
Sepuluh menit kemudian ....
Robert dan Kelvin datang ke tempat BBQ terdekat.
Tempat parkir penuh, mobil tidak bisa masuk, jadi mobil Robert hanya bisa diparkir di gerbang tempat parkir.
Begitu mobil berhenti, satpam langsung datang.
“Halo Pak, mobil Anda tidak boleh parkir di sini.” Satpam itu melirik Bugatti dan berkata dengan hati-hati kepada Robert.
Sebagai satpam di tempat parkir, dia telah mempelajari semua jenis mobil secara mendalam, dan hanya dengan sekilas dia sudah mengenali Bugatti, jadi dia bersikap dengan sangat sopan di depan Robert.
Robert dengan enggan merentangkan tangannya dan berkata, "Paman, parkiran di dalam sudah penuh, sudah tidak ada tempat untuk memarkir mobil lagi, jadi aku akan parkir di sini dulu. Kalau ada yang keluar, beri tahu aku, aku akan memindahkan mobilku ke dalam."
Mendengar ini, satpam hanya tersenyum.
Jika orang lain, dia pasti tidak memperbolehkan mobil di parkir di gerbang tempat parkir.
Tetapi di hadapan Bugatti ini, dia tidak berani melawan, jika sampai menyinggung pemilik mobil, bahkan pemilik dari kawasan BBQ ini juga tidak akan berani melindunginya!
"Oke, silakan," kata satpam itu dengan tak berdaya.
Dia terpaksa membiarkan Robert memarkir mobil di depan gerbang karena tak berani menyinggungnya!
Lagi pula, tempat parkir penuh, dan mobil lain tidak bisa masuk. Harus ada mobil lain yang keluar sebelum mobil ini bisa masuk.
"Terima kasih, Paman," jawab Robert.
Setelah itu, Robert memasuki kawasan BBQ bersama Kelvin, mencari tempat duduk, memesan beberapa sate, dan kemudian memesan beberapa botol bir.
Tetapi Robert ingin minum jus, dia masih harus menyetir, jadi dia tidak boleh minum bir.
Kelvin suka minum bir, jika tidak membiarkan dia minum, dia akan merasa tidak nyaman saat makan sate.
“Ayo! Kelvin, tos dulu.” Robert mengangkat gelas jusnya dan berkata.
Segelas bir masuk ke perut.
Kelvin mendengus dan berkata, "Robert, apakah kamu tahu bahwa sikapmu sangat tidak etis? Kamu tidak pernah memberitahuku kalau kamu adalah bos besar Starway Entertainment! Apakah kamu masih memperlakukan aku sebagai sahabatmu?"
Robert meletakkan cangkir jus di atas meja dan berkata dengan tak berdaya. "Ini ... ini benar-benar di luar dugaanku."
Dia menjadi bos besar Starway Entertainment karena dia mencegah Jasmine melompat dari gedung. Dia bahkan tidak mengetahuinya sebelumnya, jadi bagaimana dia bisa memberi tahu Kelvin? Tapi, bahkan jika dia telah mengetahuinya sebelumnya, dia juga tidak bisa memberi tahu Kelvin!
Jika tidak, Kelvin pasti akan terus memohon padanya untuk bergabung dengan Starway Entertainment.
__ADS_1
“Robert, karena kita adalah sahabat, aku akan berkata secara jujur padamu. Aku ingin bergabung dengan Starway. Bisakah kamu membantuku?” Kelvin menatap Robert dengan tatapan serius.
Robert bergeming.
Robert berkata dengan tak berdaya. "Apa yang akan kamu lakukan?"
"Menjadi terkenal! Menjadi bintang! Menjadi orang berpengaruh!" kata Kelvin dengan penuh semangat.
Robert melanjutkan dengan tertawa kecil. "Asalkan kamu bisa mengelola perusahaan Berto dengan baik, aku boleh mempertimbangkan untuk menjadikan Starway Entertainment sebagai anak perusahaan Berto! Dengan begitu, kamu tidak hanya bisa bergabung dengan Starway Entertainment, tapi kamu juga menjadi direktur Grup Berto! Bagaimana?"
Kelvin tiba-tiba berdiri karena terkejut, melebarkan matanya dan berkata, "Benarkah? Kamu ... apakah kamu tidak bercanda?"
Dia sangat terkejut hingga tergagap.
