
Begitu mendengar suara yang datang tiba-tiba, semua orang yang hadir menoleh untuk melihat.
Mereka sangat penasaran, di wilayah kekuasaan keluarga Setiawan, siapa yang berani berbicara seperti ini?
Namun, ketika mereka melihat orang tersebut, mereka semua melebarkan mata karena terkejut.
Di belakang kerumunan, seorang pria berusia 60-an berdiri di sana dengan wajah dingin, pria itu tidak lain adalah Wiranto, raja real estate Jakarta.
"Tuan Wiranto, kenapa kamu di sini?"
Jacky dengan cepat menyapanya dan berkata dengan sopan.
Jika dilihat dari seluruh Jakarta, Wiranto adalah salah satu dari beberapa orang teratas yang berdiri di puncak piramida, dia memiliki pengaruh yang besar di Jakarta, statusnya lebih tinggi dari Bambang Setiawan, kepala keluarga Setiawan, tidak ada yang berani tidak menghormatinya.
Tetapi saat ini, wajah Wiranto terlihat muram, sepertinya dia sangat marah.
Ketika Robert melihat Wiranto, dia langsung tertawa.
Awalnya, dia masih berpikir cara masuk ke pesta perjamuan, tetapi sekarang Wiranto ada di sini, dia tidak perlu memikirkannya lagi!
Hanya karena dia pernah menyelamatkan Wiranto, Wiranto langsung memberinya sebuah vila, dapat dilihat bahwa orang ini adalah orang yang tahu membalas budi, orang seperti ini layak untuk dijadikan teman.
Sekarang Wiranto ada di sini, Robert tidak percaya bahwa Jacky bahkan berani menghentikan Wiranto.
Wiranto menarik napas dalam-dalam, berjalan melewati kerumunan dan menuju Robert sambil menatap Jacky dengan ekspresi dingin, lalu berkata, "Apakah kamu ingin mengusir Robert?"
"Dia tidak memiliki surat undangan, masih bersikeras mau masuk!" Jacky segera menjelaskan. "Kakek memberi perintah, mereka yang tidak memiliki surat undangan tidak diizinkan masuk. Kami hanya bertindak mengikuti perintah kakek, aku juga tak berdaya."
“Aku juga tidak punya surat undangan, apakah kamu ingin mengusirku juga?” Wiranto bertanya dengan marah.
Jacky terkejut ketika mendengar ini, dan segera berkata, "Bagaimana mungkin! Anda adalah tamu terhormat kami, kami sangat bangga Anda bisa datang, mana mungkin mengusir Anda! Kakek terus membicarakanmu pagi tadi. Tuan Wiranto, silakan masuk, kakek sudah menunggu Anda di dalam."
Jangan bercanda, jika kakeknya tahu bahwa dia telah menyinggung Wiranto, kakeknya pasti akan menghukumnya dengan berat!
Wiranto mencibir dan bertanya, "Aku boleh masuk tanpa undangan, kenapa Robert tidak boleh masuk? Apa alasannya?"
"Ini ...."
Pada saat ini, Jacky tahu bahwa Wiranto sedang membantu Robert.
__ADS_1
Hanya saja dia tidak mengerti, bagaimana mungkin Robert mengenal orang besar seperti Wiranto, dan Wiranto bahkan membantunya.
Jacky menyeka keringat dingin di wajahnya dan berkata, "Anda boleh masuk tanpa surat undangan!"
Wiranto mengulurkan tangannya lalu menunjuk dan berkata, "Aku boleh masuk, Robert juga boleh masuk! Aku akan membawanya masuk hari ini, aku ingin melihat siapa di antara kalian yang berani menghentikanku!"
Kemudian, Wiranto meraih pergelangan tangan Robert, lalu berkata dengan dingin. "Ayo masuk!"
Segera setelah itu, dia langsung berjalan masuk ke manor, meninggalkan sekelompok orang yang saling memandang, bahkan Jacky juga tidak berani berkata apa-apa.
Jika dia menyinggung Wiranto, bahkan kakeknya juga tak mampu melindunginya!
Kemudian dia mengertakkan gigi, berbalik dan berjalan masuk.
Tidak apa-apa, pertunjukkan seru baru saja dimulai!
Begitu orang-orang ini pergi, para tamu yang semula berada di pintu tiba-tiba berbisik.
"Siapa sebenarnya pemuda ini? Aku tak menyangka dia mengenal raja real estate!"
"Aku tidak tahu, aku belum pernah mendengar ada orang hebat seperti itu di Jakarta."
