
Lia merasa bingung.
Dia merasa bahwa dirinya telah melakukan semuanya dengan sangat baik, kenapa ayah dan kakeknya masih memperlakukannya seperti ini?
Dia sangat ingin tahu alasannya, memahami kenapa dia diperlakukan seperti ini!
Jika memang ada sesuatu ketidak berdayaan dibalik semua ini, dia bisa memilih untuk menerima.
Tetapi jika semua ini hanya untuk kepentingan komersial, dia lebih baik mati daripada menyerah!
"Huh!"
Bambang mendengus kuat, "Bagi grup besar, aturan lebih penting daripada pasar! Tanpa aturan, semuanya akan kacau!"
"Aturan?"
Lia berkata kepada Joni dengan senyum masam. "Ayah, begitukah? Hanya karena sebuah aturan? Kalian ingin menghapus semua pengorbananku? Aturan omong kosong macam apa ini!"
Ketika para tamu melihat reaksi Lia, ekspresi tak berdaya muncul di wajah mereka.
Aturan apa?
Jawabannya jelas, dia adalah seorang wanita!
Tidak peduli seberapa berbakatnya dia, tidak peduli seberapa baik dia dalam mengelola Grup Setiawan, pada akhirnya, Grup Setiawan hanya dapat diserahkan kepada pria dari keluarga Setiawan.
"Lia, kami melakukan semua ini untuk kebaikanmu juga."
Joni menjawab, "Keluarga Anderson adalah keluarga terkemuka, bahkan lebih kuat dari keluarga Setiawan. Kau akan lebih bahagia kalau hidup bersama Tuan Muda Anderson kelak! Sudah, jangan keras kepala lagi, kalau masih ada yang perlu dibicarakan, kita bicarakan lagi setelah perjamuan selesai, oke?"
Sekarang semua orang yang berkedudukan tinggi di Jakarta pada dasarnya berada di sini.
Jika Lia terus membuat masalah, hal itu tidak akan berdampak buruk pada seluruh keluarga Setiawan, bahkan membuat keluarga Setiawan menjadi sebuah lelucon di Jakarta!
"Aku tidak butuh itu!"
Lia tiba-tiba berkata dengan penuh emosi, "Aku punya pacar, aku hanya ingin mendapatkan pemberkatan dari kalian, tapi kalian tidak hanya menentangku, tapi juga ingin aku berpacaran dengan Steven! Aku meminta alasan kalian mengorbankan diriku, tapi kalian malah menyarankan aku untuk tenang! Bagaimana mungkin aku bisa tenang?"
"Cukup!"
Bambang mendengus dingin. "Ini bukan tempat bagimu untuk ribut-ribut! Hari ini aku telah mengambil keputusan! Tidak peduli bagaimanapun, kau harus mendengar keputusanku!"
__ADS_1
Pada saat ini, Wiranto berjalan keluar, menepuk bahu Bambang, dan berkata, "Saudaraku, setiap anak muda punya pemikirannya sendiri, sebaiknya jangan mempermasalahkan lagi hal ini, bagaimana? Hari ini adalah ulang tahunmu, bagaimana kalau ...."
Bambang melirik Wiranto dan menjawab, "Direktur Wiranto, masalah hari ini adalah urusan keluarga kami, sebaiknya kau tidak ikut campur."
Ketika Wiranto mendengar ini, dia menghela napas dan menatap Robert dengan tatapan meminta maaf.
Karena Bambang telah berkata demikian, dia juga tak berdaya.
Dia dapat membantu Robert untuk hal-hal sepele, tetapi hal ini adalah masalah keluarga Setiawan, dan tidak ada hubungan dengannya.
Bambang memandang Lia dengan dingin dan berkata, "Lia! Mulai hari ini, semua saham dan posisimu di Grup Setiawan akan dicabut, dan dipindahkan kepada Alex! Kau tidak perlu pergi bekerja lagi kelak!
Tunggu saja Tuan Muda Anderson pulang dari luar negeri. Pengawal! Bawa dia pergi!"
Mendengar perkataan Bambang, dalam sekejap Lia tampaknya telah kehilangan semua kekuatannya, dia terhuyung-huyung dan hampir saja terjatuh.
Mimpinya sejak kecil adalah untuk membuat Grup Setiawan menjadi semakin baik.
Untuk itu, dia belajar keras, dia berprestasi sejak kecil. Setelah dia kuliah, dia fokus pada pasar dan ekonomi, dan menghabiskan seluruh waktunya di sana. Di semester keenam, dia mulai bekerja dengan bantuan Bambang, mengambil alih beberapa urusan di Grup Setiawan!
