
Hari kemarin berlalu begitu cepat. Aleea seperti sadar kembali ketika pagi ini, pagi yang ia awali dengan terlambatnya ia bangun setelah semalaman berpikir panjang tentang apa yang akan terjadi kedepannya. Sepanjang malam ia tidak tidur.
Aleea sedikit menghela nafas sebelum akhirnya ia membangunkan diri dan mulai untuk melakukan aktivitas seperti sebelumnya.
Aleea menatap wajahnya seseorang yang masih tidur dengan tenang di sebelahnya. Dipandanginya wajah tampan nan menawan, tangan nya terangkat mulai membelai wajah itu.
Di mulai dari dahi. Ia dahi suaminya yang sedikit mengerut. Ia belai dahi itu kemudian ia berikan kecupan di dahi suaminya.
Kemudian ia membawa tangannya melihat alis yang sedikit tebal. Lalu tangannya turun ke mata, jika ia melihat seseorang dengan menunjukan tatapan tajam milik nya.
Aleea kemudian membawa tangannya turun ke hidung yang mancung seperti perosotan. Kemudian ia mengelus pipi suaminya yang menampilkan rahang yang begitu kokoh.
Terakhir ia membawa tangan nya bibir Sean yang begitu seksi menurutnya. Ia membelai bibir yang sangat indah itu dengan bibir bawah yang sedikit besar dan memiliki belahan ditengahnya.
Satu kata yang menggambarkan suaminya saat ini sangat tampan. Seperti tokoh dari negeri dongeng.
Aleea terus memandangi wajah pria yang asih terlelap dengan tenang itu.
“Sudah puas memandangi ku,” Tanya Sean yang sudah mulai membuka matanya.
Tatapan mereka bertemu dengan tatapan yang sulit diartikan.
“Apakah aku begitu tampan sehingga kamu memandangku seperti itu.” Lanjutnya kembali sambil
“Ka-kamu! Se-sejak kapan kamu sudah?” Tanya Aleea dengan suara sedikit terbata.
“Sejak pertama kali kamu memberikan kecupan di dahi ku,” Jawab Sean.
__ADS_1
“Kenapa disini tidak di beri kecupan juga?” Lanjutnya sambil menunjuk pada bibir miliknya.
“Sean. Itu sih maunya kamu aja,” Jawab Aleea yang sudah menampilkan wajahnya merah karena malu.
“Yasudah aku mau bersihkan diri dulu,” Ucapnya kemudian ia mencoba untuk bangun dari tidurnya tetapi badannya merasa berat karena Sean menahan tubuh nya untuk bangun kembali.
“Tunggu sebentar lagi By..” Ucap Sean dengan suara lembutnya.
“Aku masih butuh mencarger energi,” lanjutnya.
Sean sangat nyaman dengan posisi saat ini. Aleea membiarkan posisi tersebut dimana Sean memeluk dirinya. Beberapa menit mereka dalam Posisi itu kemudian Sean melepaskan nya.
“Sean.. lepas, nanti kita bisa terlambat.” Ucap Aleea dengan mencoba melepaskankan pelukan dari Sean.
Setelah perdebatan beberapa saat akhirnya Aleea telah rapi dengan pakaian kuliahnya. Sedangkan Sean sudah rapi dengan pakaian untuk ke kantor hari ini.
“Aku sudah baikan sekarang, jangan khawatir aku akan baik-baik saja,” Jawab Sean sambil merapikan anak rambut yang menutupi dahi istrinya.
Cup!
“Vitamin untuk hari ini agar lebih semangat,” Ucap sean setelah memberikan kecupan di bibir Aleea.
Aleea hanya merotasikan matanya mendengar ucapan Sean. Sedangkan pria yang memberikan kecupan di bibirnya hanya menampilkan senyuman di wajahnya.
“Jangan membuat aku khawatir lagi, jika tidak sanggup bekerja hari ini langsung pulang ya.” Ucap Aleea dengan lembut sambil memberikan belaian di wajah Sean.
“Hemm.” Ucap Sean dengan memejamkan matanya merasakan belaian dia wajahnya.
__ADS_1
Tatapan mereka menyatu, Sean mendekatkan wajahnya ke arah Aleea yang masih terdiam menerima kecupan lembut dibibirnya.
Aleea melenguh. Bibirnya lalu terbuka, memberikan akses masuk untuk lidah Sean agar semakin dalam mengakses rongga mulutnya. Lidah mereka pun saling bertemu. Menyapa satu sama lain, hingga berakhir dengan saling lilit dan bertukar saliva hingga terdengar suara kecipak basah. Tangan Aleea lantas naik. Ke arah surai hitam kecoklatan milik Sean lalu merematnya. Menyalurkan rasa enak yang ia terima dari permainan lidah mereka. Sean menyesap mulut Aleea dengan gerakan hati-hati, sekali-kali, ia gigit dengan lembut lalu dihisap pelan.
“Manis seperti biasanya, aku suka.” ucap Sean setelah melepaskan tautan bibir mereka. Ia mengusap bibir Aleea yang basah dengan jarinya karena ulahnya. Aleea hanya diam menerima perlakuan Sean.
Sean rapikan wajah istrinya yang sedikit berantakan karena ulahnya, setelah mengambil barang miliknya dan Aleea yang akan mereka bawa hari ini. Kemudian ia membuka pintu kamarnya dengan sebelah tangannya yang menganggur.
“Silahkan tuan putri,” Ucap Sean dengan menyuruh Aleea untuk keluar dari kamar mereka dahulu. Setelah Aleea keluar yang di ikuti oleh Sean di belakangnya.
Suara derap kaki pun terdengar. Aroma kue yang sedang dipanggang pun datang menghampiri indra penciuman milik Aleea. Ia berfikir, jika pelayan di rumah mereka sedang memasang cookies atau semacamnya.
“Eh astaga. Kalian sudah bangun??” Aleea mengangkat kepalanya. Menatap wanita berumur beberapa tahun lebih muda dari Suamin nya sedang tersenyum di hadapannya. Dengan cepat, ia menatap wanita yang ia kenali berada di dapur miliknya di pagi hari.
“Sejak kapan ia sampai disini?” Gumam Aleea yang sedang memperhatikan wanita yang berada didepan nya dengan menampilkan senyuman manis miliknya.
“Ayo kita makan makan bersama, aku sudah memasak beberapa macam kesukaan kamu Sean” Ucap wanita yang berada di depan nya.
Sean berjalan masuk dan menduduki salah satu kursi kosong di ruang makan tersebut. Sedangkan Aleea masih berada di tempatnya. Ia tidak tau sejak kapan genggaman tangan mereka terlepas.
“Aleea, kenapa kamu masih diam disitu?” Ucap Sean yang melihat Aleea masih berdiri di tengah pintu masuk ruangan itu.
“Ayo kita makan bersama, kamu harus merasakan masakan Syeila. Masakannya enak semua,” lanjut Sean.
Sean tidak tahu jika beberapa kata itu mampu membuat hati istrinya sakit.
“Tunggu dulu Al, sejak kapan Sean memanggilnya dengan nama lengkapnya.” Batinnya.
__ADS_1
“Maaf aku harus pergi dulu, sepertinya aku sudah terlambat,” Ucap Aleea, kemudian ia melangkahkan kakinya keluar dari ruangan tersebut tanpa menunggu jawaban dari Sean atau pun Syeila.