Aku Istrimu! Bukan Dia!

Aku Istrimu! Bukan Dia!
Kabur


__ADS_3

Matahari pagi menyapa lewat ventilasi kamar yang Aleea tempati sejak semalam. Aleea menggeliat, tubuh yang semula tidur telentang kini beralih menjadi memeluk guling sambil menghadap ke arah kanan. Suhu ruangan di kamar tersebut sangat dingin, ia mengambil selimut yang sempat turun untuk menutupi tubuhnya kembali sampai ke leher.


Beberapa menit kemudian Aleea terbangun dari tidurnya.


Enghhh!!!


Aleea membuka dengan matanya dengan perlahan untuk menyesuaikan dengan cahaya yang masuk ke dalam indra penglihatannya.


Samar-samar Aleea mendengar ketukan dari luar.


Tok! Tok! Tok!


Suara pintu kamar Aleea diketuk dari luar.


“Aleea.” Panggil Sean dari luar.


“Aleea.” Panggil Sean kembali, tapi tidak ada jawaban dari luar.


Mendengar pintunya diketuk aleea kembali memejamkan matanya.


CEKLEK!


Di dalam kamar tidur yang ia inapkan saat ini, Aleea bisa melihat kenop pintu yang berputar. Suara pintu yang berdecit pelan, sebelum pintu tersebut terbuka perlahan. Terlihat seorang pria dengan manik mata penuh keingintahuan, mengintip dari luar ruangan untuk melihat keadaan dalam.


Perlahan Sean membiarkan dirinya melangkah masuk, tetapi Aleea memilih pura-pura untuk tertidur. Sean melihat aleea yang masih tertidur berjalan mendekati kasur tersebut.


Sean berjalan mendekati kasur aleea, ia lihat Aleea yang masih tertidur dengan nyenyak nya.


“By..” Panggil Sean dengan lembut sambil mengelus dengan lembut pipi Aleea.


Aleea masih dengan posisi yang sama yaitu pura-pura tertidur. Ia lebih memilih untuk pura -pura tidur dibandingkan untuk melihat Sean saat ini. Ia masih belum bisa untuk berbicara dengan Sean.


Beberapa lama Sean duduk di samping Aleea tetapi Aleea tidak ada pergerakan sama sekali walaupun hanya sekedar membalikan tubuhnya.

__ADS_1


“Sepertinya kamu lelah sekali By,” ucap Sean yang terus memandangi wajah Aleea.


“Istirahat yang tenang By, aku pergi dulu ada yang harus aku kerjakan,” Ucap Sean kembali.


Cup!


Sean memberikan kecupan di pipi Aleea. kemudian ia membawa langkah kakinya masuk keluar dari kamar tersebut.


Blam!


Suara pintu kamar Aleea tertutup dengan rapat. Aleea mulai membuka matanya setelah sean keluar dari ruangan itu. Ia berpikir bagaimana cara untuk keluar dari ruangan tersebut.


Ia mengambil ponselnya untuk menghubungi teman-temannya melalui chat di grup mereka setelah ia memesan kamar yang ada di villa yabg jaraknya lumayan jauh dari villa yang Aleea tempati saat ini.


Aleea : Kalian sudah berada dimana sekarang? Aku sudah memesan kamar di villa yang lain, jaraknya cukup jauh dari sini. Bisakah kalian membawa barang-barangku keluar dari villa ini.


Setelah Aleea mengirim pesan kepada teman-temannya, ia melangkah kan kakinya masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Beberapa menit kemudian Aleea telah selesai membersihkan tubuhnya, ia keluar dari kamar mandi dengan menggunakan pakaian yang sama dengan yang semalam ia pakai.


Selena : Alee. kami sudah selesai mengemasi barang-barang kita. Kita akan ke villa itu sekarang.


Shea : Aleea kamu dimana? Kamu baik-baik saja kan?


Ziva : Aleea kamu dimana? Alee? Aleea??


Shea : aleea jika kita check out sekarang, sean pasti akan curiga. Menurutku kamu dulu yang keluar dari villa ini lalu kita secara diam-diam keluar dari villa ini agar Sean tidak curiga dan menemukan kamu berada dimana.


Ziva : iya. Aku setuju dengan yang dibilang Shea.


Selana : iya. Aku juga setuju. Jadi aleea saja yang pergi dari villa ini. Kita keluar dari sini dengan pelan-pelan, jangan gegabah.


Aleea membaca pesan temannya satu persatu. Ia pun setuju apa yang di katakan oleh temannya.

__ADS_1


“Bener juga apa yang di katakan oleh, aku tidak boleh gegabah. Sean pasti meletakan anak buahnya di sekitar sini,” gumam aleea.


Aleea melihat jam di ponselnya sudah menunjukan pukul sembilan pagi. Ia yakin Sean telah pergi untuk mengurus masalahnya.


Ia mulai bersiap untuk pergi ke kamarnya yang lama untuk mengganti pakaiannya sebelum keluar dari villa tersebut.


Ceklek!!


Aleea membuka pintu kamarnya. Ia membawa tubuhnya untuk melihat ke luar ruangan itu. Terlihat dua orang pria dengan penampilan badan tegap dan tinggi menghampirinya.


“Nona. Pesan tuan Sean, nona tidak bisa keluar dari ruangan ini.” Ucap pria tersebut yang menghentikan langkah Aleea. tepat berdiri di depan aleea.


“Saya ingin kembali ke kamar saya yang berada di lantai sepuluh,” Ucap Aleea yang tidak terima dengan apa yang dibuat oleh Sean.


“Sebentar saja, setelah itu saya akan kesini lagi,” ucap Aleaa kembali.


Kedua pria itu saling memandang dengan temannya yang lain. Ia melangkahkan kakinya untuk mengikuti Aleea yang sudah berjalan di depan mereka.


“Baiklah. Kami akan mengantar nona.” Ucap anak buah Sean itu.


Sepanjang perjalanan Aleea menuju kamarnya ia berpikir bagaimana cara untuk kabur dari anak buah Sean.


Ting!!


Pintu lift terbuka, Aleea keluar dari ruangan itu, Aleea melihat kedua teman nya berjalan mendekat ke arah Aleea dengan senyuman di wajah mereka.


BRUK!!!


Kedua anak buah Sean terjatuh karena kedua teman Aleea menubruknya.


“Aww,” rintih Selena yang merasakan sakit di lengannya.


“Nona, apakah nona baik-baik saja? Tanya anak buat Sean kepada Selena yang masih merintih kesakitan.

__ADS_1


Aleea yang melihat itu ia tersenyum penuh kemenangan di wajah nya. ia membuat bisa melarikan dirinya dari anak buah Sean, dengan perlahan Aleea membawa tubuhnya keluar dari villa tersebut.


__ADS_2