
Aleea melangkahkan kakinya kearah kantin di mana temannya berada.
“Aleea!” Ucap Ziva dengan suara yang sedikit kuat ketika ia melihat Aleea masuk ke dalam kantin bersama dengan seorang pria yang mereka kenal.
Aleea yang mendengar namanya di panggil menghentikan langkahnya mencari sosok yang memanggil namanya.
“Itu mereka,” Ucap Aleea yang melihat Ziva memangil namanya sambil mengangkat tangannya.
Aleea melangkahkan kakinya mendekat ke arah meja yang berisikan ke tiga temannya.
“Kalian sudah lama disini?” Ucap Aleea sambil mendudukan tubuhnya dia atas kursi yang kosong.
“Tidak lama sekitar sepuluh menit kami sudah disini.” Ucap Shea yang berada di depan Aleea.
“Kamu kenapa lama sekali kesini Aleea? Ku pikir kamu tidak berada jauh di belakang kami.” Ucap Selena yang baru saja datang, sebelumnya ia memesan pesanan mereka.
“Terus kenapa kamu bisa dengannya dan lihat wajahnya kenapa seperti itu?” Lanjut Selena sambi menunjuk Xander yang berada si depannya.
“Biasalah Bella dan teman-temannya,” Ucap Aleea.
“Ketika aku keluar dari toilet dan melewati bangunan serbaguna agar lebih cepat sampai kantin, tapi Bella dengan sengaja menabrak tubuhku hingga aku terjatuh.”
“Tapi Bella tidak merasa bersalah sama sekali sehingga membuat dia kesal.” Lanjut Aleea sambil menunjuk Xander yang terlihat sangat kesal dari wajahnya.
“Isssh wanit itu lagi, membuat aku semakin gemas. Gemas untuk mencakar wajahnya.” Ucap Ziva.
“Kamu kok gak bilang sih? Kan bisa kita datangi tuh wanita. Aku tuh heran dengannya dari awal tidak suka dengan Aleea.” Ucap Shea.
“Yasudah. Nanti kalau dia capek kan berhenti sendiri.” Ucap Aleea dengan lembut.
“Aleea! Aku ke sana dulu ya.” Ucap Xander menunjuk ke arah teman-temannya sudah memasuki kantin. Aleea hanya menganggukan kepalanya sebagai jawaban. Sebelumnya ia telah mengucapkan terima kasih karena telah menolongnya.
Aleea dan teman-temannya menghabiskan makan siang mereka di kantin kampus tempat mereka belajar. Selanjutnya mereka akan pergi ke toko buku untuk mencari beberapa reverensi untuk tugas mereka.
Mereka pergi ke sebuah Mall ternama untuk yang terdapat di dalamnya sebuah toko buku yang lengkap. Mereka melangkahkan kakinya menuju lantai dimana menjual perlengkapan kuliah dan berbagai macam buku pelajaran.
Sekitar hampir satu jam mereka mencari buku untuk reverensi tugas mereka dan menemukan beberapa macam buku yang mereka cari. kemudian mereka ke kasir untuk membayar.
Setelah selesai membayar mereka masuk ke beberapa salah satu toko ternama. Mencari beberapa barang yang mereka suka dan butuhkan.
Beberapa menit berlalu belanja kebutuhan mereka, mereka keluar dari toko tersebut untuk pulang ke rumah masing-masing. Tapi baru beberapa Aleea menghentikan langkahnya.
__ADS_1
“Apakah itu Sean?
“Sedang apa dia disini?”
“Wanita yang bersamanya itu siapa?”
“Oh. Mungkin aku salah lihat.”
“Sean bilang kan dia lagi banyak kerjaaan jadi tidak mungkin berada disini.”
Batin Aleea. Ketika Ia mendapati sosok pria yang mirip dengan suaminya bersama dengan seorang wanita keluar dalam sebuah restoran.
“Aleea kenapa berhenti? Apa ada yang ingin kamu beli?” Ucap Selena yang melihat Aleea tiba-tiba berhenti.
“H-haa tidak ada. Ayo kita pulang.” Ucap Aleea yang mulai melanjutkan langkah kakinya.
“Aku pergi dulu ya. Aku sudah di jemput.” Ucap Aleea kepada teman-temannya ketika ia melihat supirnya sudah menjemput.
Aleea memasuki mobil miliknya, dan ia berencana pergi ke rumah orang tuanya. Sebelumnya ia telah meminta izin kepada suaminya untuk pergi kerumah orang tuanya.
