Aku Istrimu! Bukan Dia!

Aku Istrimu! Bukan Dia!
Black Card


__ADS_3

Matahari pagi menyapa lewat ventilasi kamar Sean yang tampaknya sudah sibuk dengan berbagai aktivitas. Suara air jatuh dari shower di kamar mandi dalam dan bayangan seseorang yang tengah membereskan barang yang akan dibawa ke kampus seolah menjadi agenda pembuka di hari riuh lagi. yang akan padat dan penuh kegiatan Sejenak, Aleea menghentikan gerakan tangannya menatap ponsel milik Sean yang telah berbunyi sejak tadi.


Ia mendekat ke arah nakas melihat siapa yang menelepon suaminya sepagi ini.


+6287 Calling…


Tertera nomor ponsel tidak ada tersimpan.


Aleea mendekat dan mengambil ponsel itu. Tapi sebelum ia menerima panggilan itu terdengar suara pintu terbuka.


Ceklek!


Terlihat seseorang keluar dari kamar mandi yang berada di dalam ruangan itu. Sean keluar dengan hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggangnya. Terlihat dada bidang dan roti sobek yang terbentuk di perut miliknya. Air yang menetes dari rambut yang belum terlalu kenrinh membuat dirinya terlihat begitu seksi.


Gleg!


Tenggorokan Aleea terasa sangat kering, walaupun ia sudah melihat semuanya tapi tetap saja rasa malu itu muncul.


Blus!


Pipi Aleea terasa panas, Ia membalikan tubuhnya membelakangi Sean.


Sean hanya tersenyum melihat tingkah Aleea. Ia mendekati Aleea yang membelakanginya.


"Baby," bisikan Sean membuat Aleea sedikit berjengkit kaget.


"Sean, pakai dulu baju mu!" Sean memeluk tubuh Aleea dari belakang, memberikan kecupan basah di leher Aleea.


Aleea merasa merinding, kemudian ia melepaskan pelukan dari Sean yang tidak terlalu erat. Ia membalikan tubuhnya menghadap Sean yang lengan berurat Sean masih setia di pinggangnya.


“Iseng banget sih” Ucap Aleea sambil memberikan pukulan kecil di lengannya.


“Habisnya kamu lucu banget si By. Kamu sudah liat semuanya dan juga memegangnya, tapi kamu masih saja malu.” Ucap Sean dengan santai tanpa ada kata bersalah sedikit pun.


Aleea membolakan matanya mendengarkan ucapan Sean, kemudian ia mendorong tubuh Sean agar segera memakai pakaiannya.


“Kamu tidak mau memegangnya dulu By!” Ucap Sean sambil memberikan senyuman tipis dengan membuat wajah terlihat mengejek. Sambil menaik turunkan alisnya membuat Aleea semakin jengkel.

__ADS_1


“Sean!!” Ucap Aleea.


“Hahaha.” Sean hanya tertawa melihat wajah kesel istrinya. Kemudian ia memberikan kecupan di pipi istrinya dan melangkah kan kakinya ke arah walk in closet yang berada didalam ruangan itu.


“By! hari ini aku tidak bisa menjemputmu ada berkas yang harus aku selesaikan hari ini, sepertinya aku akan lembur hari ini.” Ucap Sean yang sedang menyetir untuk mengantar Aleea.


Hari ini Sean menyetir sendiri mengantar istrinya sebelum pergi ke perusahaan miliknya. Justin sedang mengerjakan pekerjaan yang harus selesai hari ini.


“Iya! Tidak apa-apa. Aku nanti sekalian izin mau pergi ke toko buku untuk mencari beberapa referensi untuk tugasku.” Ucap Aleea yang sambil melihat kearah Sean yang di sampingnya.


“By. Jika ada yang kamu inginkan beli saja. Ku lihat kamu tidak pernah menggunakan black card yang ku berikan.” Ucap Sean.


“Aku masih ada simpanan Sean,”


“Itu kan simpanan kamu Baby, jadi itu uang mu. Kamu sudah menjadi isteri ku Baby. Sudah tanggung jawabku untuk membahagiakan kamu. Jadi uang milik ku sudah pasti juga milik mu.”


“Memang sih setiap kebutuhan rumah pakai uang ku, tapi aku ingin melihatmu menghabiskan uang ku.”


“Iya! Nanti akan aku habiskan uangmu.”


“Oke Baby akan aku tunggu kamu menghabiskan uang ku.”


Aleea melepaskan seat bell dan kemudian ia menyalami Sean yang di balas dengan memberikan kecupan di dahi Aleea oleh Sean.


Selama mereka memutuskan untuk memulai hubungan. Sejak saat itu juga mereka melakukan seperti pasangan suami istri lainnya.


“Kamu jangan terlalu fokus pekerjaan. Ingat waktu makan siang.” Ucap Aleea, karena ia tau jika Sean tipikal seseorang yang jika fokus ke pekerjaan maka hal yang lain akan di lupakan.


