
Aleea sedang mengerjai tugasnya di meja belajar yang tersedia di ruangan itu. Kacamata masih bertengger di wajah untuk menghindari radiasi, ia dengan fokus mengerjakan tugas yang akan di kumpul besok.
Sedangkan Sean masih setia duduk di atas tempat tidur dengan pandangan nya terus menatap Aleea yang jaraknya tidak jauh dari nya.
Flashback
Sean melangkahkan kakinya mengikuti Aleea yang berada di depannya. Ia menghentikan langkahnya setelah melihat Aleea memasuki kamar mereka.
Sean melihat Oma nya masuk ke ruang keluarga. Ia kembali menuruni tangga dan membawa langkah kaki nya ke arah ruang keluarga yang dimana oma nya masuki tadi.
“Cucu ku, kamu disini juga? Kemarilah sayang.” Ucap oma saat melihat Sean memasuki ruangan itu sambil meregangkan ke dua tangan nya.
Sean yang mengerti mendekatkan dirinya ke arah oma nya berada. Kemudian ia memeluk oma nya.
Sean duduk di depan oma nya. Ia melihat Oma nya dengan tatapan yang sulit di artikan.
“Oma. Bisa Sean minta sama oma agar tidak secara terang-terangan membenci Aleea.” Ucap Sean sebagai pembukaan.
“Oh. Jadi kamu kesini hanya untuk mengatakan itu.” Ucap Oma dengan nada tidak suka.
“Bicara apa saja wanita murahan itu sama kamu?” Lanjutnya lagi.
Sean mendengarkan kata terakhir yang si ucapkan omanya. Ia menggengam erat kedua tangan nya dan urat di leher terlihat jelas menandakan ia sangat marah.
“Wanita murahan?” Ucap Sean dengan datar.
“Maksud oma mengatakan istri Sean Wanita murahan dengan dasar apa?”Lanjutnya kembali.
Oma melihat ke arah ponsel miliknya. Kemudian ia mencari foto yang ia maksud dan menunjukan kepada Sean.
“Ini. Kamu bisa melihat nya sendiri.” Ucap oma kemudian ia meletakan ponselnya di atas meja.
Sean mengambil ponsel itu kemudian ia melihat foto yang di tunjukan oleh oma dengan menggunakan ponsel oma nya. Ia tidak kaget oma nya menerima foto yang sama yang di kirim oleh orang yang sama juga.
“Apakah Oma yakin foto itu benar-benar terjadi?” Ucap Sean kepada oma nya.
“Di balik foto itu ada kejadian yang sebenarnya.”
“Oma pasti kaget melihat siapa seseorang yang merencanakan di balik foto tersebut.” Ucap Sean memandang wajah oma nya sekilas, kemudian ia melihat wanita yang di samping oma.
Wanita itu terlihat sangat gelisah di tempat yang ia duduki. Wajahnya terlihat pucat karena kaget perbuatan nya ketahuan dengan cepat.
“Aku tahu Itu foto asli,” Ucap Oma dengan sangat percaya.
“Dan aku percaya cucu ku anak baik-baik dan aku yakin jika istrimu lah yang mencoba untuk merayu Xander juga,”
__ADS_1
“Kamu tinggalkan saja wanita itu, kamu pasti bisa mendapatkan wanita yang lebih baik dari dia,”
“Kalau tidak kamu kembali saka dengan mantan pacar mu yang seorang model itu. Dia lebih baik dari wanita itu.”
“Aleea Oma namanya. Bukan wanita itu.” Koreksi Sean ketika memanggil istrinya dengan sebutan wanita itu.
“Aku tidak peduli siapa namanya,” Ucap Oma Sean.
“Oma ingin aku kembali dengan Syeila kan?” Tanya Sean.
“Syeila sedang hamil Oma, tidak mungkin kami kembali,” Lanjutnya.
“Bagus kalau begitu, aku akan mendapatkan cicit,”
“Kamu pria seperti apa pacar kamu hamil malah kamu tinggal kan,”
“Tapi anak itu bukan milik sean Oma,” Ucap sean.
“Sean sama sekali tidak pernah menyentuh Syeila seperti yang oma ucapkan. Harus menjaga wanita tidak boleh merusak nya.”
“Sean selalu mendengar apa yang oma katakan,”
“Tapi kenapa Oma selalu membenci Aleea yang notaben nya istri sah Sean?”
“Oma baru beberapa hari mengenal Aleea tapi Oma sudah bisa menilai buruk Aleea. Ucapnya sambil terus memandang oma nya yang berada di depan nya.
“Aleea dan Syeila orang yang berbeda oma. Jangan pernah membanding-bandingkan Aleea dengan nya.”
