Aku Istrimu! Bukan Dia!

Aku Istrimu! Bukan Dia!
Jahat?


__ADS_3

“Sayang kenapa Aleea bisa disini?” Tanya Syeila kepada Aleea yang berada di depannya.


Mereka berada di ruang keluarga, dengan posisi Syeila duduk di samping Sean, sedangkan Aleea berada didepannya.


Setelah Syeila melihat Aleea yang berada di rumah kekasihnya membuat ia penasaran apa hubungan mereka sebenarnya.


Beberapa lama Aleea dan Sean terdiam setelah mendengar pertanyaan Syeila.


Sean yang sedang berpikir mencari jawaban yang tepat agar Syeila tidak curiga, sedangkan Aleea hanya diam tidak tau mau menjawab seperti apa karna jika ia sampai salah bicara akan membuat masalah.


Dia ambilnya tangan Syeila yang berada diatas pahanya, kemudian ia beri husapan dan ia mulai berbicara, “Sayang! Aleea ini anak sahabatnya Mama. Ia tinggal disini karna orangtuanya pindah ke negara I untuk mengurus perusahaan disana.


Orangtuanya meminta ia untuk tinggal di rumahnya sendiri tapi Mama yang melarangnya untuk tinggal sendiri. Mama ingin dia tinggal di rumah mama tapi kampusnya jauh dari sana dan akan memakan banyak jam perjalanan. Jadi mama memutuskan agar ia tinggal disini untuk beberapa saat.” Ucapnya sambil menatap Aleea sekilas kemudian ia dengan intens menatap kekasih yang ada di sampingnya.


Mendengar penjelasan Sean membuat hari Aleea sakit. Ia mendongakan wajahnya dan menatap ke arah Sean yang berada didepan, menjelaskan tentang keberadaannya disini. Airmatanya sudah menumpuk di pelupuk mata, jika sekali saja ia berkedip maka akan jatuh air mata itu.


Rasa sesak menimpa dadanya, tubuhnya seperti kaku, sulit untuk bergerak. Aleea menghirup oksigen dalam-dalam.


“Aleea, kamu berharap apa akan jawaban Sean. kamu berharap Sean akan menjawab kalau kamu istrinya. Jangan mimpi Aleea.” Batin Aleea berkata dengan ia memejamkan ke dua matanya.


“Oo.. jadi sudah berapa lama Aleea tinggal bersamamu? Waktu kemarin aku kesini tidak melihatnya.” Tanya Syeila kembali.


“Dua hari yang lalu ia pindah kesini. Kan aku jarang dirumah jika nanti akan pergi bertugas. Jadi dia bisa menjaga rumah ini.” Ucap Sean dengan penuh keyakinan sambil menunjuk ke arah Aleea yang ada di depannya.


“Baguslah kalau begitu, jadi aku akan ada temannya jika Aleea berada disini.” Ucap Syeila dengan nada senang kemudian ia melepaskan gengaman tangannya dengan Sean dan ia berjalan ke arah Aleea, ia duduk tepat di samping Aleea.


“Baguslah dia percaya. Jadi aku tidak usah mencari alasan lain untuk meyakinkan dia. Kenapa sih Aleea harus pulang sekarang. Aku juga kenapa bisa lupa memberi ia pesan agar tidak segera pulang karna Syeila berada disini.” Batin Sean sambil ia melihat kekasihnya dengan Aleea.


Setelah kejadian beberapa jam yang lalu, disebuah meja yang tertata rapi berbagai macam makanan yang lezat. Makanan tersebut di buat Aleea bersama beberapa pelayan rumah Sean. Mereka sedang menikmati makan malam dengan santai, hanya dentingan sendok dan garpu yang sedikit terdengar.


“Sayang! Aku perhatikan kamu dari tadi hanya mengaduk-aduk nasi di piringmu,” tegur Syeila yang melihat Sean yang hanya mengaduk nasi di piringnya tanpa minat untuk memakannya.

__ADS_1


Diambil sendok serta piring yang berada di depan Sean, kemudian ia menyuapi Sean dengan nasi miliknya tadi dengan pelan. Sean sama sekali tidak menolak, ia hanya bis menerima suapan demi suapan yang di berikan oleh Syeila sampai makanan yang berada di atas piring milik Sean habis.


