
Aleea melangkahkan kakinya berjalan di atas titi kayu yang berada di atas danau, ia duduk di ujung titi kayu tersebut. Ia biarkan kakinya terkena air yang membuat kakinya basah sambil ia goyangkan kaki degan perlahan.
Cuaca hari ini sangat mendukung tidak mendung dan tidak juga panas. Aleea menghirup udara yang sangat menyejukkan, ia masih mengoyang-goyangkan kakinya sambil memejamkan matanya.
“Hei Baby...” Ucap Sean sambil menduduki tubuhnya di samping Aleea.
“Sedang memikirkan apa?” Lanjutnya sambil mengusap rambut Aleea kemudian ia mengambil tangan Aleea untuk di genggamnya.
“Tidak ada,” Ucap Aleea sambil melihat Sean sekilas kemudian ia memejamkan kembali matanya menghirup udara yang menyejukkan.
Sean melihat Aleea yang menikmati udara hari ini, ia membawa kepala Aleea ke pundaknya. Ia puk-puk kecil puncak kepala Aleea memberikan untuk memberikan kenyamanan.
...****************...
“Siapa yang sampai kesana pertama kali akan mendapatkan hadiah, dan yang kalah akan menuruti semua perintah yang menang.” Ucap Aleea yang menjelaskan cara permainan yang akan di mainkan oleh mereka. Kemudian ia menunjuk arah garis finis tang sudah di sepakati.
“Oke. Siapa takut! Aku pastikan kamu yang akan kalah Baby. Kamu yang akan menuruti semua kemauan ku!” Ucap Sean dengan suara yang semangat.
“Kita lihat saja siapa pemenangnya. Jangan terlalu percaya diri TUAN! itu tidak baik.” Ucap Aleea sambil memincingkan matanya petanda jika ia tidak suka dengan perkataan Sean. Ia sengaja menekankan kata tuan.
“Baiklah Tuan putri mari kita lihat siapa yang menang.” Ucap sean sambil menampilkan senyuman. Bagi Aleea senyuman itu senyuman yang sangat menyebalkan.
Mereka sedang berada diatas sepeda mereka masing-masing. Sepeda yang mereka sewa selama satu hari ini.
1 2 3
Teriak Aleea, kemudian Aleea mulai melajukan sepedanya.
Sedangkan Sean masih ditempatnya yang ketinggalan beberapa meter dibelakang aleea. Kemudian ia menginjak pedal untuk ia gayuh sepeda tersebut.
“Ayo Sean kejar aku,” Ucap Aleea yang masih berada di depan Sean dengan jarak yang cukup jauh.
Dengan kecepatan yang di atas rata-rata Sean bisa kembali menyamakan posisi aleea.
“Ayo Baby. Tunjukan kekuatanmu.” Ucap Sean .
Aleea yang melihat Sean sudah menyamakan posisi mereka, ia mengayuhkan sepedanya lebih cepat lagi.
__ADS_1
Begitu juga sebaliknya dengan Sean menambah kecepatan mengayuh sepedanya.
Mereka saling mengayuhkan sepeda masing-masing dengan kecepatan maksiamal.
Hingga sampai terlihat pertama kali salah satu dari mereka sampai lebih dahulu ke finis yang mereka sepakati.
“Yes! Akhirnya aku yang menang. Terimalah hukumanmu Baby.” Ucap Sean dengan menampilkan senyuman tengil nya.
Aleea melihat Sean membuat tubuhnya merinding. Ntah hukuman apa yang akan di berikan Sean kepadanya.
“Huh. Capek,” Ucap Aleea yang mulai mendudukan tubuhnya diatas rerumputan.
Sean berjalan mendekati Aleea, sebelumnya ia meletakan sepeda mereka ke parkiran Selasa yang didekat mereka.
Sean mendudukan tubuhnya tepat disamping Alee. ia ambil sapu tangan yang selalu ia bawa didalam kantongnya.
Ia mendekat kan tangannya ke wajah Aleea, membersihkan keringat yang menetes di sekitar wajah cantik istrinya.
Aleea hanya bisa terdiam menerima apa yang Sean lakukan.
“Baby. Apakah kamu lelah hari ini?” Ucap Sean yang sudah meletakan kembali sapu tangannya kedalam kantong.
“Aku tidak terlalu lelah,” Ucap Aleea yang sudah meletakan kepalanya di pundak Sean.
Beberapa menit mereka dalam posisi itu membuat mereka merasa tenang dan nyaman. Menikmati udara yang sejuk dengan orang terkasih.