“Ia Baby. Kamu bisa tanya Justin jika aku lupa.” Justin tidak bisa berbohong dengan kamu.


“Ya sudah aku turun. Kamu hati-hati bawa mobilnya.” Ucap Aleea yang mulai membuka pintu mobil, tapi pintu itu terkunci secara otomatis dan dirinya terkejut tiba-tiba sean mencium nya.


Cup!


“Vitamin aku pagi ini belum dapat,” Ucap sean setelah memberikan kecupan di bibir Aleea.


Sean mendekatkan wajahnya ke arah Aleea yang masih terdiam menerima kecupan dibibirnya.

__ADS_1


Aleea melenguh. Bibirnya lalu terbuka, memberikan akses masuk untuk lidah Sean agar semakin dalam mengakses rongga mulutnya. Lidah mereka pun saling bertemu. Menyapa satu sama lain, hingga berakhir dengan saling lilit dan bertukar saliva hingga terdengar suara kecipak basah. Tangan Aleea lantas naik. Ke arah surai hitam kecoklatan milik Sean lalu merematnya. Menyalurkan rasa enak yang ia terima dari permainan lidah mereka. Sean menyesap mulut Aleea dengan gerakan hati-hati, sekali-kali, ia gigit dengan lembut lalu dihisap pelan.


“Manis seperti biasanya,” ucap Sean setelah melepaskan tautan bibir mereka. Ia mengusap bibir Aleea yang basah dengan jarinya karena ulahnya. Aleea hanya diam menerima perlakuan Sean.


Sean rapikan wajah istrinya yang sedikit berantakan karena ulahnya, setelah rapi ia membuka pintu mobilnya dan membiarkan Aleea keluar dari mobil miliknya.


Terik matahari siang itu menyoroti wajah Aleea yang sedikit berkilau karena peluh. rambut-rambut halus menempel di dahinya yang sedikit basah oleh keringat. Sedangkan wajahnya sedikit memerah karena terkena sinar matahari lengkap dengan mata yang menyipit akibat menghindari sinar matahari yang menyelonong masuk.


Aleea yang sudah selesai jam kelas ia bergegas ke tempat temannya berkumpul. Mereka berpisah karena Aleea pergi ketoilet dahulu.


Bruk!


"Sorry!"


Aleea mengerjap sesaat setelah tubuhnya limbung dan duduk terjatuh di lantai dekat pintu masuk ruang serbaguna. Sosok perempuan yang menabraknya pun hanya dengan kedua tangan dilipat dan melihat ke arah Aleea dengan tapapan tidak suka. Tidak membantunya berdiri, bahkan tidak mengucapkan maaf selain kata “sorry sengaja”.


Aleea memandangi wanita yang berada di depannya bersama dengan dua orang teman dekat wanita itu di belakangnya.


Aleea tidak tahu apa yang membuat wanita ini tidak suka dengannya. Karna sejak Aleea kuliah disitu wanita depannya selalu saja mengganggu Aleea.


Ia menahan nafas sejenak, lalu membuangnya pelan. Calm down, Alee... Ucapnya dalam hati.


“Hei.” Adalah satu kata sapaan yang membuat kelopak matanya perlahan terbuka. Aleea melihat sosok yang berada di depannya dengan mengulurkan tangannya agar di sambut oleh Aleea.


“Xander?” Ucap Aleea yang sedang mengulurkan tangannya untuk membantu Aleea untuk berdiri.


“Kalian kenapa sih! Bukannya membatu malah melihati saja.” Ucap Xander dengan nada sedikit kesal.


“Sudah Xander. Aku yang salah karena berjalan tidak hati-hati.” Ucap Aleea untuk menenangkan Xander yang mulai emosi melihat wanita yang berada didepan nya.


“Kamu lihat sendirikan. Kalau dia itu yang salah,” Ucap wanita yang didepan Aleea sambil menunjuk ke arahnya.


“Jangan kamu pikir aku tidak tau ya. Aku melihat kamu dari sana. Kamu dengan sengaja menambraknya.” Ucap Xander membuat wanita yang berada di depan mereka terdiam.


“Ckkk. Ayo guys kita jalan.” Ucap wanita kemudian ia berjalan yang di susul oleh kedua temannya yang di belakangnya.


“Kamu tidak apa-apakan,” Ucap Xander yang sedikit khawatir. Aleea hanya memberikan anggukan kepala sebagai jawaban jika ia baik saha.

__ADS_1


Xander tau sejak Aleea masuk ke kampus ini teman satu angkatannya tidak pernah menyukai Aleea. Ntah apa yang menyebabkan wanita itu tidak pernah menyukai Aleea.


Aleea dan Xander bersama-sama berjalan ke kantin. Melangkahkan kaki mereka ke arah kantin dimana teman-teman mereka berada.


__ADS_2