
Di asrama putra.
Begitu Kelvin bangkit dari tempat tidur, dia langsung mendengar suara Hardi di radio.
"Sialan! Benar-benar tak tahu malu!"
Dia langsung mengutuk dengan suara rendah.
Meskipun Hardi tidak langsung menyebut nama Robert di siaran radio, tapi semua orang juga dapat mendengar bahwa orang yang dimaksud adalah Robert!
Pada saat ini, semua orang yang mendengar siaran radio mulai diam-diam membicarakan hal itu.
"Wow... akan segera ada pertunjukan menarik nih."
"Meskipun Elysia membantu Robert, tapi bagaimanapun pengaruh dia tidak sebesar ketua OSIS!"
"Kamu salah, pengaruh Elysia jelas lebih besar daripada Hardi, tetapi kalau dari segi wewenang, tentu saja Hardi lebih hebat! Dari urutan postingan di forum sudah bisa terlihat jelas, postingan Hardi secara otomatis berada di urutan teratas, sedangkan postingan Elysia harus diurutkan secara manual!"
"Itu karena Robert terlalu high profile, dan telah menyinggung Hardi!"
"Ckck, cukup membuat cemburu nih bisa jadi sugar baby-nya Direktur Lia!"
"Aku tidak cemburu dengan hal semacam ini! Tapi, jika masalah ini terus dibesarkan, Robert kemungkinan akan dikeluarkan."
"Tentu saja! Jika orang seperti itu tidak dikeluarkan, bukankah akan membuat malu mahasiswa lainnya?"
"..."
Kantor kepala sekolah.
“Kepala Sekolah, apakah Bapak tahu orang yang dikatakan Hardi itu?” Seorang pria paruh baya berusia tiga puluhan bertanya kepada Handoko yang sedang duduk di mejanya.
Handoko adalah seorang pria tua berusia enam puluhan, rambutnya sedikit beruban, tetapi masih terlihat sangat energik.
Dia mengangguk, dan berkata dengan heran. "Sudah tersebar di seisi kampus, mana mungkin aku tidak tahu! Hanya saja aku tidak mengerti, dulu juga pernah terjadi hal semacam ini, tapi tidak pernah seheboh ini."
Seorang pria paruh baya bertubuh pendek lainnya berkata, "Karena kali ini, berkaitan dengan Direktur Lia, dan Elysia juga ikut campur masalah ini."
"Ya, jika hanya hal biasa, tidak mungkin seheboh ini."
"Nama mahasiswa itu Robert, kan? Terjadi kejadian begini, dia harus bertanggung jawab sepenuhnya! Kepala Sekolah, aku sarankan Anda untuk mengeluarkannya dari kampus kita!"
"Aku juga setuju! Mahasiswa seperti itu harus segera dikeluarkan, jika tidak akan mempermalukan nama kampus kita!"
"..."
Guru-guru di ruangan ikut-ikutan memberi saran.
Handoko merenung sejenak, lalu menjawab, "Panggil Robert ke kantorku dulu, aku akan bertanya langsung padanya, jika benar dia melakukan hal seperti itu, aku pasti akan mengeluarkannya!"
"Kepala sekolah memang bijaksana!"
"Bagus! Siswa seperti itu harus segera dikeluarkan agar tidak mempengaruhi imej kampus kita kedepannya!"
"..."
__ADS_1
Guru-guru di ruangan pada menyanjung.
Tiba-tiba...
Brumm... brumm...
Deru rendah mesin mobil tiba-tiba terdengar dari luar kantor.
"Um?"
Mendengar suara ini, semua orang di kantor mengerutkan kening.
Meski tidak ada larangan mengemudi di dalam kampus, namun biasanya kampus sangat sepi, siapa yang berani menginjak pedal gas kuat-kuat di sini?
"Ada apa? Pak Sutarto tolong pergi lihat sebentar," kata Handoko.
Seorang pria paruh baya berusia empat puluhan berjalan keluar, dan berkata, "Baik, aku akan pergi lihat!"
Selesai berbicara, dia segera berbalik dan berjalan keluar.
Guru-guru lain saling memandang, dan ada beberapa dari mereka juga ikut berjalan keluar.
Mereka ingin melihat siapa yang berani bising-bising di kampus.
Pada waktu bersamaan.