Direktur?
Sama seperti direktur Lia dari Grup Setiawan?
Sebelum ini, dia bahkan tidak berani memikirkannya!
Robert merentangkan tangannya dan berkata, "Apakah aku terlihat sedang bercanda denganmu?"
Baik Berto maupun Starway adalah miliknya sekarang, tetapi kedua perusahaan tidak dapat berdiri sendiri, mereka harus bersatu. Berto didirikan olehnya, dan tentu saja ia harus memasukkan Starway ke dalam perusahaan Berto, dan membentuk Grup Berto.
“Hei, bisakah kalian berdua jangan membual? Bisakah kalian makan dengan baik-baik? Dari saat kami duduk hingga sekarang, kami terus mendengarkan bualan kalian!” Seorang pemuda mencibir ke meja di sebelahnya.
Ada dua pria dan dua wanita yang duduk di meja tersebut, mereka berempat adalah orang mengendarai Cayenne sebelumnya.
Pemuda yang berbicara adalah Wellion, pemuda yang mengemudi itu.
Mereka ingin datang ke sini untuk makan sate dan bersantai.
Tetapi, baru saja duduk, ada dua orang mengikuti di belakang. Setelah duduk, kedua orang itu mulai membual, berbicara tentang memulai perusahaan, mendirikan grup, direktur, dan lainnya. Hal yang paling lucu adalah salah satu dari mereka bahkan mengatakan bahwa dia adalah bos besar dari sebuah perusahaan hiburan.
Sebelumnya Wellion sudah sangat emosi saat ditegur oleh Irwan, dan diejek oleh dua wanita itu, sekarang dia bertemu lagi dengan Robert dan Kelvin yang tak henti-hentinya membual dari tadi, amarahnya benar-benar tak tertahankan.
Sungguh tak tahu malu!
Dari pagi ini hingga sekarang, mereka telah mendengar setidaknya beberapa orang mengatakan bahwa mereka adalah bos besar Starway!
Jika dia adalah bos besar Starway, apakah masih perlu makan sate di sini? Bukankah seharusnya langsung ke hotel besar, atau menyewa koki pribadi?
Orang-orang ini tidak bisa melakukan apa pun, dan hanya tahu membual!
Dengan adanya Wellion yang memimpin, para tamu lain di meja sekitarnya juga menunjukkan ketidakpuasan mereka.
__ADS_1
"Makan BBQ saja masih membual! Kalau benar-benar hebat, kenapa masih makan BBQ di sini?"
"Dilihat dari penampilan, mereka pasti orang miskin! Datang ke sini hanya untuk mencari perhatian!"
"Iya benar! Apakah kalian tidak malu? Membual dari saat duduk hingga sekarang!?"
"Mereka tidak malu, kita yang malu! Sekujur tubuhku merinding karena malu."
"Bisakah kalian berhenti membual?"
"..."
Begitu mendengarkan perkataan orang-orang di sekitarnya, Robert menyeringai tanpa sadar.
BBQ memang enak, tetapi tidak bisa mengobrol dengan sesuka hati.
Misalnya, sekarang, dia dan Kelvin mengobrol masalah kerja dengan baik, tetapi malah dimarahi oleh sekelompok orang.
Alasannya adalah mereka dicurigai sedang membual!
Membual tak henti-henti!
"Maaf."
Robert meminta maaf kepada tamu lain di sekitarnya. "Maaf, suara kami telah memengaruhi kalian menikmati makanan, kami akan mengecilkan suara kami."
Kelvin mengerutkan kening dan berkata, "Robert, kamu ...."
Robert terkekeh dan menggelengkan kepalanya.
Dia merasa tidak perlu membuat semua orang merasa tidak nyaman.
“Oh! Ternyata kamu tidak terlalu bodoh!” kata Irwan.
Wellion juga mencibir. "Benar-benar merusak suasana, kalau mau membual, membual saja di rumah, jangan mengganggu kami!"
Kedua wanita itu juga ikut-ikutan.
"Iya benar!"
"Dasar sampah!"
Namun, baru saja menyelesaikan perkataan mereka ....
Seorang satpam bergegas kemari, berjalan ke Robert, dan berkata dengan hormat, "Tuan, ada mobil yang keluar, Bugatti Anda bisa diparkir di dalam."
__ADS_1