Aku Istrimu! Bukan Dia!

Aku Istrimu! Bukan Dia!
Memberi Kabar


__ADS_3

Matahari pagi menyapa lewat ventilasi kamar Aleea yang tampaknya sudah sibuk dengan berbagai aktivitas. Suara air jatuh dari shower di dalam kamar mandi, terlihat seorang wanita membersihkan sedang tubuhnya.


Beberapa menit Aleea selesai ia mengambil handuk untuk menutupi tubuhnya dan juga handuk kecil yang ia lilitkan di atas kepalanya. Ia berjalan keluar menuju walk in closed yang berada di dalam kamarnya juga.


Aleea duduk di meja riasnya. Ia beri bedak tabur di wajahnya, juga ia oleskan pelembab di bibirnya. Dilihat didepan cermin penampilannya, Aleea hari ini ia menggunakan celana putih dengan blouse biru yang baju bagian depan ia masukan. Rambutnya hanya ia kuncir kuda.


Langkah nya terhenti sejenak saat ia keluar dari kamar nya, sudut mata nya untuk sesaat menatap ke arah pria yang juga berada di antara pintu dari kamar yang bahkan tak bisa ia masuki dengan mudah.


Tak ada satupun perkataan yang ia keluarkan, ataupun ucapan selamat pagi. Gadis itu membuang pandangan nya dan kemudian melanjutkan langkah nya.


Pria itu pun sama, tanpa sepatah kata pun yang ia ucapkan ia mulai mengikuti langkah pelan gadis itu.


Aleea berjalan pelan merununi tiap anak tangga rumahnya yang diikuti oleh Sean di belakangnya, Mereka berjalan menuju ruang makan.


Setelah sampai di meja makan mereka masih sama-sama diam tak ada yang mau memulai pembicaraan.


Aleea mulai mengambil beberapa makanan yang ia letak di atas piringnya. Ia mulai menikmati masakan yang baru ia buat bersama pelayan di rumahnya beberapa menit yang lalu.


Aleea melirik ke arah Sean sekilas, dilihatnya Sean yang hanya berdiam saja tanpa ada inisiatif mengambil makanan nya sendiri.


Aleea paham beberapa bulan ia tinggal dengan Sean, dia tidak akan makan jika tidak diambilkan makanannya dan di letakan di atas piring miliknya.


Aleea melihat sekitar ruangan itu untuk mencari pelayan di rumah nya untuk melayani Sean yang sedang ingin makan, tapi tidak ada satu orang pun yang lewat dari ruangan itu.


“Kamu mau makan yang mana?” Tanya Aleea yang sudah berdiri di samping Sean.


Sean mendongakan wajahnya menatap Aleea yang berada di sampingnya.


“Aku mau yang ini,” Jawab Sean sambil menunjuk makanan menggunakan tangan nya ke arah makanan yang ia sukai.

__ADS_1


Aleea mengikuti arah Sean untuk mengabilkan makanan yang dipilih oleh Sean. Ia letak makanan tersebut diatas piring milik Sean dan memberikannya kepada sean.


Setelah Aleea meletakan makanan di piring Sean ia kembali ke tempat diduduk nya. Mereka menikmati makanan dengan diam tanpa ada kata yang keluar dari mulut mereka. Hanya detingan sendok dan garpu yang terdengar dengan samar.


Setelah menyelesaikan sarapannya Sean berkata untuk memecahkan kebeningan diruangan itu. “Aku beberapa hari ini akan pergi ke negara A, untuk perjalanan bisnis selama seminggu.” Ucap Sean.


Aleea yang baru saja menyelesaikan sarapannya mengangkat wajah ke arah Sean yang sudah menatapnya.


“Biasanya juga dia tidak pernah pamit. Aneh banget sih.” Batin Aleea yang masih melihat ke arah Sean.


Aleea menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Ia binggung ingin merespons seperti apa untuk menjawab pertanyaan Sean.


“I-Iya. Kamu hati-hati, jaga kesehatan disana.” Ucap Aleea sedikit terbata.


“Apakah kamu ingin ikut bersama denganku?” Tanya Sean yang masih menatapnya dengan tatapan sulit di artikan.


“Aneh banget sih, tiba-tiba pria di depannya ini berubah dengan cepat. Apakah ia sedang kerasukan.” Gumam Aleea yang hanya terdengar olehnya. Mengingat kerasukan, membuat tubuhnya bergedik ngeri.


