Aku Menggali 1 Ton Emas

Aku Menggali 1 Ton Emas
170


__ADS_3

Tidak menceritakan Abidin lagi, setelah Robert meninggalkan Taman Anggrek Mas, dia langsung menelepon Junius.


Tetapi sebelum Robert sempat berbicara, Junius langsung berkata dengan marah. "Robert, aku baru saja akan meneleponmu. Tadi aku menelepon orang toko, mereka mengatakan bahwa mobilku sama sekali tidak tergores, dan kau sama sekali tidak pergi ke toko! Ada apa denganmu? Kenapa kau berbohong padaku?"


Robert menarik napas dalam-dalam dan berkata. "Aku baru saja ingin bertanya ada apa dengan kalian! Aku baru saja keluar dari Taman Anggrek Mas, apa yang terjadi di sana? Apakah kalian maling?"


"Eh ... maling apanya! Jangan sembarangan! Aku melihat barang-barang di sana tidak dipakai, sayang sekali kalau diletakkan di sana, jadi ...."


"Junius!"


Robert mendengus dan berkata. "Itu adalah rumah teman sekelasku, rumah itu hanya dipinjamkan sementara untuk ditinggali. Itu adalah barang pribadi orang lain, barang-barang itu diletakkan di rumah mereka sendiri, apa maksudmu barang-barang itu tidak dipakai? Kau juga orang yang sudah berusia, apakah kau tidak tahu malu?"


"Apa? Beraninya kau bilang aku tak tahu malu?"


Junius langsung marah ketika dia mendengar Robert memarahinya, kemudian berkata dengan marah. "Robert, berani sekali kau! Bahkan paman pun berani kau marahi. Sudah hebat ya, kau! Tunggu kau, aku ingin bertanya kepada ayahmu, bagaimana dia mengajari anaknya!"


Setelah mengatakan itu, Junius langsung menutup telepon.


Robert menyeringai.


Setelah memarahi pamannya, hatinya terasa lega.


Dia sama sekali tidak peduli Junius menelepon ayahnya.


Meskipun ayahnya adalah adik yang patuh, tetapi juga tidak sepenuhnya selalu bersikap tidak masuk akal.


Bahkan jika ayahnya tidak mengerti, paling hanya perlu bertengkar dengan ayahnya, sejak ia masih kecil, dia sudah sering bertengkar dengan ayahnya, bertengkar dengan ayahnya adalah makanan sehari-hari baginya.


Di mata ayahnya, Robert adalah anak nakal yang suka memberontak.


Sebaliknya, Robert lebih takut pada ibunya. Meskipun ibunya tidak pernah bertengkar dengannya, tetapi oleh karena itu, Robert takut membuatnya marah.


Hanya dalam sekejap, telepon dari ayahnya pun datang, dan langsung memberikan ceramah.


Robert tidak marah ataupun membantah, hanya mengiakan apa yang dikatakan ayahnya.

__ADS_1


Baru setelah Antonius sudah kehabisan kata-kata, Robert baru bertanya, "Apakah kau sudah selesai, Ayah?"


“Sudah selesai! Sekarang giliranmu!” Antonius berkata dengan marah.


Robert menarik napas dalam-dalam dan berkata. "Ayah, aku tahu ayah lebih peduli terhadap hubungan antara kau dan paman, Ayah bersedia melakukan apa saja demi hubungan persaudaraan ini, jadi aku akan menghitung apa yang dilakukan oleh paman dulu."


Selesai berkata, dia mengeluarkan kertas dan pena, dan berkata sambil menulis. "Untuk menunjukkan rasa hormat kepada kakakmu, aku meminjamkan rumah mewah teman sekelasku kepadanya, tapi dia mencuri TV yang bernilai seharga dua puluhan juta, dan sofa senilai enam puluhan juta juga hampir dicurinya. Mungkin karena terlalu berat dan tidak bisa dipindahkan, dia melemparkan sofa itu di tepi pintu, tapi kulit sofanya rusak! Lampu gantung juga dicopot dan rusak parah, satu set lampu gantung itu bernilai seratusan juta, dan barang-barang lainnya ada yang rusak ada yang hilang, totalnya sekitar empat ratusan juta!"


“Hah? Mana mungkin!” seru Antonius.


"Kenapa tidak mungkin! Ini adalah mahakarya kakakmu! Tidak hanya itu, mobil mereka juga digores oleh anak nakal, biaya perbaikan mobil sekitar belasan juta. Jadi totalnya lebih dari empat ratus juta! Untuk uang ini, kenapa ayah tidak membantu paman membayarnya? Kalau tidak, aku tidak bisa menjelaskannya kepada teman sekelasku." Selesai berbicara, Robert berhenti berbicara dan menunggu jawaban dari ayahnya.


Antonius di ujung telepon terdiam untuk waktu yang lama.


Pada akhirnya, dia menjawab dengan tidak berdaya. "Masalah ini ... aku akan membicarakannya dengan pamanmu! Tutup telepon dulu."


Begitu telepon ditutup, Robert terkekeh dan menggelengkan kepalanya.