Sedangkan di tempat yang sama seorang wanita yang baru saja memasuki sebuah Mall yang terkenal di kota tersebut.
Ia melangkahkan kakinya masuk kedalam sebuah restoran bertemu dengan seorang pria yang sudah lama ia kagumi.
“Ckkk! Kamu kenapa selalu saja begitu.” Ucap Pria itu yang melihat wanita yang ia tunggu sudah berada di depannya.
“Aku sudah menikah. Jangan kebiasaan mencium ku itu kamu lakukan lagi.” Ucap pria itu tidak terima.
“Kakak! Kenapa kakak seperti ini? Apa kakak ipar seorang wanita pecemburu?” Ucap wanita itu dengan nada yang di buat manja.
“Bukan begitu. Aku tidak mau ada kesalahpahaman saja. Aku hanya saja membuat dirinya nyaman.” Ucap Pria itu.
“Iya! Akan aku lakukan jika aku ingat ya,” ucap wanita itu yang mengerti akan sesuatu.
“Kamu mau pesan apa?” Ucap Sean saat pelayan memberikan daftar menu di restoran tersebut.
Ya pria yang di lihat Sean di sebuah restoran adalah Sean yang sedang bertemu dengan seorang wanita yang sering di panggil Carissa.
“Aku sudah lama menunggu kakak putus dengan kekasihnya. Tapi ketika dia sudah putus sekarang dia malah sudah menikah dengan wanita lain.”
“Seandainya saja mama mau berbicara dengan tante Regina pasti aku yang akan menjadi istri kak Sean.”
__ADS_1
Batin wanita itu sambil terus menatap pria yang selalu dia kagumi.
Aleea telah memasuki perkarangan rumah kedua orang tuanya.
Suara derap kaki pun terdengar. Aroma kue yang sedang dipanggang pun datang menghampiri indra penciuman milik Aleea. Ia sudah menebak, jika Mamanya sedang memasang cookies atau semacamnya.
"Eh astaga. Kenapa nggak bilang-bilang kalau mau kesini??" Aleea mengangkat kepalanya dengan menampilkan senyuman di wajahnya.
Ia menatap wanita berumur lima puluh tahunan sedang tersenyum di hadapannya. Dengan cepat, ia mengangkat kedua sudut ke atas. Membawa tangan Mama nya, lalu mencium punggung tangan wanita yang sedang tersenyum memancarkan aura tulus. Sangat ketara sekali jika Mamanya sangat merindukannya.
“Alee. Kangen mah,” Ucap Aleea yang telah masuk kedalam pelukan mamanya, ia hirup dalam-dalam aroma yang memabukan.
Aleea yang merasa mendapat balasan pelukan di tubuhnya ia semakin memeluk erat tubuh mamanya.
“Kamu datang sendiri nak?” Tanya Anna sambil membelai surai indah milik sang putri tercintanya.
“Iya mah. Sean ada kerjaan di kantor jadi tidak bisa mengantar Aleea kesini.” Jawab Aleea yang masih berada si dalam pelukan mamanya. Anna hanya membalas dengan anggukan kepala seolah ia mengerti atas perkataan mamanya.
“Kamu istirahat dulu di kamar, setelah ini mama akan menyusul kamu,” ucap Anna untuk meneruskan meneruskan membuat cookies yang sudah hampir matang.
Aleea melangkahkan kakinya menuju kamarnya dulu yang ia gunakan sebelum menikah dengan Sean.
Ceklek!
Aleea membuka pintu kamarnya. Aroma vanilla masuk ke indra penciumannya. Warna pink yang mendominasi ruangan itu. Walaupun ia tidak menempati kamar itu tapi ruangan itu masih tertata dengan rapi seolah ia tau jika mamanya akan menyuruh pelayan untuk membersihkan kamarnya tiap hari.
Aleea berjalan mendekat ke arah kasur.
Menidurkan tubuh di atas kasur tersebut.
Aleea ingat kembali ketika seseorang yang mirip dengan Sean bersama seorang wanita cantik.
“Apakah pria tadi Sean?”
“Wanita cantik itu siapa?”
“Tapi Wanita itu bukan Syeila..”
“Apakah Sean kembali membohongiku..”
“Apakah Sean akan mengkhianatiku kembali..”
__ADS_1
Batin Aleea, banyak pertanyaan-pertanyaan di dalam kepalanya seolah ingin meminta jawaban.
Aleea memejamkan matanya kesadarannya mulai hilang. Ia tertidur dengan banyak pertanyaan di dalam benaknya.