Aku Istrimu! Bukan Dia!

Aku Istrimu! Bukan Dia!
Ayo Berpisah


__ADS_3

Aleea meninggalkan Sean yang sudah berada di dalam kamarnya. Sean duduk di pinggir kasur. Ia memandangi tiap sudut ruangan.


Ting!


Suara notifikasi dari ponsel Aleea terdengar.


Sean melihat sekilas dilayar ponsel milik istrinya. Terlihat nama pengirim pesan tersebut membuat Sean marah.


Xander : Aleea kamu hari ini baik-baik saja kan? Aku dengar dari sahabat kamu tidak hadir hari ini. Kamu tidak ada masalah dengan kak Sean kan?


kalau kamu sudah menerima pesan ini. Tolong di jawab ya.


Xander : kamu dimana Aleea, aku jemput ya.


Sean mengambil ponsel aleea yang terletak di nakas. Ketika ia ingin membalas pesan itu Aleea kembali memasuki kamarnya.


“Ini kamu minum dulu teh jahe agar tubuh kamu sedikit hangat,” ucap Aleea sambil memberikan segelas minuman yang ia buat tadi. Sean mengambil dan meminum nya kemudian ia berkata dengan lembut “By.. bisa kita bicara sebentar?”


“Besok saja setelah kita di rumah, aku tidak ingin ada keributan di sini.” Ucap Aleea sambil membawa gelas yang setelah di minum oleh Sean kemudian ia melangkah kan kaki nya keluar dari kamar itu.


“Kamu tidur saja disini. Aku ingin menemani anak-anak yang lain malam ini.” Lanjut Aleea melangkahkan kakinya keluar dari ruangan tersebut tanpa menunggu jawaban dari Sean.


Sean masih setia menatap punggung istrinya sampai punggung tersebut menghilang.


Sampainya Aleea di dapur ia mencuci gelas itu dan menyusun di rak piring.


Hiks. Hiks. Hiks.


Tangisan Aleea keluar membasahi pipinya. Aleea berjongkok dengan tangan yang seperti memeluk tubuhnya dan wajah yang ia sembunyikan di lipatan paha.


Hiks. Hiks. Hiks


“Sakit.” Ucap Aleea pelan sambil memukul pelan dada nya. Rasanya sangat menyesakan.


Beberapa menit kemudian Aleea telah selesai menangis dan sedikit tenang. Ia mulai melangkahkan kakinya berjalan menuju kamar zeline untuk tidur di tempatnya.


“Ku harap ini jalan yang terbaik untuk kita.” Batin Aleea sambil menuju kamar yang akan ia tiduri malam ini.


Pagi telah tiba, matahari mulai menampakan sinar nya. Aleea sedang memberikan makanan kepada anak-anak untuk sarapan.


“Adik-adik ayo cepat makannya, nanti terlambat pergi ke sekolahnya.” Ucap Aleea.

__ADS_1


“Kakak Alee! Zeline tidak suka makan wortel” Ucap zeline dengan mata berkaca-kaca.


Aleea mendekat ke arah meja yang di duduki oleh zeline. Aleea mengelus surai zelin ia berkata dengan lembut “Zeline, wortel bagus untuk kesehatan mata. Zeline coba makan pelan-pelan ya sayang.” Ucap Aleea yang di beri anggukan oleh zeline.


Mereka menyantap masakan itu dengan tenang. Walaupun ada sesekali salah satu dari mereka mengeluarkan suara.


“Nak. Suami kamu dimana?” Tanya bu Rossa yang tidak melihat Sean berada di sana.


“Sebentar lagi pasti kesini dia bu.” Ucap Aleea.


“Coba kamu liat dulu nak. Nanti kamu telat ke kampus.” Lanjut nya kembali.


Aleea membawa langkah nya menuju ruangan yang Sean tempati semalam. Ia membuka pintu kamar tersebut menampakan Sean yang sudah rapi dengan pakaian nya. Ntah sejak kapan Sean membawa pakaian ia kesini.


“Kamu makan dulu, bu Rossa sudah menunggu untuk sarapan bersama.” Ucap Aleea yang masih berada di antara pintu masuk dan keluar.


Ting!


Ponsel Aleea bunyi yang berada di atas nakas. Ia mendekati nakas dan mengambil ponselnya. tak lama kemudia ponselnya berbunyi kembali menandakan ada yang menelepon nya.


Selena Calling..


Alee menerima panggilan video dari Selena.


Banyak pertanyaan yang keluar dari bibir Selana.


Aleea : aku baik-baik saja. Maaf membuat kalian khawatir.


Selena : kamu ada masalah dengan suami kamu? Semalam ia mencari kamu sampai ke dalam kampus untuk menemui kami. Kamu sudah bertemu dengannya kan?


