Aku Menggali 1 Ton Emas

Aku Menggali 1 Ton Emas
Tidak Manusiawi


__ADS_3

Menghadapi penolakan Kelvin, Robert berusaha untuk terus membujuknya.


"Kelvin, aku bisa memastikan bahwa saham ini pasti akan naik! Jika sekarang kamu mau tambah masih ada waktu, jika kamu tidak punya cukup uang, aku bisa meminjamkan dulu."


Dia benar-benar ingin Kelvin menghasilkan uang dengannya.


“Aku tidak percaya! Mana mungkin saham sampah yang akan delisting bisa naik? Aku sudah trauma karena membeli saham ini, sekarang kamu malah suruh aku tambah lagi, apa kamu ingin aku mati??" Kelvin melototi.


Robert berkata: "Buat apa aku menipumu! Aku merasa saham ini akan segera meroket! Dan tingkat kenaikannya pasti jauh melampaui ATH sebelumnya!"


"Tidak percaya!"


Kelvin langsung menggelengkan kepalanya. "Aku tidak tahu kamu dapat informasi dari mana! CEO Energi Baru Hontaro masih belum keluar dari penjara karena penipuan, dan sekarang hanya tersisa dua laboratorium yang masih beroperasi! Nama perusahaan mereka sudah hancur! Dan, jika tidak terjadi keajaiban, dalam satu bulan ini sahamnya akan delisting dari pasar! Jadi mustahil saham ini masih bisa naik lagi!"


Mendengar kata-kata Kelvin, Robert menghela napas tak berdaya.


Kalau dilihat, perusahaan Hontaro memang cukup menyedihkan...


Tidak heran Kelvin begitu benci dengan saham ini.


Tapi……


Robert sudah berusaha semaksimal mungkin untuk membujuknya, selebihnya dia juga tidak bisa memberitahunya lagi.


Tidak mungkin memberitahu Kelvin bahwa beberapa hari lagi penelitian mereka akan mencapai terobosan baru, dan berhasil menciptakan sumber energi baru.


Kalau memberitahunya, Kelvin pasti akan terkejut dan bertanya dari mana dia mengetahuinya.


Setelah keluar, mereka menghentikan sebuah taksi. Dia harus kembali ke kampus untuk mengambil mobil.


Meskipun ingin menghemat uang, sekarang mereka juga tidak berani naik bus lagi, karena sudah trauma.


Di taksi, Kelvin tertawa kecil dan berkata, "Robert, aku tidak akan ikut campur masalah beli saham, kamu kan sudah kaya. Terserah kamu mau beli saham yang mana, bahkan kalau mau beli perusahaan Hontaro juga tidak ada masalah, punya uang kan bisa berbuat seenaknya!"


Robert melambai tangan. "Sekarang tidak perlu buru-buru."


Dia tahu efek kupu-kupu.


Karena dia, banyak hal telah berubah. Lia yang seharusnya sudah mati sekarang masih hidup, begitu juga dengan Wiranto. Penelitian baru perusahaan Hontaro saat ini seharusnya berada pada tahap terpenting.

__ADS_1


Jika dia sekarang berinvestasi saham Hontaro, kemungkinan besar akan mengganggu proses penelitian, dan bahkan menyebabkan kegagalan.


Sekarang dia hanya ingin membeli saham Hontaro secara diam-diam dan menghasilkan banyak uang.


Inilah strateginya!


“Hei, jangan katakan padaku kalau kamu benar-benar berencana untuk membeli perusahaan Hontaro! "Kelvin tidak tahu harus berkata apa saat melihat ekspresi wajah Robert.


Robert hanya tertawa dan tidak menjawab.


Kelvin lanjut berkata, "Aku malas ngurusin kamu, terserah kamu deh, kamu kan ada banyak uang! Siapa yang bisa terpikir kalau orang miskin macam aku yang hanya mampu memakai sepatu 100 ribu bisa berteman dengan anak kaya yang punya harta ratusan triliun macam kamu! Ckck!!"


