambil mengulurkan tangan ke arah Aleea.


“Tenang aku bukan penjahat,” lanjut pria itu saat melihat Aleea yang ragu untuk berkenalan dengannya.


Aleea mulai menganggakat tanganya untuk membalas jabatan tangan pria di depannya. Tapi belum sempat membalas jabatan tangan pria tersebut ia sudah di kagetkan dengan suara cempreng seorang gadis kecil yang berlari ke arahnya sambil membawa beberapa macam di jenis makanan di tangannya.


“Mommy!” Ucap gadis kecil itu sambil menampikan di wajahnya. Sedangkan Aleea melongo mendengar kata yang di ucapkan gadis kecil itu. ia sudah mengerti kenapa gadis itu memanggil nya Mommy. jawabannya satu ia tidak menyukai pria yang ada di sampingnya. Alice sering memanggilnya Mommy jika ada pria yang ingin mendekati aleea.


“Iya sayang.” Ucap Aleea kemudian mengangkat tubuh gadis itu ke pangkuannya.


“Dia putri kamu?” Tanya pria itu yang melihat interaksi wanita beda generasi di sampingnya yang di balas anggukan oleh Aleea.


“Dimana suami kamu? Aku perhatikan seminggu ini kamu selalu sendiri?” Ucapnya kembali.


Aleea binggung ingin menjawab seperti apa, tapi kata-kata Alice membuatnya semakin binggung.


“Daddy!” Panggil Alice sambil menggangkat ke dua tangannya saat melihat seorang pria yang ia kenal datang mendekat ke arah mereka.


“Daddy. Kenapa lama sekali menyusul kami?” Ucap Alice sambil mengerutkan bibir nya. Kemudian ia mengendong Alice ke pelukannya.


“Oh. Jadi ini suami kamu?” Ucap pria itu yang membuat sepasang manusia dewasa tersebut mendadadak diam.

__ADS_1


“Uncle. Jawab iya. Alice tidak suka dengan pria itu,” bisik Alice pada pria itu. Mendengar perkataan pria itu mengulurkan tanganya untuk berjabat tangan pria yang ada di depannya.


“Iya perkenalkan aku Samuel Richard Bernard. Yang sering di panggil Sams. Aku suami dari Aleea, wanita yang duduk di samping anda” Ucapnya Sams yang dibalas jabatan tangan oleh Vicky.


“Hmm. Kalau begitu aku pamit dulu ya. Maaf sudah mengganggu waktu kalian.” Ucap pria itu kemudian melangkahkan kakinya menjauh dari mereka.


“Mereka terlihat keluarga bahagia, tidak seharusnya aku menyukai istri orang,” gumam pria itu sambil terus melangkahkan kakinya.


“Alice. Kenapa iseng banget sih,” Tanya Aleea sambil mengapit pelan hidung Alice. Setelah melihat pria itu sudah jauh dari mereka.


“Abis Alice tidak suka dengan pria itu. Wajah pria itu sangat menyeramkan, dari tadi dia selalu melihat ke arah onty,” ucap Alice yang membuat Aleea menggelengkan kepalanya mendengar jawaban gadis itu.


“Kamu sudah lama sampai sini?” Tanya Aleea ke pada Sams yang sudah duduk di sampingnya. Sedangkan gadis kecil itu sudah berlari bersama temannya setelah menghabiskan makanannya.


“Belum. Aku baru saja sampai beberapa menit yang lalu, setelah aku sampai kak Raisha bilang kamu bersama Alice ke Taman jadi aku berinisiatif ke sini.” Jawab Sams.


Tak berapa lama mereka pulang dari Taman tersebut, setelah mendengar Alice yang sudah bosan bermain sendiri karena teman-temannya sudah pulang dahulu.


...****************...


BRAK!!


Sean memukul meja di ruang rapat karena seorang karyawan membuat kesalahan atas persentase yang sedang ia lakukan.


“Kamu ulangi laporan ini. Setelah dua jam kamu laporan itu sudah ada di meja kerja ku.” Ucap Sean kemudian ia meninggalkan ruangan rapat itu dan kembali ke ruangan kerjanya.


Setelah kepergian Aleea dari hidupnya. Sean semakin arogan dan membuat dirinya dingin tak tersentuh. semenjak itu juga ia tidak menemukan Aleea di mana pun berada.

__ADS_1


Ia juga pernah menyewa detektif termahal di selur dunia untuk mencari istrinya tapi tidak pernah menemukannya dan jejak tidak ada yang tertinggal sedikitpun.


“By. Kamu dimana? Tak ada petunjuk sedikitpun mengarah kemana engkau berada.” Gumamnya ambil melihat foto Aleea yang ada di atas meja kerjanya.


__ADS_2