“Ayo. Kita pergi sekarang.” Ucap Sean sambil meletakan tangannya didepan Aleea yang di sambut oleh Aleea.
“Let’s go!” Ucap Aleea dengan semangat. Sean hanya mengelengkan kepalanya melihat tingkah istrinya.
Mereka memasuki beberapa toko dan membeli beberapa barang untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh dari mereka.
Aleea dan Sean berada di depan cermin untuk melihat baju kaos couple yang Aleea pilih untuk dipakai oleh mereka.
“By. Coba pakai ini.” Ucap Sean sambil memberikan sebuah topi dan kacamata yang ia pilih untuk Aleea.
Aleea memakainya.
__ADS_1
”Cantik,” satu kata keluar dari bibir Sean ketika Aleea memakai topi dan kacamata pilihan Sean.
Banyak barang yang mereka pilih dan mereka cobai.
Mereka keluar dari toko tersebut dengan banyak barang bawaan yang mereka beli di pegang oleh Sean sedangkan Aleea hanya membawa kantongan makanan ringan yang ia pesan tadi.
Sepanjang jalan Aleea mengunyah makanan yang ada di tangannya dan ia sesekali memasukan makanan tersebut kedalam mulut Sean yang di terima Sean dengan senang hati.
Sedangkan di lain sisi suara langkah kaki dari wanita yang mengenakan heels yang tidak terlalu tinggi itu terdengar memenuhi lorong sebuah perusahaan yang cukup terkenal di negara A.
Wanita itu memasuki perusahaan itu dengan mudah karena sebagian dari mereka mengetahui jika tuan muda mereka mempunyai hubungan dengan wanita tersebut.
Wanita itu memasuki lift yang dan menekan tombol ke ruangan paling atas dimana ruangan pria yang ingin ia temui.
Ting!
Suara lift terbuka. Ia melangkah kan kaki nya keruangan tersebut. Tapi belum sampai ia keruangan sudah di panggil nama nya oleh asisten pribadi pria itu.
“Maaf Nona, Tuan Sean tidak ada di sini?” Ucap Justin kepada Syeila yang ia ketahui notabennya sebagai kekasih tuannya sebelum hubungan mereka berakhir. Sekarang ia tidak tau hubungan apa wanita di depannya ini dengan tuannya.
“Matilah aku jika tuan sampai mengetahui jika nona Syeila ke perusahaan,” Batin Justin sambil melihat wanita yang ada di depannya ini.
“O-oh. Bisakah aku menunggu Sean di dalam? Tanya Syeila.
“Maaf nona. anda tidak bisa menunggu di dalam. Tuan sedang tidak ada di kantor. Tuan sedang melakukan perjalanan bisnis ke luar negeri.” Jawab Justin.
“Kapan Sean akan pulang Justin?” Ucap Syeila yang terus menatap Justin dengan tatapan yang sulit di artikan.
“Saya tidak tahu nona. Tuan pulang kapan. Tuan setelah perjalanan bisnisnya akan liburan bersama dengan keluarganya.” Bohong Justin.
“Baiklah kalau begitu aku pulang dulu. Sampaikan salam ku pada Sean. Jika Sean menghubungi kamu tolong sampaikan balas pesan dari ku.” Ucap Syeila dengan wajah yang terlihat sedikit pucat. Justin hanya memberikan anggukan sebagai jawaban.
Syeila sudah beberapa kali mencoba menghubungi Sean dengan menelepon atau mengirim pesan tapi tidak ada satu pun yang Sean balas atau mengangkat telepon nya.
Setelahnya, Syeila berlalu. Berjalan dengan santai sambil mengelus perutnya yang mulai membesar. Justin memandangi punggung Syeila yang semakin lama semakin menjauh. Ia pandangi tubuh itu yang semakin dan wajah terlihat pucat serta kantong mau yang terlihat jelas ia berpikir sudah berapa lama mantan kekasih tuan nya tidak beristirahat dengan baik.
Menurut Justin, Syeila seorang wanita yang cukup mandiri dan tidak terlalu bergantung dengan Sean. Syeila mantan Sean yang satu-satu nya tidak matre ataupun meminta barang-barang branded lainnya. Kecuali jika Sean memaksa baru wanita itu akan menerimanya.
__ADS_1
“Semoga anda selalu di beri kebahagiaan nona, tapi aku harap anda tidak mengganggu hubungan tuan dan nona Aleea.” Batin Justin yang masih melihat tubuh Syeila yang memasuki lift.