Aku Istrimu! Bukan Dia!

Aku Istrimu! Bukan Dia!
Berbahagialah


__ADS_3

Waktu kembali berputar, matahari kembali bersinar. Di musim cerah seperti ini, langit pagi pun sudah berwarna biru terang. Langit cerah terus bergerak menuju siang. Dan pintu kamar mereka masih tertutup rapat. Terlihat Aleea keluar dari ruang ganti baju sambil mengeringkan rambutnya. Suasana hatinya terlihat senang, bisa dilihat dari senyum yang muncul di bibirnya. Sudah dua tahun Aleea berada dinegara tersebut.


Aleea duduk didepan kaca hiasnya sedang dihias wajahnya. Aleea hari ini akan wisuda setelah pindah ke negara ini Aleea kembali untuk melanjutkan kuliahnya yang sempat terputus.


“Onty!” Ucap gadis kecil yang sudah berusia sekitar tujuh tahun memasuki kamar Aleea.


Aleea yang mendengar namanya disebut melihat kearah pintu tampak seorang gadis berjalan mendekati ke Aleea. Aleea tersenyum melihat gadis itu.


“Cantik sekali Alice hari ini,” Ucap Aleea saat melihat Alice yang sudah di depannya.


Dengan senyuman di wajahnya gadis kecil itu kemudian ia berkata, “Terima kasih. Onty juga sangat cantik.”


“Onty sudah siap?” Tanya Alice yang masih melihat Aleea di sampingnya.


“Sebentar lagi ya sayang.” Jawab Aleea.


Beberapa menit kemudian Aleea telah siap dihias.


Aleea menggunakan Dress selutut dengan rambut yang di gerai dengan mode curly dan sepatu high heels.


Aleea melangkahkan kakinya keluar dari ruangan itu bersama Alice yang menggengam tangannya. Dari atas sini Aleea dapat keluarganya telah menunggunya untuk pergi bersama ke acara wisuda Aleea. senyuman keluarganya terlihat jelas.


“Kita berangkat sekarang?” Ucap Anna yang melihat Aleea sudah berada didepannya yang di balas Aleea dengan anggukan kepala.


... seorang pria sedang berada di sebuah negara K. Ia baru saja sampai di negara tersebut yang di temani oleh Asisitennya. Seorang pria yang memiliki wajah tampan, hidung mancung dan memiliki rahang yang kokoh.


“Kita langsung ke kampus Aleea saja, tapi jika sempat kita berhenti sebentar ke toko bunga. Aku ingin memberi hadiah untuk Aleea.” Ucap pria tersebut berjalan dengan tergesa-gesa.

__ADS_1


“Kenapa lama sekali,” Ucap pria itu kepada anak buahnya saat terlambat beberapa menit menjemput pria tersebut.


“Maaf tuan, dijalan ada terjadi kecelakaan sehingga membuat jalanan menjadi macet.” Ucap anak buah pria itu.


“Ya sudah. Kalau begitu kita pergi sekarang.” ucap pria itu kemudian menaiki mobil yang di bawa anak buahnya.


Didalam perjalanan pria itu melihat toko bunga dan ia bertanya kepada asistennya. “Apakah masih sempat untuk singgah ke toko bunga?”


“Masih sempat tuan.” Jawab asisten pria tersebut.


Pria itu turun dari mobil dan melangkahkan kakinya masuk kedalam toko bunga tersebut. Bunga Lily menjadi pilihannya karena aleea sangat menyukai bunga tersebut.


Beberapa menit kemudian mereka sampai di kampus Aleea tempat yang dijadikan untuk acara wisuda.


Ia segera turun dan mencari keberadaan Aleea berserta keluarganya. Sebelum sampai ke tempat itu pria tersebut sudah memberitahu kepada keluarga Aleea yang lain tentang keberadaannya tapi tidak dengan Aleea.


“Itu dia.” Gumam pria tersebut saat melihat Aleea berserta keluarganya melakukan sesi berfoto.


“Uncle Tampan!” Ucap Alice saat melihat pria yang ia kenali berjalan mendekat ke arah mereka.


Perkataan Alice membuat orang disekitarnya melihat kearah pria yang Alice panggil namanya. Terlihat seorang pria dengan senyuman manis di wajahnya.


Aleea melihat pria itu berjalan mendekatinya dengan memberikan bunga dan beberapa paper bag untuknya tak lupa juga senyuman selalu di bibinya.


“Aku pikir kamu tidak datang,” ucap Aleea saat pria itu sudah berada di depannya.


“Tidak mungkin aku tidak hadir di acara spesial kamu.” Ucap pria itu.

__ADS_1


“Selamat yah. Semoga ilmunya dapat bermanfaat untukmu dan orang lain,” lanjutnya kembali sambil memberikan bunga dan paper bag yang ada di tangan nya kepada Aleea.


“Terimakasih,” ucap Aleea dengan senyuman di wajahnya.


“Uncle. Hadiah untuk Alice mana?” Ucap gadis kecil itu dengan wajah dibuat murung, bibirnya ia majukan beberapa senti saat melihat tidak ada lagi paper bag di tangan pria itu.


“Ini hadiah untuk gadis kecil Uncle,” Ucap pria itu dengan memberikan beberapa paper bag yang baru saja dibawakan oleh asistennya.


“Terimakasih Uncle tampan,” ucap Alice.


“Sams. Kamu tidak perlu repot-repot membeli banyak hadiah untuk Alice saat datang kesini.” ucap Raisha saat melihat Sams memberikan paper bag untuk putrinya. Ia merasa tidak enak karena ini bukan pertama kali Sean memberikan hadiah untuk anaknya. Setiap kali ia berkunjung ke rumahnya Sams tidak pernah tidak membawa hadiah untuk kedua anaknya. Yang hadiah tersebut berupa mainan dengan harga yang mencapai jutaan rupiah bahkan sampai puluhan juta.


“Tidak apa-apa kak, aku senang membelikan hadiah untuknya. Aku juga tidak merasa repot.” Ucap Sams.


Pria itu adalah Sams, ia sering mendatangi Aleea di negara ini setiap sebulan sekali. Saat Aleea menetap di negara tersebut hubungan aleea dan Sams semakin baik.


“Yasudah sebaiknya kita pergi sekarang. Mama sudah memesan makan siang kita di restoran tempat biasa kita berkumpul.” Ucap Anna yang mulai melangkahkan kakinya setelah sesi foto keluarga diikuti oleh yang lain di belakangnya.


...****************...


Seorang pria juga berada di negara tersebut dengan bersama seorang anak yang berada di gendongannya. Bayi tersebut berusia sekitar dua tahun. Ia sudah beberapa hari di negara itu karena memiliki pertemuan bisnis disini.


Pria itu berada di sebuah restoran untuk makan siang bersama seorang wanita dan bayi yang digendongnya.


“Kamu sudah siap?” Tanya pria tersebut yang di bala sanggukan oleh wanita yang berada di depannya.


Pasangan tersebut berjalan beriringan untuk keluar dari restoran tersebut dengan bayi yang masih di gendong oleh pria itu. Seperti pasangan keluarga bahagia saat orang melihat mereka.

__ADS_1


“Sean.” Gumam Aleea saat ingin ke kamar mandi di restoran tersebut saat melihat Sean bersama wanita yang sangat ia kenal. Ia sudah beberapa menit yang lalu sampai di restoran tersebut.


“Bahagialah kalian selalu,” lanjutnya kembali kemudian ia melangkahkan kakinya masuk ke kamar mandi tersebut.


__ADS_2