"Aku tahu siapa dia!"
"Hah? Begitu mendengar apa yang kamu katakan, aku juga merasa dia sedikit mirip!"
"Tidak heran Wiranto akan membantunya, ternyata begitu! Anak ini benar-benar beruntung!"
"Apakah kamu menemukan bahwa pemuda ini mirip dengan bos besar Starway Entertainment yang muncul dua hari lalu?"
"Bukan mirip, tapi memang dia! Aku baru saja mengenalinya!"
"Emang kenapa kalau dia itu bos besar perusahaan hiburan? Apakah kekayaannya bisa mencapai ratusan miliar? Sejumlah besar dari mereka yang menghadiri perjamuan hari ini memiliki kekayaan lebih dari dua triliun, yang kekayaannya lebih dari empat triliun juga banyak, bahkan ada beberapa dari mereka memiliki kekayaan lebih dari sepuluh triliun! Bos besar perusahaan hiburan bukanlah apa-apa?"
"Yang kau katakan juga tidak sepenuhnya tepat. Dia pernah menyelamatkan Wiranto. Dengan dukungan Wiranto, dia bisa dianggap sebagai orang besar di Jakarta!"
"Aku mendengar bahwa Tuan Besar Setiawan ingin memperkenalkan pacar kepada Lia di perjamuan hari ini, tetapi Lia malah membawa pacarnya hari ini. Bukankah ini namanya mempermalukan Tuan Besar Setiawan?"
"Aku juga berpikir begitu, ini sungguh menarik ...."
__ADS_1
"..."
Sekelompok orang berjalan ke dalam sambil berdiskusi.
Saluran informasi orang-orang ini sangat beragam.
Bos besar Starway Entertainment muncul di Jakarta dan menyelamatkan Jasmine yang ingin bunuh diri. Berita ini tersebar di mana-mana. Mereka mengetahui berita tersebut, hanya saja mereka tidak terlalu memperhatikan berita seperti itu.
Orang biasa umumnya suka mengejar idola, jarang ada bos yang juga ikut-ikutan mengejar idola, karena bagi bos besar para artis hanyalah komoditas bagi mereka.
Sebaliknya, mereka lebih ingin melihat pertempuran di dunia bisnis.
Misalnya, pertempuran sengit macam apa yang akan terjadi antara Bambang dari keluarga Setiawan dan Robert yang didukung oleh Wiranto?
Di dalam Sunshine Manor.
Robert tersenyum dan berkata kepada Wiranto. "Terima kasih, Tuan Wiranto."
"Hei! Tidak usah sungkan! Kalian masuk saja, aku masih ada urusan dan harus pergi dulu." Wiranto menggelengkan kepalanya sambil tertawa kecil.
Setelah berpamitan dengan Robert, mereka langsung masuk ke dalam.
"Kapan kamu berkenalan dengan Wiranto?" tanya Lia dengan penasaran.
Robert merentangkan tangannya. "Kamu seharusnya tahu kejadian bus di jembatan Teksas, Wiranto juga ada di bus pada waktu itu."
"Oh, tidak heran." Lia mengangguk.
Pada saat ini, Jacky berjalan ke arah Robert.
“Selamat berhasil menerobos level pertama, tapi sayangnya tidak ada hadiah, dan dibelakang masih banyak pertunjukkan seru yang sedang menanti kalian, semoga kalian menyukainya!” Jacky menatap mereka berdua dan tersenyum.
Robert mengangkat alisnya dan berkata, "Bisakah kamu berhenti menggonggong seperti anjing di sini? Tolong jauhi kami, oke?"
Jacky melototi Robert dengan marah dan berkata, "Nak, jangan tidak tahu diri? Biarkan aku memperkenalkan kamu kepada seseorang!"
Kemudian, seorang pria paruh baya berusia empat puluhan mendatangi mereka bertiga.
Jacky tersenyum dan menunjuk pria paruh baya itu. "Ini Yusuf, kepala pelayan keluarga Anderson, mewakili keluarga Anderson menghadiri perjamuan hari ini!"
__ADS_1
Selesai berkata, ia mengulurkan tangannya dan menunjuk Robert, lalu berkata kepada Yusuf. "Tuan Yusuf, inilah Robert yang kamu cari. Sebelumnya Tuan Muda Anderson dan Direktur Lia bertemu di hotel, dan gara-gara perkataan orang ini Tuan Muda Anderson terluka parah!"
Yusuf memicingkan matanya, menatap Robert dan berkata, "Kamu Robert?"