Aku Menggali 1 Ton Emas

Aku Menggali 1 Ton Emas
Reuni di Kantin


__ADS_3

Mendengar perkataan Robert, Kelvin yang sedang berjalan tiba-tiba menghela napas panjang.


"Sudah ku cari, tapi tidak ada yang mau menerimaku! Mereka bilang aku terlalu gemuk! Aku kan cari kerja, bukan cari pacar, apa hubungannya penampilanku dengan kemampuan kerjaku?"


Berkata sampai di sini, Kelvin hampir saja menangis.


Robert tertawa terbahak-bahak: "Siapa yang menyuruhmu makan begitu banyak, berapa beratmu sekarang? Apakah ada 125 kg?"


"Tidak, hanya 115."


"'Hanya' 115 kg?!"


"Ugh......"


Kelvin berkata sambil menghela napas: "Jika aku masih tidak bisa mendapatkan pekerjaan, kurasa aku hanya bisa kembali ke kampung untuk memelihara ternak bersama Ayahku!"


Robert: "..."


Setiap kali Kelvin membicarakan hal ini, dia selalu menghela napas.


Di kelas mereka, kondisi keluarga Kelvin sudah bisa dikatakan cukup baik.


Ketika Kelvin memperkenalkan dirinya pada semester pertama, dia mengatakan bahwa Ayahnya terpaksa menjual dua ekor sapi peliharaannya untuk menyekolahkannya. Semua orang merasa dia adalah siswa termiskin pada saat itu.


Baru pada akhir tahun semester kedua, semua orang baru tahu bahwa ternyata Ayahnya memiliki lebih dari 500 ekor sapi...


Kelvin tidak ingin kembali memelihara sapi, jadi dia berusaha mati-matian untuk mencari pekerjaan.


Tetapi setiap kali gagal menemukan pekerjaan, dia selalu berpikir untuk pulang ke kampung untuk memelihara sapi, benar-benar sangat konyol dan menjengkelkan.


“Kelvin, aku punya pekerjaan untukmu, aku tidak tahu apakah kamu tertarik?” Robert berkata sambil tersenyum.


"Apa...?"


Kelvin mengangkat alisnya dan berkata, "Benarkah? Pekerjaan seperti apa?"


"Hei, hei, kurahasiakan dulu! Tapi aku jamin kamu pasti akan merasa puas!"


"Benarkah? Jika kamu dapat menemukan pekerjaan untukku, aku akan memberimu seekor sapi utuh!"


Robert: "..."


Masih bisa bermain-main?


Tapi... dengan harga pasar saat ini, berapa harga seekor sapi utuh?

__ADS_1


Keduanya mengobrol dan datang ke kantor guru pembimbing.


Untuk siswa senior, selain yang sedang mempersiapkan ujian masuk pascasarjana, siswa lainnya sudah mulai magang, dan mereka pada dasarnya tidak belajar.


Tapi hari ini, semua siswa diwajibkan kembali ke kampus.


Meski sudah mulai magang, mereka masih berstatus mahasiswa, banyak materi yang harus dikuasai dan masih harus mengikuti beberapa kegiatan kampus. Jika tidak, maka akan berdampak langsung pada kelulusan mereka.


Di antara mereka, masih ada Freya. Yang bersama dengan Freya adalah Hardi dan beberapa anggota OSIS yang sedang membantu guru pembimbing membereskan data.


Kelvin memandang Hardi dan Freya dan berkata dengan nada menghina, "Huuh! Dasar Bajingan!"


Kemudian, dia berkata pada Robert: "Ini urusan kelas kita, sama sekali tidak ada berkaitan dengannya. Sengaja ikut campur, benar-benar menjijikkan!"


Robert terkekeh: "Dia adalah anggota OSIS. Itu adalah bagian dari tugas mereka. Tidak apa-apa, aku tahu kamu marah demi menjaga imejku."


Saat berbicara, dia melirik Freya di antara kerumunan.


Freya juga telah melihatnya sejak awal, tetapi dia berpura-pura tidak melihatnya.


