Aku Istrimu! Bukan Dia!

Aku Istrimu! Bukan Dia!
Memilih Dia!


__ADS_3

Aleea sedang memasukan alat tespek dan print nan hasil usg kedalam sebuah kotak yang akan ia bungkus menjadi seperti sebuah kado dengan pita yang menghias di atas kotak tersebut, serta sebuah surat di dalamnya yang Aleea tulis dengan menggunakan tangannya.


“Semoga Papa senang ya sayang dengan kado yang mama siapkan di hari spesial seperti ini.” Ucap Aleea pelan sambil mengelus perutnya yang masih rata.


Aleea meletakan kado tersebut diatas meja lemari, kemudian ia mengambil ponselny yang berada di atas nakas dan menelepon salah satu nomor yang ada di ponselnya.


Hari ini hari anniversary pernikahan Aleea dan Sean yang pertama.


Tuuut.. Tuuut.. Tuuut..


Suara ponsel Aleea ketika menelepon seseorang.


Tidak beberapa lama sambungan itu terhubung.


“Hallo By. kenapa kamu menghubungi ku? Kamu baik-baik saja kan?”


Terdengar suara seseorang yang membuatnya tersenyum. Selalu ada yang membuatnya bahagia.


“By. Kamu masih disana kan? Kenapa kamu diam?”


“By.. jangan buat aku khawatir.”


“Apakah aku harus pulang sekarang?”


Ucap seseorang yang berada di seberang sana.


Aleea hanya tersenyum mendengar perkataan Sean.


“Kamu nanti jangan pulang malam yaa. Ada yang ingin aku kasih tahu. Kamu sebagai orang yang pertama mendengar kabar ini dati ku”


Ucap Aleea.


“Iya. Baby, aku akan segera pulang setelah menyelesaikan pekerjaan ku.”


“Yasudah aku tutup dulu ya. Kamu hati-hati.”


“Iya By. Love you,”


“Love you too,” setelah mengucapkan itu Aleea menutup panggilan teleponnya.


Aleea menuruni tangga nya, melangkahkan kaki nya menuju Taman belakang rumah mereka. Terlihat para pelayan yang sejak tadi mondar-mandir untuk menghiasi Taman belakang rumahnya menjadi lebih indah. Serta sebuah meja yang di lengkapi oleh dua kursi yang saling berhadapan. Aleea menyiapkan untuk makan malam untuk mereka berdua.


Aleea ikut membantu menghiasi Taman tersebut. Senyuman sejak tadi terus menempel di bibir indahnya.

__ADS_1


“Perfect,” satu kata ya g keluar dari mulut nya. Saat melihat Taman belakang rumah mereka menjadi sebuah Taman yang sangat cantik saat ia melihatnya.


Malam pun tiba. Sekitar waktu menunjukan pukul jun malam.


Sean membawa dirinya untuk masuk ke dalam rumahnya tapi ia hanya melihat kosong di ruangan tersebut.


Sean terus masuk kedalam ruangan itu untuk mengganti pakaiannya. Tapi langkahnya terhenti ketika namanya di panggil oleh istri nya.


“Sean! Kamu mau kemana?” Tanya Aleea.


Sean yang membalikan tubuhnya melihat Aleea yang berjalan ke arahnya.


Malam ini Aleea terlihat jauh sangat cantik, walaupun sepeti biasa selalu cantik tapi kali ini sudah di ganggu pria.


“Malam ini kamu harus mengikuti ku. Akan aku berikan kamu hadiah.” Lanjutnya kembali.


“Kamu mau kasih aku rahasia apa By? Pakai rahasia-rahasia segala.” Ucap Sean yang penasaran tentang kado apa yang akan di berikan Aleea untuk dirinya.


“Ayo. Kamu malam ini hanya miliku,” Ucap Aleea sambil mengandeng lengan Sean untuk ia bawa ke Taman belakang rumah.


Sean tertegun ketika melihat Taman rumah nya menjadi indah sepeti ini.


“Kamu yang menghiasnya By?” Tanya Sean yang di beri anggukan oleh Aleea. Kemudian ia berkata “tetapi di bantu pelayan juga untuk menghias Taman ini.”


Sean menghentikan langkahnya tanpa melihat tatapan Aleea. Sean mengangkat telepon dari seseorang yang menjelaskan keadaan seseorang.


Sean : Hallo, ada apa anda menghubungi ku?


.....


Sean : kenapa dia harus di operasi sekarang. Sore tadi ketika saya meninggalkannya dia dalam keadaan baik-baik saja.


.....


Sean : baiklah aku akan kesana, tolong kamu jaga Syeila dulu.


“Kamu membohongi ku lagi Sean?” Ucap Aleea dengan nada lemah yang sedikit serak.


Deg!!


Tubuh Sean tersentak ketika ia tidak sengaja mengangkat panggilan dari pihak rumah sakit. Ia menatap Aleea dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


Lama mereka berdiam diri saling menatap dengan tatapan yang sulit di artikan. Tatapan Aleea penuh dengan kekecewaan dan kesedihan yang mendominasi.

__ADS_1


“Maaf, aku tidak bermaksud berbohong pada mu. Tapi Syeila lebih membutuhkan ku saat ini.” ucap Sean dengan nada yang rendah di suara bariton nya.


Deg!!


Runtuh sudah pertahanan Aleea mendengar perkataan Sean. air matanya mulai membasahi pipinya.


“Jadi selama ini kamu masih mengurusi mantan kekasihmu itu?” Tanya Aleea yang di berikan anggukan oleh sean.


“Maaf By, aku harus pergi sekarang.”


“Syeila disana tidak ada yang menemaninya,”


“Maaf By, aku harus pergi sekarang.”


Ucap Sean dengan lemah.


Sean membalikan badan nya dan kemudian ia mulai mencoba melangkahkan kakinya keluar dari ruangan itu.


“Jika kamu tetap pergi menemui nya sekarang ini, maka kamu akan kehilangan kami dari hidup mu,” Ucap Aleea yang melihat Sean berjalan keluar dari ruangan itu.


“Syeila sekarang lagi membutuhkan aku, dia akan operasi. Ku harap kamu mengerti,” Ucap Sean kembali membawa tubuhnya jalan keluar.


“Jadi kamu memilih dia dan lebih kehilangan kami?” Tanya Aleea kembali.


“Kamu jangan egois By, aku bilang Syeila sekarang lagi membutuhkan aku,” Ucap sean kemudian ia meninggalkan Aleea yang masih berada di ruangan itu.


“Sean! Tunggu! Kita belum selesai bicara.” Ucap Aleea yang melihat sean berjalan keluar dari ruangan itu.


Brukkk!!!


Suara tubuh Aleea terjatuh akibat tubuhnya tersandung.


Awww!!


Suara Aleea meringis ketika merasakan perutnya sakit. Ia menggengam kuat ujung bajunya untuk melampiaskan rasa sakit yang ia rasakan.


“Nona. Apakah nona baik-baik saja?” Ucap seorang pelayan yang melihat Aleea terjatuh dan mencoba untuk membatu Aleea berdiri.


“Saya baik-baik saja bik,” bohong Aleea.


“Alee ke kamar dulu ya bik, mau istirahat,” Ucap Aleea kemudian melangkah kan kakinya kembali kekamarnya yang setiap langkahnya ia meringis menahan sakit di perutnya.


“Bertahanlah sayang.” Ucap Aleea pelan sambil mengelus perutnya yang masih rata.

__ADS_1


__ADS_2