Aku Menggali 1 Ton Emas

Aku Menggali 1 Ton Emas
174


__ADS_3

"Gedung Longtech."


Saat Robert sedang berbicara dengan Kelvin, tiba-tiba teleponnya mendapat pesan.


Pesan itu dikirim oleh Lia.


Pesannya sangat pendek.


"Kembali ke rumah untuk makan siang."


Robert melihat jam dan sudah hampir siang.


"Kalian sibuk dulu, masih ada sesuatu yang harus kukerjakan."


Setelah Robert mengucapkan selamat tinggal kepada Kelvin, dia meninggalkan perusahaan Berto.


Di luar, hujan sedang turun deras.


Saat Robert kembali ke halaman rumah, dia basah kuyup.


Di saat yang sama, di ruang makan.


Di atas meja makan dipenuhi oleh hidangan.


Lia meletakkan hidangan terakhir dan menaruhnya di atas meja, dan berkata sambil tersenyum. "Feronika, ternyata kemampuan memasakmu lumayan hebat."


Feronika tersenyum, dan berkata, "Tentu saja, aku adalah seorang ahli dalam pekerjaan rumah tangga! Ayo kita makan?"


"Tidak buru-buru, masih ada satu orang." Lia berkata dengan misterius.


Feronika mengangkat alisnya dan bertanya dengan terkejut. "Kau juga mengajak orang lain?"


"Bukan orang lain, tapi pemilik rumah ini, kalau tidak, apa kau pikir aku mampu membeli rumah ini?" Lia tersenyum dan berkata.


"Hmm?"


Feronika bertanya dengan ragu-ragu. "Pemilik rumah? Tadi aku sudah bertanya padamu tentang ini, kau bilang kau hanya tinggal sementara di sini, tidak mau memberitahuku siapa pemilik rumah ini! Sekarang sudah waktunya untuk memberitahuku, 'kan?"


Lia tersenyum, dan berkata, "Kau akan tahu setelah melihatnya, aku rasa dia juga akan segera pulang."


Pintu ruang tamu tiba-tiba dibuka oleh seseorang.


Kemudian, seorang pria muda berlari masuk dari luar, sambil berlari dia berkata, "Hujan deras sekali! Aku basah kuyup!"


Feronika melihat pria muda itu dan tiba-tiba terkejut hingga matanya terbelalak.


Robert?


Bagaimana dia bisa disini?


Dia adalah pemilik rumah ini?


Artinya, Lia tinggal bersama Robert?


Saat ini, Robert jelas baru saja masuk dari luar, pandangan matanya belum terbiasa dengan lingkungan di dalam ruangan, dengan santai dia melepaskan kemeja basahnya, menunjukkan ototnya yang indah. Dikarenakan air hujan yang membasahi, tubuhnya terlihat seperti bersinar, benar-benar terlihat sempurna!


"Wow ...," ujarnya dengan sangat antusias.


Melihat adegan ini, Lia dan Feronika tidak sengaja menjerit dengan kuat, terutama Lia.


Dia sudah tinggal banyak hari bersama Robert, tetapi tidak pernah melihat Robert dengan tubuh atas tanpa pakaian, dia tidak pernah menyangka bahwa Robert memiliki otot yang sekuat itu.


"Hmm?"

__ADS_1


Robert terkejut oleh jeritan dari kedua wanita itu, bahkan secara tidak sadar menutupi dirinya dengan kemeja yang sudah dilepasnya.


Pada saat ini, dia menyadari ada Lia dan Feronika yang berdiri di arah ruang makan.


Lia tersenyum dan berjalan ke sana, dan berkata dengan penuh makna tersirat kepada Robert. "Tubuh Bos Robert ternyata sangat bagus. Kau menyembunyikannya begitu lama dan tidak pernah memperlihatkannya padaku, akhirnya saat Feronika pertama kali datang, kau memperlihatkan ototmu di depannya, apakah kau begitu tidak sabar?"


Robert bergeming.


Dia segera memakai kemejanya kembali, dan berkata dengan tidakb berdaya. "Jangan bercanda! Aku tidak tahu dia ada di sini. Oh ya, bagaimana dia bisa ada di sini?"


"Aku yang memanggilnya untuk memasak makan siang untukmu! Ini sebagai ucapan terima kasih atas pekerjaan bagus yang kau berikan padanya! Kalau kau tidak bersedia, aku akan mengusirnya sekarang juga, bagaimana?" Lia tersenyum.


Feronika bergeming.


Apa-apaan ini, aku bukan orang seperti itu.


Robert berkata dengan tidak berdaya."Apa yang kau bicarakan, yang datang ke rumah adalah tamu!"


Setelah itu, dia mengatakan dengan malu-malu kepada Feronika. "Maaf, aku tidak tahu kalau kau ada di sini."


Wajah Feronika memerah, menundukkan kepala dan berkata. "Tidak apa-apa."


"Lihatlah, kau membuat Feronika malu!"


Lia tersenyum dan berkata. "Bos Robert, bukankah aku sudah memberitahumu bahwa Feronika ada di sini? Bagaimana bisa kau tidak tahu? Apakah kau sengaja memperlihatkan otot yang indah dan sempurna ini di depanku karena kau tahu dia ada di sini?"