Kelvin menepuk bahu Robert dan berkata, "Bro, jangan bersedih, masih banyak wanita lain yang pantas untukmu!"


Robert mengatup mulutnya dan tidak menjawab perkataannya.


Perasaan cinta selama 3 tahun, mana mungkin bisa hilang dalam sekejap.


Setelah itu, guru pembimbing berdiri dan berkata: "Tidak mudah bagi kalian untuk berkumpul bersama, ayo pergi ke kantin untuk makan enak!"


"Hore!"


"Pak Jackson sungguh baik!"


"..."


Semua siswa langsung setuju.


Kelvin melihat Robert sedang linglung, dan mengingatkan: "Robert, jangan katakan padaku kalau kamu mau pulang sekarang. Hari ini, tidak peduli ada urusan apa, kamu harus menunggu sampai selesai makan siang! Ini adalah kesepakatan kita bersama!"


 Sejak memasuki semester terakhir, mereka telah sepakat untuk berkumpul bersama jika bertemu, karena kedepannya sudah tidak mungkin untuk berkumpul kembali.


Robert berseru: "Baiklah!"


Dia tidak pernah tertarik untuk ikut reuni. Karena, setiap kali ikut reuni pasti harus mengeluarkan uang. Sedangkan dia selalu kekurangan uang, tentu saja dia akan menolak untuk ikut.


Bahkan jika dia punya uang saat ini, dia juga tidak tertarik.

__ADS_1


Dia dari awal sudah merencanakan untuk mencari villa yang cocok baginya.


Tapi sekarang sepertinya dia hanya bisa menunggu sampai sore atau besok.


Selanjutnya, mereka langsung pergi ke kantin, dan guru pembimbing memimpin jalan.


Guru pembimbingnya adalah pria paruh baya berusia empat puluhan, bernama Jackson, dengan kacamata berbingkai hitam dan terlihat sedikit serius.


Tapi hanya mereka yang akrab dengannya yang tahu bahwa dia sebenarnya adalah orang yang cerewet.


Segera, mereka sampai di kantin.


Biasanya tidak banyak orang yang makan di kantin, tetapi karena mereka akan meninggalkan kampus, yang paling terlintas di pikiran mungkin adalah makanan kantin di kampus.


Mereka langsung memesan beberapa meja besar.


Jackson berdiri di depan dan berkata sambil tersenyum: "Para siswa sekalian, reuni hari ini mungkin salah satu dari sedikit reuni kita. Dalam hati, aku merasa sedikit enggan untuk membiarkan kalian meninggalkan kampus. Hardi, minta Bibi kantin untuk memasak beberapa hidangan lagi."


"Baik."


Hardi menjawab, lalu mengedipkan mata pada Freya, kemudian mereka berdua berdiri dan berjalan masuk.


“Haha, Hardi, memesan hidangan pun kamu tidak lupa untuk membawa pacarmu.” Jackson tertawa.


Saat berbicara, dia tanpa sadar melirik Robert.


Tidak hanya dia, tetapi siswa lain yang hadir juga menoleh dan menatap Robert, mereka ingin melihat ekspresi wajah Robert.


Termasuk Kelvin, dia juga menatap Robert karena takut Robert merasa canggung.


Setelah beberapa tahun bergaul, dia mengenal Robert dengan sangat baik, mengetahui bahwa Robert memiliki loyalitas tinggi, dia pasti masih memiliki perasaan terhadap Freya.


Pada saat ini, Robert duduk di sana sambil menundukkan kepalanya, seolah-olah dia tidak mendengar apa-apa.


"Bro, kamu..."


Ketika Kelvin melihat adegan ini, dia berbisik kaget.


Robert menarik napas panjang, perlahan melepaskan tangannya, dan terkekeh pelan: "Aku baik-baik saja."


Kelvin semakin mengernyit ketika melihat adegan ini.


Dia benar-benar mengenal Robert.


Orang ini selalu terlihat optimis dari luar, tapi sebenarnya dia sangat minder, selalu mengisolasi diri dan termenung sendirian.

__ADS_1


Tapi saat ini, senyum di wajah Robert terlihat sangat di sengaja.


__ADS_2