Lebih dari empat ratus juta, alasan ini sudah cukup bagi ayahnya untuk bertengkar dengan pamannya.


Bukannya dia ingin memprovokasi hubungan antara ayah dan pamannya, tetapi pamannya ini terlalu menyebalkan.


Antonius adalah orang pedesaan yang sederhana, tetapi Junius adalah tipe orang yang suka menindas dan serakah, suka mencari keuntungan kecil. Jika ingin mempertahankan hubungan persaudaraan yang baik dengannya, maka harus memberinya semua uang dan setiap bulan menyumbangkan dua pon darah kepadanya.


Jika tidak, dia akan marah-marah karena tidak memperlakukannya sebagai saudara.


Ayahnya telah ditindas habis-habisan selama puluhan tahun. Dia telah meminjamkan setidaknya ratusan juta kepada Junius dan semua uang itu tidak pernah dikembalikan satu peser pun. Keluarga mereka hidup dengan susah, malahan keluarga pamannya hidup dengan enak.


Jadi, ketika saatnya memprovokasi, dia harus memprovokasi hubungan keduanya.


Jika tidak, ayahnya diperkirakan selamanya tidak akan pernah memahaminya perilaku kakaknya.


Kemudian, Robert menelepon ibunya dan meminta agar dia menyembunyikan uangnya, jangan membiarkan ayahnya mengetahuinya. Setelah mendapatkan penegasan dari ibunya, Robert baru merasa lega.


Di malam hari, Robert meneleponl Kelvin untuk makan barbekyu.

__ADS_1


Kelvin melaporkan perkerjaan kepada Robert sambil makan. "Robert, aku telah merekrut tiga karyawan hari ini, semuanya adalah mantan mahasiswa dari UI. Kita seharusnya dapat menyelesaikan persiapan awal dalam dua hari lagi, tetapi apakah kau yakin perusahaan sekuritas itu benar-benar tidak akan ada masalah?"


Robert mengangguk dan berkata, "Selama harga emas bisa terus naik, pasti tidak akan ada masalah!"


“Kuncinya adalah apakah emas bisa terus naik? Dulu sudah sering terjadi harga emas melonjak pada hari pertama, dan kemudian langsung anjlok pada hari berikutnya!” Kelvin berkata dengan cemas.


Robert menggelengkan kepalanya dan berkata. "Jangan khawatir, aku sangat optimis. Kau boleh membelinya kalau kau mau!"


“Baik! Karena kau telah berkata seperti itu, maka aku tidak akan khawatir lagi! Oh ya, ada satu hal lagi yang ingin aku diskusikan denganmu!” kata Kelvin.


Selesai berkata, dia meletakkan makanan dan menjadi serius.


“Oh? Hal apa? Apa perlu begitu serius?” Robert bertanya dengan penasaran.


Kelvin menarik napas dalam-dalam dan berkata. "Perusahaan Berto saat ini hanyalah sebuah perusahaan keuangan. Kalau kau ingin mengembangkan perusahaan Berto, itu pasti tidak akan berhasil! Aku ingin memisahkan perusahaan keuangan dari Berto dan mendirikan sebuah anak perusahaan khusus. Anak perusahaan keuangan Berto! Hanya dengan cara ini perusahaan Berto baru bisa dikembangkan!"


Robert mengangkat alisnya dan bertanya, "Apakah itu bisa berhasil?"


"Tentu saja!"


Kelvin mengangguk dengan serius dan berkata, "Ini adalah solusi terbaik yang aku temukan setelah berdiskusi dengan tiga kakak kelas kita! Berto tetap adalah perusahaan Berto, tidak mengoperasikan apa pun, tetap adalah grup besar! Semua anak perusahaannya, beroperasi secara mandiri dan menjadi bagian dari grup Berto!”


"Kalau begitu, apakah anak perusahaan perlu mengganti nama baru, dan apakah itu akan mempengaruhi pengoperasian emas?"


"Tidak! Perusahaan keuangan masih perusahaan yang kita beli sebelumnya, tetapi di atasnya didirikan sebuah grup, yaitu Grup Berto! Dan perusahaan keuangan yang baru saja dipisahkan ini perlu kau yang memberikan nama baru," kata Kelvin.


Robert melambaikan tangannya dan berkata, "Tidak, kau yang mengelola perusahaan keuangan ini, kau yang membuat keputusan, memakai nama perusahaan Kelvin juga boleh!"


"Tidak boleh!"


Kelvin langsung menggelengkan kepalanya dan berkata, "Semuanya harus jelas, perusahaan keuangan adalah milikmu, mana boleh memakai namaku? Bagaimana kalau memakai beberapa huruf dari namamu saja?"


Robert mengangkat alisnya, dan bertanya dengan penasaran. "Bagaimana caranya?"


Kelvin tertawa dan berkata, "Bagaimana dengan Rob? Perusahaan Rob Finansial Jakarta, anak perusahaan dari Grup Berto!"

__ADS_1


Robert bergeming.


__ADS_2