Bambang sering memuji kemampuannya, mengatakan bahwa masa depan Grup Setiawan bergantung padanya, dan kemudian mempromosikannya ke posisi direktur selangkah demi selangkah.
Dia menganggap Grup Setiawan sebagai rumah dan harta miliknya.
Namun sekarang, hanya karena sebuah “aturan” yang dikatakan Bambang, semua hasil kerja kerasnya dihapus begitu saja!
Hal ini sama dengan menyangkal hidupnya selama puluhan tahun secara langsung, mengatakan kepadanya bahwa semua upayanya yang sebelumnya tidak ada artinya!
Robert maju selangkah, memapah, dan menepuk bahu Lia untuk menghibur.
“Hei bocah, aku masih belum mencarimu untuk membuat perhitungan, beraninya kau keluar ikut campur?” Bambang mencibir.
Semua orang juga melihat Robert.
Mereka juga sangat ingin tahu, di situasi saat ini, bagaimana Robert masih berani ikut campur?
Robert dengan acuh tak acuh merentangkan tangannya dan berkata, "Kenapa tidak berani? Apa yang bisa kalian lakukan padaku?"
Selesai berkata, dia menoleh untuk melihat Lia, lalu berkata, "Mereka tidak memberi tahu alasannya, aku akan memberitahumu! Aku tidak paham aturan yang ada di dunia bisnis, tapi ada pepatah di kampung halamanku mengatakan bahwa harta hanya diwariskan kepada anak pria! Kau sangat berkemampuan, tapi sayang sekali kau terlahir sebagai wanita, dan orang tuamu tidak berpihak padamu karena mereka telah kehilangan kualifikasi untuk memperoleh warisan keluarga, dan untuk mempertahankan status mereka di keluarga Setiawan, mereka hanya bisa mengkhianatimu!"
“Omong kosong apa yang kau bicarakan! Siapa yang mengkhianati Lia!" Teriak Joni dengan ekspresi dingin.
__ADS_1
Alex juga berjalan keluar dan berkata dengan tegas. "Hei Robert, omong kosong apa kau di sini, hati-hati kami meminta pertanggungjawabanmu!"
Ibunya Lia juga berkata dengan tegas. "Kami melakukan semua ini untuk kebaikan Lia! Kami ingin dia memiliki kehidupan dan masa depan yang lebih baik!"
Mendengar kata-kata Joni, Robert mencibir.
"Alasan yang sangat lucu!"
Robert mencibir dan berkata, "Steven adalah playboy terkenal, dia bermain wanita di mana-mana. Kalau kalian menikahkan Lia kepadanya, itu sama dengan mengantar Lia ke mulut harimau! Kebaikan apa yang kalian maksud! Jangan mencari alasan yang tak masuk akal!"
Yusuf berkata dengan marah. "Robert! Kau memfitnah Tuan muda kami!"
Robert mencibir, mengabaikannya, dan terus berkata kepada Joni. "Aku sudah mengerti, Steven mengalami kecelakaan, dan kalian takut menyinggung keluarga Anderson, jadi ingin menikahkan Lia kepada keluarga Anderson, dengan begitu kalian dua keluarga bisa menjadi kerabat, ‘kan? Sudahlah, tidak perlu berpura-pura lagi, aku tahu trik apa yang kalian mainkan!”
Mendengar kata-kata Robert, semua orang di sekitar terkejut.
Apakah orang ini gila?
Hari ini adalah jamuan ulang tahun Bambang, hari yang paling penting bagi keluarga Setiawan.
Robert malah menuduh keluarga Setiawan di depan semua tamu.
Apakah dia sudah gila?
"Diam!"
Bambang mendengus marah dan berkata, "Satpam, usir keluar orang ini!"
Dia benar-benar kesal!
Selama bertahun-tahun, tidak ada yang berani menuduhnya secara langsung!
Semua orang hanya akan menaati perintahnya!
Namun sekarang, di pesta ulang tahunnya, beraninya Robert menuduhnya?
Ini lebih keterlaluan daripada menjatuhkan harga dirinya!
Selesai berbicara, dua orang satpam datang dan berkata kepada Robert dengan ekspresi dingin, "Tolong segera pergi dari sini!"
Robert meraih pergelangan tangan Lia, dia menatap Bambang dengan dingin dan berkata, "Ingat baik-baik apa yang kalian lakukan hari ini! Kalian mengusirku keluar, kelak bahkan kalau kalian mengundangku, jangan berharap aku akan datang ke sini lagi"
__ADS_1