
Aleea keluar dari kamar mandi setelah membersihkan tubuhnya.
Sean masih mendiamkannya semenjak dirinya pulang dari kampus. Ia tidak mau mengganggu Sean. Aleea membuka laptopnya untuk mengerjakan tugas yang akan di kumpul besok.
“Huh, sudah habis.” Gumam Aleea saat ia sedang melihat air yang di gelasnya sudah habis.
Aleea melangkahkan kakinya keluar kamar dengan membawa botol yang tersedia diruangan itu untuk mengisi air minumnya.
Sedangkan Sean yang masih berada di ruangan itu hanya memperhatikan Aleea yang sedari tadi, ia terus melihat Aleea tak sedetik pun kegiatan Aleea lepas tanpa pandangannya.
“Ada yang bisa saya bantu non?” Ucap pelayan ketika melihat nona mudanya memasuki area dapur.
“Tidak ada bik, saya hanya mengambil minum,” Ucap Aleea yang sedang mengisi botol minum miliknya.
Setelah Aleea selesai mengisi air minumnya ia berencana kembali ke kamarnya.
Tapi ketika ia mulai membalikan tubuhnya keluar dari dapur seorang wanita paruh baya yang di dampingi wanita yang Aleea tau namanya Carissa masuk ke dalam dapur.
“Oh. Jadi seperti ini wanita yang di pilihkan untuk cucu saya.” Ucapan tersebut membuat Aleea menghentikan langkahnya.
“Suami sakit, tapi di asik di kampus berpelukan dengan pria lain.” Lanjutnya sambil melihat ke arah aleea dengan tatapan tidak suka.
“Pelukan denga pria lain?”
__ADS_1
“Mungkin ucapan oma bukan untuk ku,”
“Tapi cucu oma yang sakit kan cuma Sean,”
Gumam Aleea saat mendengar itu.
Aleea melangkahkan kakinya untuk keluar dari dapur. Aleea tidak mau berurusan dengan oma untuk sekarang.
“Hei. Anak muda! Dimana sopan santun mu!” Teriak oma yang melihat Aleea yang hendak keluar dari dapur.
Aleea menghentikan langkahnya, kemudia ia membalikan tubuhnya agar menghadap ke arah oma Sean “Maaf. Oma bicara dengan Alee?” Ucap Aleea sambil menunjuk dirinya sendiri.
“Tentu saja kamu. Wanita murahan!”
“Wanita murahan..” Gumam aleea dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
“Maksud oma apa? Wanita murahan? Aleea tidak mengerti apa yang oma ucapkan,” ucap Aleea dengan nada lembutnya.
“Alah. Tidak usah pura-pura tidak tau,” bukan oma yang menjawab melainkan Carissa.
“Ini apa,” Ucap Carissa sambil memperlihatkan ponsel oma yang berisi foto Aleea yang berpelukan dengan Xander.
Aleea membola melihat foto yang ada di dalam ponsel milik oma Sean.
__ADS_1
“Setelah Sean, kamu merayu Xander yang notaben nya sepupu dari Sean. kamu ingin memecahkan keluarga ini?” Lanjutnya.
Aleea berpikir foto tersebut kapan seseorang mengambilnya. Foto itu ketika Aleea ingin di tabrak seseorang, sehingga Xander mengambil tangannya dan mereka seolah-olah pelukan tapi itu bukan sebuah pelukan.
“Apa Sean tau tentang foto tersebut sehingga Sean mendiamkannya.”
“Tapi kenapa Sean tidak bertanya yang sebenarnya.”
Batin Aleea, ada perasaan kecewa terhadap Sean karna lebih memperdayai foto tersebut dibandingkan ia bertanya langsung.
Aleea terdiam sejenak, kemudian ia mencoba mmberikan penjelasan tentang foto tersebut.
“Oma, di dalam foto itu, bukan itu yang sebenarnya. Ketika kami berjalan di parkiran ada motor yang berkendara kencang oma sehingga Xander mencoba menolong Aleea. tapi kami tidak berpelukan oma.” Ucap Aleea yang mencoba menjelaskan kejadian tersebut.
“Alah alesan! Sudah ada bukti tapi masih tetap mengelak,” Ucap Carissa dengan memberikan tatapan penuh ketidaksukaan.
“Kamu tinggalkan saja Sean, tidak cocok Sean bersanding dengan wanita murahan seperti mu,” Ucap oma yang terlihat jelas tidak menyukainya.
“Sudah Aleea katakan oma kejadian sebenarnya. Oma tanya Xander saja kejadian yang sebenarnya.”
“Tapi Oma Aleea akan meninggalkan sean, “ ucap Aleea kembali.
Sedang Sean di dalam kamarnya menunggu Aleea yang tidak kembali ke kamarnya.
__ADS_1