Aku Istrimu! Bukan Dia!

Aku Istrimu! Bukan Dia!
Menyesal?


__ADS_3

Sebulan Revan sadar dari koma nya, dan sudah mendapatkan banyak perawatan, mulai dari pengobatan terapi berjalan dan berbicara. Karna setelah sadar dari komanya Revan sempat lumpuh dan tidak bisa bicara. Hari ini ia sudah di perbolehkan untuk pulang.


Aleea sedang mengendarainya mobilnya, setelah Revan di nyatakan sadar dari komanya Aleea memutuskan untuk pulang pergi dari rumah ke kampus dan ke Rumah Sakit. Tiap hari rute itu yang ia jalani.


Hari ini ia akan menjemput kedua mertuanya yang berada di Rumah Sakit. Ia hanya sendiri dikarenakan Sean ada perjalanan dinas ke luar negeri untuk menemui investor-investor. Selama ini ia menggantikan Papanya mengurus perusahaan yang hampir bangkrut.


Hubungan Aleea dan Sean masih seperti biasa tidak ada kemajuan sama sekali.


Mereka hanya bertemu di meja makan hanya sesekali, saat sarapan pagi ataupun makan malam. Terkadang Aleea hanya makan malam sendiri. Karna Sean sering pulang tengah malam. Pernah sekali Aleea bertanya kepada suaminya kenapa pulang tengah malam, yang ia dapat hanyalah jawaban yang ketus dan melukai hati, mulai saat itu Aleea tidak pernah berbicara dengan Sean dan Sean memberi tembok yang sangat tinggi untuk bisa ia gapai.


Flashback


Aleea yang tengah duduk di meja belajarnya menatap bintang yang memancarkan cahayanya, langit malam ini saat indah. ia menunggu suaminya pulang kerja. Sudah tiga minggu Sean pulang tengah malam. Aleea selalu menanyakan kabar suaminya lewat Asisitennya dan ia mendapat kabar bahwa perusahaan yang ia pimpin sudah berjalan dengan normal.


Malam ini Aleea bermaksud untuk memberikan selamat kepada suaminya. Karna beberapa hari ini mereka tidak pernah bertemu, karna Sean pergi saat Aleea masih terlelap dan pulang di tengah malam siasat aleea sudah bermimpi.


Aleea dengar suara mobil berhenti di depan rumah mereka. Ia segera berlari kecil menuruni tangga.


CEKLEK!!!


Suara pintu yang terbuka dan tertutup kembali menandakan bahwa Sean telah kembali setelah pulang kerumah untuk menyelesaikan pekerjaannya. Kini Aleea meneguk pelan, menenangkan jantungnya yang berdegup kencang karena Sean tengah menatapnya dari depan pintu dengan tatapan tajam. Tanpa mengeluarkan sepatah kata pun, Aleea sudah tahu apa yang Sean ingin tanyakan darinya. Jika Sean menyadari kegugupan Aleea saat ini, ia tidak mengatakannya. Sean melangkah mendekati Aleea yang menegak melihat Sean tengah menghampirinya.


Selangkah

__ADS_1


Dua langkah


Kaki itu berjalan semakin dekat ke arah Aleea.


“Sedang apa kamu malam-malam begini disini?” Tanya Sean dengan nada dingin di suara baritonnya. Ia pandangi Aleea dari atas ke bawah dan dari ke bawah. Matanya seperti mesin scan yang akan menscan tubuh Aleea.


Aleea yang merasa di pandangi seperti itu membuat jantungnya semakin berdegup kencang seperti terdengar jelas oleh telinganya sendiri. Aleea saat ini hanya memakai baju tidur katun set pendek.


“Jangan mencoba merayuku! Aku tidak bernaf*u melihat tubuhmu.” Lanjutnya, sambil melihat Aleea yang masih berdiam diri di tempat. Sean berjalan menuju kamarnya yang berada di lantai dua.


Aleea lihat punggung Sean yang melewati dirinya. Ia pandangi Namun baru beberapa langkah suara Sean membuat Aleea terlonjak kaget.


“Semua gara-gara kamu.”


“Aku sangat menyesal menikahi dirimu,” ucap Sean kepada Aleea dengan nada dingin, ia lalu berjalan dengan cepat menuju kamar miliknya.


Mulai saat itu Aleea tidak pernah mencoba mendekati Sean.


Flashback End.


Aleea memarkirkan mobil miliknya di parkiran rumah sakit. Ia berjalan menuju ruangan Revan di rawat.


Di sepanjang perjalanan ia samar-samar melihat seseorang yang ia kenali keluar dari salah satu ruangan.

__ADS_1


Deg.


Jantungnya berdetak semakin kencang melihat wanita itu keluar dari ruangan itu.


“My God. Jangan bilang kalau itu..” ucap Alee terputus. Dadanya terasa sangat sesak dan badan terasa bergetar hebat. Matanya sudah mengeluarkan airmata secara perlahan.


dr. Daniella Leight Sp.OG nama dokter yang ia baca di atas pintu ruangan yang wanita itu masuki. Aleea tau nama dokter itu sangat terkenal di kota itu sebagai Dokter Kandungan.


Hiks Hiks


Aleea teringat perkataan Sean beberapa waktu yang lalu membuat ia semakin meneteskan airmatanya.


Ia tidak peduli tatapan orang lain melihat penampilannya yang membuat dirinya sedikit berantakan. Ia berjongkok dengan tangan yang seperti memeluk tubuhnya sendiri, wajahnya ia sembunyikan dilipatan tangannya. Lama ia dengan posisi itu. Selang berapa lama tiba-tiba ada seseorang yang menutup kepalanya dengan kain yang menutup seluruh tubuhnya dengan posisi tersebut.


Aleea terkejut. Ia mendongakan kepalanya dengan airmata yang masih membasahi pipinya.


Mata mereka saling bertatap beberapa menit.


Aleea mencoba melepaskan kain yang berada di atas kepalanya, dapat ia lihat dengan jelas yang menutupi kepalanya adalah jas seseorang yang berada di depannya.


“Sudah jangan kamu lepas, kamu pakai saja itu. Aku yakin setelah kamu sadar, kamu akan malu melihat apa yang kamu lakukan.” Ucap pria itu kemudian ia merapikan kembali jas yang sempat Aleea lepas ke posisi semula. Kemudian ia melangkahkan kaki nya berjalan ke arah luar Rumah Sakit itu.


Aleea hanya bisa menatap sosok pria yang berikan jas yang menutupi tubuhnya. Ia menatap punggung pria itu sampai hilang tak terlihat.

__ADS_1


__ADS_2