Aku Menggali 1 Ton Emas

Aku Menggali 1 Ton Emas
Bab 96 Hadiah yang Berbeda


__ADS_3

Di gedung atas.


Begitu mendengar perkataan Robert, Jasmine langsung berhenti menangis.


Sebenarnya, kalimat pertama Robert telah membuatnya tersentuh, bagi seorang penderita depresi, hal yang sebenarnya dibutuhkan adalah seseorang yang bisa memahaminya.


Bertahan hidup adalah hal yang kejam baginya, orang lain membujuknya dengan cara memberitahunya betapa indahnya dunia ini, harus menghargai hidupnya, tetapi dia tidak bisa merasakan kehangatan sedikit pun, yang dia rasakan hanya kekejaman dan penderitaan.


Dia benar-benar tidak tahan lagi, tetapi perkataan sederhana dari Robert membuatnya menemukan orang yang memahami dirinya, menemukan satu-satunya orang yang bisa memahami penderitaannya.


Bagi seseorang yang menderita depresi, sulit bagi orang biasa untuk membayangkan betapa menderitanya menghadapi siksaan mental dan jiwa.


Apa yang mereka butuhkan hanyalah seseorang yang dapat memahami mereka. Ketika dua orang penderita depresi bertemu, pemahaman mereka tidak mampu dimengerti orang biasa!


"Kalau begitu ... bisakah kamu membantuku?" Jasmine memandang Robert dan bertanya.


Robert menarik napas dalam-dalam dan berkata, "Aku tidak tahu, tetapi aku boleh mencobanya. Mungkin aku tidak bisa membantumu, tetapi aku bisa mendukungmu."


"Siapa namamu?"


"Robert!"


"Tunggu aku!"


Setelah Jasmine selesai berbicara, dia menghilang dari ambang jendela dan kembali ke kamar.


Orang-orang yang menonton di lantai bawah langsung berteriak kegirangan.


"Woh! Berhasil!"


"Tidak jadi bunuh diri!"


"Anak muda! Kamu sangat hebat! Bagaimana kamu melakukan ini?"


"Iya benar! Apa yang kamu katakan tadi membuatku takut setengah mati. Aku bahkan takut perkataanmu akan membuatnya semakin ingin bunuh diri! Aku hampir saja memukulmu!"


"..."

__ADS_1


Kelvin juga ikut kegirangan dengan meraih tangan Robert lalu berkata dengan penuh semangat. "Robert, kamu sungguh hebat! Perkataanmu yang terdengar kejam benar-benar berhasil membujuknya untuk tidak bunuh diri!"


Robert terkekeh, menggelengkan kepalanya dan berkata, "Walaupun kujelaskan, kamu tetap tidak akan mengerti."


"Huh!" Kelvin memutar matanya dan berkata, "Jangan sombong, ya!"


Robert tersenyum lalu menggelengkan kepalanya, dan tidak melanjutkan.


Banyak hal tidak perlu dijelaskan kalau memang bisa mengerti, misalnya penderita depresi.


Pada saat ini, ponsel Robert tiba-tiba berbunyi.


Robert mengeluarkan ponselnya dan alisnya pun berkedut.


Hadiah dari sistem Berita Utama Besok.


Tetapi kali ini hadiahnya membuat Robert sedikit terkejut.


"Selamat Anda telah berpartisipasi dalam konten Berita Utama Besok dan berhasil menyelamatkan penyanyi yang ingin bunuh diri. Sistem akan memberikan 80% saham Starway Entertainment kepada Anda, Anda akan memiliki hak pengambilan keputusan dan satu hak veto. Hadiah ini diperoleh dari transfer dan akuisisi legal melalui jalur formal, dan tidak ada perselisihan transaksi, silakan klik untuk menerimanya.”


Ternyata hadiah kali ini adalah mendapatkan perusahaan hiburan tempat di mana Jasmine bekerja!


Meskipun hanya memperoleh 80% saham, tetapi dengan memiliki saham sebesar itu dan satu hak veto pada dasarnya sama dengan kepemilikan penuh!


Sistem Berita Utama Besok sungguh mengesankan!


Robert mengklik 'Terima'.


Segera setelah itu, ponselnya menerima pesan teks.


"Tuan Robert yang terhormat, selamat Anda telah memperoleh 80% saham Starway Entertainment, dan memiliki hak veto untuk pengambilan keputusan di perusahaan."


Pada saat ini, tiba-tiba terdengar suara seruan di sekitar.


"Wow! Dia sudah keluar!"


"Aku mencintaimu!"

__ADS_1


"..."


Begitu Robert mendengar teriakan itu, dia meletakkan ponsel kembali di sakunya dan melihat ke arah pintu masuk hotel.


Di pintu hotel.


Seorang gadis cantik yang memakai gaun dan berambut hitam panjang berjalan ke arahnya dengan cepat. Dia adalah Jasmine, tetapi berbeda dari apa yang dilihat di TV. Pada saat ini, Jasmine terlihat sangat emosional.


Jasmine mengabaikan orang-orang di sekitarnya dan langsung berjalan ke Robert.


Kemudian, dia berhenti pada jarak satu meter dari Robert, memaksakan senyum dari wajahnya, lalu memandang Robert dan berkata, "Kamu Robert?"


Robert mengangguk dan berkata, "Ya."


Mendengarkan jawaban sederhana Robert, senyum tipis di wajah Jasmine runtuh seketika, dan air matanya tiba-tiba jatuh tak tertahankan.


Kemudian di luar dugaan semua orang, Jasmine bergegas memeluk Robert erat-erat, kepalanya berbaring di bahu Robert, menangis histeris di luar kendali.


"Kamu …." Robert tercengang.


Dia hanya ingin membujuk Jasmine untuk tidak bunuh diri, tetapi dia tidak menyangka adegan ini akan terjadi.


Suasana sekitar yang awalnya heboh menjadi hening dalam seketika, semuanya menatap Robert dengan tatapan tidak percaya.


Apa yang mereka lihat?


Jasmine mengambil inisiatif untuk memeluk Robert? Dia adalah penyanyi cantik yang sangat hebat!


Robert mendapatkan perlakuan yang sangat istimewa di mata mereka. Semua orang tidak menyangka Jasmine akan memeluk seorang pria yang baru dia kenal tidak lebih dari dua menit, dan menangis di luar kendali. Apakah karena perkataannya tadi?


Untuk sementara waktu, orang-orang di sekitar menatap Robert dengan iri, termasuk Kelvin. Mulutnya terbuka lebar dan tidak tahu ingin berkata apa.


Pada saat ini, beberapa orang tiba-tiba bergegas keluar dari hotel.


Orang yang memimpin adalah seorang pria paruh baya yang bertubuh kurus, dia mengenakan kacamata persegi berbingkai perak, dilihat dari matanya, dia adalah orang yang sangat cerdas.


"Jasmine, apa yang kamu lakukan?!"

__ADS_1


Pria paruh baya itu langsung berteriak dengan marah saat melihat Jasmine berbaring di bahu Robert.


__ADS_2