Di gerbang masuk kampus, banyak mahasiswa yang berjalan keluar masuk di pagi hari, sebagian dari mereka pergi mencari sarapan pagi. Mereka berjalan secara berkelompok, dan kebanyakan dari mereka sedang membicarakan rumor tentang Robert.
Tiba-tiba, terdengar suara mobil sport yang memekakkan telinga, mereka segera berhenti dan menoleh ke belakang.
Tidak jauh dari gerbang, sebuah Bugatti Chiron biru-putih melaju ke arah kampus dengan kecepatan tinggi.
Semua orang merasa kaget begitu melihat mobil itu.
Itu Bugatti!” Seru seorang anak laki-laki.
"Wow! Ayo ambil foto!"
"Itu Bugatti 160 miliar yang sedang heboh beberapa hari terakhir ini! 160 miliar, tahu tidak berapa banyak Mercedes-Benz dan BMW yang bisa kamu beli?"
"Kok datang ke kampus kita?"
"Menggoda anak gadis di kampus kita?"
"Menggoda? Kalau bisa duduk di mobil itu, bahkan ditiduri, juga banyak gadis yang mau!" Kata seorang gadis.
"Setelah Robert jadi sugar baby Direktur Lia, akan segera ada gadis cantik jadi sugar baby pemuda kaya! Aku rasa imej kampus kita akan segera jatuh!"
"Direktur Lia mana bisa dibandingkan dengan pemilik Bugatti? Berapa nilai pasar dari seluruh Grup Setiawan? Berapa harga Bugatti? Setidaknya ada setengah dari Grup Setiawan!"
"Sialan! Hidup orang kaya benar-benar membuat iri!"
"..."
Ke mana Bugatti itu lewat, mereka yang berada di kedua sisi jalan berhenti dan berseru. Membuat mata gadis-gadis itu tidak bisa berkedip, bagi mereka, mobil milik Hardi sudah penuh dengan daya pikat, apalagi Bugatti Chiron seharga 160 miliar!
__ADS_1
Jika itu hanya mobil beberapa miliar, mereka tidak akan begitu tergila-gila! Tapi, Bugatti Chiron berbeda! Itu adalah mobil sport super lebih dari 160 miliar, dikenal sebagai roket darat yang yang menakutkan!
Siapa yang mampu tenang setelah melihatnya?
"Hah? Kenapa Bugatti masuk ke asrama pria?"
"Benarkah? Bukankah seharusnya pergi ke asrama putri?"
"Wow! Mungkinkah yang duduk di dalamnya adalah seorang gadis cantik kaya? Pergi ke asrama pria untuk mencari pria tampan?"
"Ayo pergi lihat! Mungkin aku juga punya kesempatan!"
Sekelompok orang mesum menjadi bersemangat seketika.
Di asrama pria.
Begitu Kelvin selesai mencuci muka, dia menerima telepon dari Robert.
“Hei, ada apa?” Kelvin berkata sambil mengganti pakaiannya.
“Apakah kamu di asrama? Aku akan membawamu ke Grup Setiawan.” Robert bertanya di ujung telepon.
"Ya. Di mana kamu sekarang? Apakah perlu menjemputmu dengan Grand Cherokee-ku?"
"Tidak, aku sudah hampir sampai asrama, kamu bisa turun sekarang."
"Oke."
Setelah menutup telepon, Kelvin bercermin sebentar, lalu berbalik dan berjalan keluar.
Segera, Kelvin turun dari asrama, tapi tidak melihat Robert.
“Di mana dia? Sudah pergi?” Kelvin bertanya dengan curiga.
Begitu suaranya jatuh, langsung terdengar suara deru mesin rendah di telinganya.
Kelvin segera menoleh dan melihat.
"Wow! Bugatti Chiron?!"
Melihat Bugatti Chiron melaju kencang ke arahnya, Kelvin berseru dan hendak menghindar.
Tapi sudah terlambat.
Bugatti biru-putih itu seolah-olah akan menabrak ke arahnya, membuat Kelvin pucat ketakutan.
"OMG! Mati aku..." Kelvin berseru.
Tepat ketika dia mengira dia akan mati di tabrak mobil Bugatti,
Bugatti Chiron itu tiba-tiba berhenti dengan mantap di sampingnya.
Kemudian, pintu mobil terbuka perlahan, seorang pemuda turun dari mobil, dan melambaikan tangannya. "Halo, Kelvin!"
Kelvin mengernyitkan keningnya. "???"
__ADS_1