“Maafkan Aku. Aku tidak bisa ikut denganmu, aku sudah mulai masuk kuliah hari ini.” Ucap Aleea dengan senyuman terpatri di wajahnya.


“Yasudah tidak apa-apa. Aku bisa mengajak kamu lain kali saja kalau gitu.” Ucap Sean dengan nada lemah, tampak sekali kecewa di wajahnya.


Aleea sebenarnya merasa tidak enak menolak ajakan Sean, tapi apa boleh dikata ia sudah mulai memasuki kuliah mulai hari ini.


...****************...


Sudah beberapa hari Sean pergi ke negara A untuk perjalanan bisnisnya. Namun kali ini selama empat hari Sean di negara A selama itu pula ia selalu intens memberikan kabar kepada Aleea. Semua ia bilang kepada Aleea tentang kegiatan yang ia lakukan tiap hari.


Sudah seperti suami sungguhan bukan?

__ADS_1


Contohnya di negara N masih pukul 19.00 malam sedangkan di negara A sudah pukul 01.00 saat ini jarak waktu antara negara N dan A sekitar lima jam, tapi Sean masih melakukan panggilan video beberapa menit yang lalu.


Sean selalu memberi kabar Aleea melalui panggilan telepon ataupun video, kadang-kadang ia mengirimkan foto-foto kegiatannya.


“Kamu istirahat dulu pasti capekan? Mulai dari pagi sampai sekarang masih terus bekerja.” Ucap Aleea dari seberang sana, sesekali Sean menguap di tengah panggilan video.


Aleea dapat lihat dengan jelas wajah Sean malam ini yang sedikit berantakan, wajah lelah nya terlihat kantung matanya yang mulai nampak serta bulu janggut dan kumisnya juga mulai tumbuh di sekitar dagunya.


“Aku tutup dulu ya. Masih ada beberapa yang harus aku kerjakan. Kamu jangan terlalu malam tidurnya.” Ucap Sean kemudian ia mematikan panggilannya.


... Sedangkan di dalam sebuah apartemen mewah miliknya seorang pria sedang menerima laporan dari beberapa anak buah yang ia perintahkan untuk memantau seorang wanita.


“Tuan nona Aleea beberapa hari ini di dekati oleh seorang pria yang berada satu kampus oleh nona Aleea. Satu kakak kelas nona Aleea dan satu lagi teman satu angkatan nona Aleea yang secara terang-terangan mendekati nona Aleea.” Ucap salah satu anak buah pria itu, sedangkan pria itu hanya mendengarkan dan melihat foto-foto yang ia pegang hasil dari memantau Aleea beberapa hari ini.


“Kalian ikuti dia kemana pun. Jangan sampai ada yang mengetahui atau mencurigai kalian. Kalian boleh pergi sekarang.” Ucap pria itu kepada beberapa anakn buahnya.


Aleea sedang mengendarai mobilnya dengan perlahan. Ia akan pergi ke kampus nya hari ini. Di tengah perjalanan tiba-tiba ia merasa janggal melihat mobil yang sama yang selalu mengikutinya beberapa hari ini.


“Mobil siapa itu? Aku belum pernah melihat mobil itu sama sekali.” Batin Aleea. Ia terus melihat mobil yang mengikutinya melalui kaca spion mobilnya.


Aleea melajukan mobilnya dalam kecepatan sedang, tapi mobil itu mengikutinya dengan kecepatan sedang juga. Aleea melajukan mobilnya dengan kecepatan yang tinggi, tapi mobil yang di belakangnya juga melajukan mobilnya degan kecepatan tinggi. Ia mencari salah satu tempat keramaian untuk menghentikan mobilnya.


Aleea melihat salah satu super market yang ramai, ia menghentikan mobilnya disana dan mengirim pesan kepada temannya untuk menjemputnya.


Aleea memasuki super market itu untuk bersembunyi dari orang yang mengikuti ya. Ia mengambil minuman dan membayar nya. Alee duduk di kursi yang telah di sediakan disana.


Ia terkejut tiba-tiba seseorang berapa disampingnya.


“Aleea!” Ucap pria yang berada disamping Aleea.

__ADS_1


__ADS_2