Aleea : aku sudah bertemu dengan nya dan dia sekarang bersama dengan ku.


Selana : baiklah kalau begitu. Hari ini kamu kuliah kan? Atau mau titip absen lagi?


Aleea : hari ini aku kuliah. Nanti kita jumpa di kampus.


Selena : oiya Aleea, semalam Xander mencari kamu seharian. Kamu ada hubungan apa dengan Xander. Kenapa ia cemas sekali melihat kamu tidak masuk semalam.


Aleea : sampaikan kepada nya jika aku baik- baik saja. Aku tutup dulu ya.


Setelah panggilan video telah mati. Aleea kembali berjalan keluar dari kamar itu dengan membawa ponselnya yang semalaman ia letakan di kamar Sean tempati.

__ADS_1


“Kakak Aleea, zeline pergi ke sekolah dulu ya. Biar zeline jadi anak yang pintar. Biar besar nanti jadi dokter.” Ucap zeline dengan mata yang berbinar.


Aleea tersenyum melihat zeline sambil mengelus surai indah milik anak kecil nan imut yang berada di depannya.


“Iya sayang. Zeline rajin sekolah ya. Biar makin pintar, biar bisa jadi dokter.” Ucap Aleea.


“Kakak hari ini pulang kerumah ya. Zeline jangan nangis kalau tidak ada kakak disini. Zeline sama kakak-kakak yang lain kalau kangen Kaka datang kerumah Kaka yang baru ya minta antar bu Rossa,” Lanjutnya yang di beri anggukan oleh zeline.


Setelah melihat anak panti telah pergi ke sekolah Aleea dan Sean pamit untuk pulang kerumah mereka.


Selama perjalanan ke rumah mereka tidak ada satu kata pun keluar dari bibir mereka. Aleea memandang keluar jendela melihat orang-orang yang mulai melakukan aktivitas nya dan sesekali ia membalas pesan grup dari sahabatnya. sedangkan Sean dia hanya fokus mengendarai mobilnya.


Beberapa menit kemudian mereka telah sampai di tempat tinggal mereka. Sean berjalan terlebih dahulu setelah mengucapkan sebuah kata yang membuat aleea menghentikan langkahnya.


“Aku ingin kamu menghapus apapun yang ada di pikiran mu itu, karena aku sampai kapanpun tidak akan pernah melakukannya.” Ucap Sean.


Aleea melihat Sean yang berjalan di depannya. Ia menatap punggung itu dengan penuh tanda tanya, maksud perkataan yang di ucapkan oleh Sean.


“Apa ia mengetahui apa yang ingin aku katakan kepadanya?” Gumam aleea, kemudian ia ikut melangkahkan kakinya menuju kamar mereka.


Ceklek!!


Aleea melangkahkan kakinya masuk kedalam ruangan itu. Ia mendengar suara air jatuh dan terlihat bayangan seseorang yang sedang mandi di bawah shower.


Aleea menuju ke meja yang berisi beberapa buku yang akan ia bawa ke kampus. setelah itu ia masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Setelah Sean keluar dari dalam kamar mandi terlebih dahulu.


Setelah tiga puluh menit berlalu Aleea keluar dari kamar mandi dengan mengunakan pakaian yang sudah rapi. Ia melihat Sean hanya menggunakan pakaian santai.


“Apa dia tidak pergi ke kantor.” Gumam Aleea. Ia hanya melihat Sean sekilas kemudian ia melangkahkan kaki nya ke meja hias.


Aleea mulai memberikan bedak tabur di wajahnya, sedikit memakai maskara dan memberikan lipstik berwarna pink di bibirnya. Aleea melihat Sean dari kaca hias yang sedari tadi terus menatapnya. Aleea melihat penampilannya di depan kaca, ia merasa cukup puas dengan penampilannya.


“Ini waktu yang cocok untuk membicarakannya.” Gumam Aleea yang kemudian ia mendekati Sean yang berada di atas sofa ruangan tersebut.


“Sean… Ayo berpisah,” Ucap Aleea dengan pelan. yang sudah berada di dekat sean.


Deg!


Sean menatap Aleea dengan pandangan yang sulit di artikan. Bukan ini yang ia mau. Ia tidak menyangka Aleea mengatakan hal yang sangat ia benci. Ia menggengam erat kedua tangan nya sampai buku-buku jarinya terlihat dan urat di leher nya terlihat sangat jelas yang menandakan diri nya sedang menahan amarah.


“Sampai kapanpun kita tidak akan berpisah,”

__ADS_1


“Lebih baik aku mati dari pada aku harus menceraikan kamu,”


Ucap Sean dengan nada lemah di suara baritonnya. Kemudian sean melangkahkan kaki nya keluar dari ruangan itu dan meninggalkan aleea sendiri di ruangan tersebut.


__ADS_2