Robert berkata dengan tak berdaya, "Mana ada sebanyak itu."


"Kurasa kalau tidak ada, juga hampir mendekati, kan? Membawa mobil sport super ratusan miliar itu benar-benar tidak manusiawi tahu! Kalau tidak punya harta banyak mana berani main dengan mobil seperti itu! Aku sudah memutuskan tidak kerja di Grup Setiawan, aku mau ikut kamu saja!" Kelvin berkata sambil terus-menerus menghela napas.


Robert tak berdaya. "Aku sudah merekomendasikan kamu kepada Direktur Lia, kok tidak jadi pergi sekarang?"


"Kerja itu membosankan! Ikut kamu kan lebih santai, mana tahu aku juga bisa jadi orang terkaya di Jakarta!" Kelvin berkata sambil tersenyum.


Kelvin merasa tidak ada masa depan bekerja di Grup Setiawan! Bekerja seumur hidup, paling-paling hanya mendapat jabatan manajer. Tapi, kalau ikut Robert berbeda! Dia punya mobil sport super seharga lebih dari 160 miliar!


Kelvin tahu dengan jelas Robert itu super kaya, mana mungkin dia melepaskannya begitu saja!


Berpikir sampai sini, Kelvin tertawa lebar atas keputusannya yang brilliant!


Robert merasa aneh ketika melihat Kelvin tertawa sendirian.


Namun, melihat sikap Kelvin, diperkirakan dia tidak akan pergi ke Grup Setiawan.


Sekarang dia sulit menjelaskan kepada Lia. Karena bagaimanapun, dia yang merekomendasikan Kelvin kepadanya.


"Kelvin, bagaimana aku harus menjelaskan kepada Direktur Lia?" Robert berkata dengan tak berdaya.


"Itu urusanmu sendiri, aku tidak peduli!" Kelvin berkata sambil tersenyum.


Di depan, sang sopir mendengar percakapan mereka berdua, dan merasa tak berdaya.


Kedua orang ini benar pandai membual! Dari perusahaan hingga mobil mewah ratusan miliaran, kenapa tidak naik roket saja?

__ADS_1


Kalau benar-benar begitu kaya, kok masih naik taksi?


Tapi, sang sopir hanya berani berpikir dalam hati..


Segera, keduanya sampai di kampus.


Setelah turun dari mobil, sang sopir berkata, "84 ribu, pakai scan barcode atau cash?"


“Pak, 80 ribu saja ya?” Robert minta diskon.


Sopir:"……"


Kelvin: "..."


Bukankannya orang kaya? Kok pelit sekali?


Pada akhirnya, Robert tidak mendapat diskon sepeser pun.


Di perjalanan masuk kampus, Kelvin menepuk bahu Robert dan menghela napas, "Robert, ternyata kamu jadi kaya karena hemat uang ya!"


Robert: "..."


Segera, keduanya sampai di asrama putra.


Bugatti Chiron biru-putih masih berhenti di sana, dan menarik perhatian banyak mahasiswa.


Robert berjalan ke mobil dan mengucapkan sampai jumpa pada Kelvin, kemudian bersiap-siap pergi.


Namun, tiba-tiba ada beberapa anak laki-laki bergegas kemari.


Melihat beberapa orang ini, Robert tiba-tiba mengerutkan kening.


Mereka adalah Jamil, Antoni, Jimmy dan dua teman lainnya.


Untuk apa mereka ke sini?


Tatapan Robert menjadi tidak senang dalam sekejap.


"Kak Robert!"

__ADS_1


Dari jarak jauh, Kelvin berteriak dengan antusias: "Kakak Robert, dari mana saja kamu? Kami sudah rindu kamu setengah mati!"


Robert mengangkat alisnya, dan berkata dengan dingin. "Rindu setengah mati, atau ingin aku mati?"


__ADS_2