“Sean mohon oma tolong hargai perasaan istri Sean oma,”
“Aleea wanita baik-baik Oma. Sean yang bisa melihat dan merasakan ketulusan istri sean oma.” Ucap nya dengan nada lemah sambil menunjuk dirinya sendiri.
Sean berdiam diri sebentar kemudia ia kembali berucap dan memberikan ponselnya yang menampilkan video yang baru ia dapat beberapa jam dari asisten nya “Oma ingin tau sebenarnya dari foto tersebut kan?”
Oma melihat sebenarnya yang terjadi dari foto yang ia dapat. Ia melihat kejadian yang sebenarnya. Video dimana Aleea yang berjalan di depan nya dan Xander yang terus memperhatikan Aleea yang berada didepannya.
“Oh. Satu lagi Oma bukan Aleea yang merayu Xander, tapi Xander yang terus mendekati Aleea beberapa waktu lalu sampai sekarang.” Ucap Sean yang mencari video tentang Xander yang mengejar Aleea.
“Oh. Jadi wanita yang selama ini Xander ceritakan itu istri kamu?” Tanya Oma. Sedangkan Sean tidak kaget mengetahui itu. Xander dekat dengan oma nya sejak kecil karena kedua orangtua nya selalu pindah-pindah untuk perjalanan bisnis., sehingga apapun yang dia rasakan selalu di ceritakan kepada oma nya.
“Oma tau apa yang di ucapkan oleh cucu kesayangan oma?” Ucap sean, ia lebih memilih ucapan yang akan ia katakan dari pada menjawab pertanyaan omanya.
“Lepaskan dan tinggalkan Sean, kamu berhak bahagia Aleea.” Lanjutnya.
“Apakah pantas oma dia bicara seperti itu dengan istri Sean oma?”
__ADS_1
“ Sean mohon tolong hargai perasaan Sean dan pilihan Sean, oma” lanjutnya kemudian ia melangkahkan kakinya keluar dari ruangan itu.
“Ups. Satu lagi, aku tidak akan memaafkan jika kejadian ini terulang lagi,” ucapnya dengan tegas di suara bariton nya. Setelah mengucapkan itu ia kembali membawa tubuhnya kembali ke kamar nya.
Flashback Off
“By, kamu sudah selesai?” Tanya Sean ketika Aleea mulai mematikan laptop miliknya.
“Sudah selesai. Kenapa? Kamu ingin sesuatu?” Jawab Aleea sambil melihat suaminya yang berada di atas kasur.
Sean menepuk sebelahnya yang kosong agar di tempati oleh istrinya. Aleea yang mengerti ia maksud Sean, ia mendekat ke arah kasur dan mendudukan tubuhnya di samping Sean.
“Udah enakan? Masih pusing gak?”
“Kamu mau sesuatu biar aku buatkan.”
Ucap Aleea dengan lemah lembut dan sambil mengecek suhu tubuh Sean dengan telapak tangan nya yang ia letakkan di dahi Sean.
“Besok kita kembali kerumah, aku merasa sudah lebih enakan sekarang.” Ucap Sean yang di beri gelengan oleh Aleea.
“Kenapa? Kamu tidak ingin pulang ke rumah kita bersamaku?” Tanya Sean.
“Bukan itu. Oma masih beberapa hari tinggal disini sebelum kembali ke rumah nya.” Jawab Aleea.
“Tidak apa-apa, sebelum oma kembali ke rumah nya kita akan ke sini lagi untuk mengantar oma,” ucap Sean.
“Baiklah. Kalau itu mau kamu,” ucap Aleea.
... Aleea berada di dalam mobil Sean. Mereka akan kembali ke rumah mereka yang sudah beberapa hari mereka tinggalkan. Sepanjang perjalanan mereka hanya berdiam diri hanya suara Sean mendominasi terdengar.
“By,” panggil Sean karena sedari tadi tidak mendengar suara Aleea. Sean melihat ke arah kursi penumpang istrinya sedang tertidur.
“Lelah sekali ya By, sampai kamu tertidur,” Ucap Sean sambil mengelus wajah istrinya dengan sebelah tangannya.
Beberapa menit kemudian mereka telah sampai ke rumah mereka. Sean segera membangunkan aleea yang masih tertidur.
“By. Bangun dulu, kita sudah sampai,” Ucap sean sambil menepuk pelan pipi istrinya mencoba membangunkan aleea. Dan ternyata benar Aleea terbangun.
Sean menggengam tangan Aleea, mereka melangkahkan kaki ke arah pintu utama rumah mereka. Tapi terdengar jelas suara seorang wanita memanggil nama Sean sehingga membuat genggaman tangan mereka terputus.
“Sean.. kamu sudah pulang?” Ucap seorang wanita dengan antusias.
Deg!
“Wanita itu,” gumam aleea dengan pelan, sangat pesan sehingga hanya dia yang mendengarnya.
__ADS_1