Kegiatan Syeila dan Sean terlihat jelas di mata Aleea.


...****************...


Seorang sedang berdiri menatap di luar jendela dengan rahang yang mengeras menampakan urat di lehernya, dengan cepat ia melonggarkan dasinya yang ia rasa semakin menyekik lehernya.


“Tuan, nona Aleea bersedia untuk membayar perbaikan mobil anda.” Ucapan itu masih terngiang di kepalanya darah beberapa saat lalu ketika asistennya memberitahu bahwa Aleea tidak jadi bertemu dengannya dan akan membayar penuh perbaikan itu.


Ia mengambil sebuah kalung dengan mainan berbentuk bunga daisy di dalam kantong celana miliknya.


Ia menatap kalung itu , dengan menampakan seringaian tipis di bibirnya. Ia mendapatkan ide untuk dapat melihat gadis itu dari dekat.


Di sisi lain di sebuah kamar yang cukup luas yang memiliki satu set Queen Bad, sebuah sofa bed, kaca hias dan ruang ganti serta kamar mandi di dalamnya. Ia tengah membongkar beberapa barang untuk mencari sesuatu.


“Aku yakin aku sudah meletakannya di dalam tas waktu itu,” Gumamnya sambil terus membongkar barang-barang yang ia yakini ada terletak di dalam nya.


Beberapa lama ia mencari dan membongkar barang tapi tidak menemukan yang ia cari membuat ia semakin takut akan hilang


Ting!


Suara notifikasi pesan masuk di ponsel milik Aleea.


Ia melihat sekilas ponselnya tanpa minat.


Beberapa menit kemudian ponsel milik Aleea kembali berdering menandakan ada pesan masuk.


Di ambil ponsel miliknya dan ia lihat pengirim pesan itu dengan nomor baru, nomor sama dengan nomor sebelumnya. Ia mulai membuka dan membaca pesan itu.


Matanya membelalak melihat pesan yang dikirimkan oleh seseorang menampilkan barang yang ia cari.

__ADS_1


+62853 : Nona. Apakah anda kehilangan sebuah kalung dengan mainan berbentuk bunga daisy?


(Foto yang menampilkan sebuah kalung dengan mainan buang daisy)


+62853 : Jika ini milik Nona, anda bisa menghubungi saya kembali.


“Aishh. Kenapa bisa sama dia?” Gumam Aleea yang masih setia melihat ke arah ponselnya. Aleea segera membalas pesan itu.


...****************...


Beberapa hari setelah Aleea mengirim pesan untuk mendapatkan kembali kalung miliknya berbentuk bunga daisy.


Setelah ia menunggu sekitar lima belas menit seseorang yang berjanji akan menemuinya telah hadir dengan seseorang yang ia kenal.


“Maaf Nona, sudah membuat anda lama menunggu.” Ucap Asisiten Erlan sambil menundukan kepalanya.


Dapat ia lihat seseorang duduk di depannya. Seseorang yang beberapa waktu lalu ia temui di salah satu perusahaan terkenal.


Aleea sekarang berada di sebuah restoran terkenal di kota N. Setelah bertukar pesan Kemaren, mereka memutuskan untuk bertemu di restoran tersebut.


Sedangkan di sisi lain seorang pria yang sedang bersama kekasihnya menuju sebuah restoran untuk makan siang bersama. Ini adalah hari terakhir sebelum mereka berpisah dikarenakan sang kekasih akan kembali menjalankan tugasnya sebagai seorang pilot. Ia adalah Sean dan Syeila yang sedang menuju ke restoran terkenal di kota N.


Setelah dua puluh lima menit perjalanan mereka sampai di restoran tersebut.


Mereka memasuki restoran itu, tanpa sengaja mata Sean melihat seseorang gadis yang ia kenal berada disana bersama dengan seorang pria yang wajahnya asing baginya.


“Aleea! Sedang apa dia disini. Siapa pria yang sedang bersama dengannya itu?” Gumam Sean pelan.


“Sayang! Kamu bicara apa?” Tanya Syeila kepada kekasihnya.


“Tidak apa-apa,” Jawab Sean sambil melihat ke arah Aleea yang berada disana bersama dengan seorang pria yang tidak ia kenal dengan tatapan yang sulit diartikan.

__ADS_1


__ADS_2