Begitu mendengar ucapan itu, Robert langsung marah dan menatap Lia dengan tajam lalu berkata, "Kapan kau memberitahuku? Kau ...."


"Aku tidak mau dengar, aku tidak mau dengar! Jangan bicarakan lagi, aku tidak mau dengar!" Lia menutup telinganya dan menggelengkan kepala dengan cepat sambil berseru.


Robert bergeming.


Sial!


Luar biasa!


"Jangan hiraukan wanita gila ini, aku akan pergi mengganti pakaian!" Robert berkata kepada Feronika.


Lalu, dia langsung masuk ke dalam.


Ini adalah hidangan yang paling mewah yang pernah dimakan oleh Robert, dan juga yang paling memusingkan.


Setelah mengantar Feronika pergi, Robert kembali ke rumah dan wajahnya tiba-tiba menjadi serius. Dia menatap Lia dengan tajam sambil berkata, "Lia, aku akan memberesimu!"


Setelah mengatakan itu, Robert langsung melompat ke arah Lia.


Lia tidak akan tahu siapa pemilik rumah ini jika aku tidak memberinya pelajaran!


"Ah! Tolong! Ada yang ingin berbuat mesum padaku!"


Lia menjerit, dan langsung berlari ke dalam kamar.


Tapi tidak jauh berlari, dia ditekan ke lantai oleh Robert dan kemudian Robert menepuk pantat Lia dengan satu pukulan ....


Hasilnya, saat Robert menepuk pantatnya, Lia tidak hanya tidak meraung, justru mengeluarkan suara genit.


“Arhhh~”


Robert bergeming.


Astaga, suara apa ini?


"Ayo! COMEON! Lanjutkan!" Lia berbalik dan menatap Robert dengan tatapan mesum.

__ADS_1


Robert bergeming.


Kenapa terasa seperti sedang menggodaku?


"Kalau masih terus menggodaku, percaya tidak aku akan langsung menghukummu di tempat?" Robert berkata dengan marah.


Dia juga memiliki emosi kecil, jika sampai marah besar, dia tidak akan peduli siapa orang itu.


"Ayo! Dengan begitu aku akan menjadi istri pertama, Elysia akan menjadi istri keduamu! Bukankah kehidupanmu akan sangat indah?" Lia berkata sambil tertawa.


Robert bergeming.


Lupakan saja, dia tidak berani memprovokasinya, dan memilih untuk pergi ....


Keesokan harinya.


Hanya tersisa satu hari lagi sebelum konser Jasmine.


Robert menelepon Ricky untuk bertanya tentang persiapan konser.


"Tuan Robert, semuanya sudah diatur dengan baik, 26 artis juga sudah tiba di Jakarta, tinggal di Hotel Fantasy! Sekarang hanya menunggu konser besok," jawab Ricky.


Robert mengangguk, dan berkata, "Baik, cek lagi untuk memastikan tidak ada yang terlewat!"


"Ya!" Ricky menjawab.


Setelah menutup telepon, Robert mengangguk puas dan tenang dengan kerja Ricky.


Orang ini cukup playboy, tapi kemampuan kerjanya patut diakui.


Dalam sekejap, tanggal 10 Juli pun tiba.


Setelah sarapan, Robert mengeluarkan ponselnya untuk menelepon orang tuanya dan mengajak mereka untuk menonton konser Jasmine.


Lagipula, ini gratis. Selain itu orang tuanya juga belum pernah menonton konser.


Namun, saat ponselnya baru saja dikeluarkan, tiba-tiba datang panggilan dari ayahnya.


"Halo Robert, kami akan segera tiba di Jakarta! Apakah kau sedang di kampus sekarang? Kami akan pergi menemuimu!" Suasana hati ayahnya terdengar sangat baik di ujung telepon.


"Eh? Bagaimana kalian bisa datang ke Jakarta?" Robert bertanya dengan bingung.


Bukankah dia masih belum memberi tahu orang tuanya tentang hal ini?


Bagaimana mereka bisa tiba-tiba datang?


Jangan-jangan terjadi sesuatu.


Tanpa sadar, Robert terpikir pada paman dan sepupunya.


Antonius tertawa terbahak-bahak. "Ini semua berkat paman dan sepupumu. Bukankah sepupumu bekerja di perusahaan yang sama dengan Jasmine? Dia mengajak kami untuk menonton konser Jasmine dan mengajak kami makan malam, jadi memanggil aku dan ibumu ke sini!"


Robert mengangguk. "Baiklah, aku akan mengatur tempat tinggalmu."


"Tidak perlu! Pamanmu mengatakan akan mengaturnya untuk kami, katanya langsung di kamar suite hotel bintang lima!" Antonius berkata dengan gembira.


Robert bergeming.


Tampaknya paman dan sepupunya tidak begitu buruk, setidaknya mereka tahu bagaimana berbagi dengan saudaranya.


Tetapi, Robert merasa bahwa masalah ini tidak begitu sederhana.


Kedua orang itu tidak seperti orang yang baik hati.

__ADS_1


__ADS_2