Aku Menggali 1 Ton Emas

Aku Menggali 1 Ton Emas
Rencana Hidup Elysia


__ADS_3

Kemudian, di meja nomor 33.


"Kamu…"


"Kamu…"


Robert dan Elysia berkata serempak.


Elysia tersipu dan berkata, "Kamu duluan."


Robert mengulurkan tangannya dengan malu dan berkata, "Tidak, kamu yang duluan."


Elysia menarik napas dalam-dalam dan berkata sambil tertawa kecil, "Robert, kenapa aku merasa bahwa kamu sedikit berbeda dari sebelumnya? Apakah kamu memakai riasan?"


Robert, "..."


Dewi, "..."


Sebagai bibinya Elysia, Dewi terdiam.


Jenis riasan apa yang dipakai anak pria?


Menurut dia, Robert tidak memakai riasan.

__ADS_1


Namun dia juga sangat aneh. Dia pernah melihat Robert sebelumnya, Robert yang dulu hanya terlihat biasa-biasa saja, tapi sekarang dia terlihat istimewa.


Apa hal istimewa itu, sulit untuk dikatakan.


Robert tersipu mendengar pertanyaan Elysia, dia segera melambaikan tangannya dan berkata, "Tidak, mungkin karena pengaruh lampu di sini."


Elysia melihat lampu di sekitarnya, memang berbeda dengan lampu di luar, cahayanya terlihat sangat lembut.


“Oh ya, apa yang ingin kamu katakan barusan?” tanya Elysia.


Robert tersipu, dia menggaruk kepalanya dan berkata, "Aku hanya ingin mengatakan bahwa ... kamu juga sangat cantik hari ini."


"Pfft!" Elysia langsung tertawa, "Kukira apa, aku sejak dulu memang cantik kok." kata Elysia sambil mengibas rambut panjangnya.


Ini adalah pertama kalinya dia tahu bahwa keponakannya begitu percaya diri.


“Ya, ya, tentu saja, kamu kan primadona kampus!” kata Robert sambil tertawa.


Elysia terkekeh dan berkata, "Sudah, jangan sebut-sebut aku primadona kampus lagi."


“Iya baiklah, mulai hari ini aku tidak akan menyebutmu primadona kampus.” kata Robert


Elysia mengangguk dan berkata, "Oh ya, kita bicarakan sesuatu yang serius, apakah kamu punya rencana untuk hidupmu selanjutnya?"

__ADS_1


"Rencana apa?" tanya Robert dengan bingung.


"Rencana hidup!"


Elysia menjawab, "Ini sudah tahun keempat kuliahmu, sebentar lagi kamu akan bekerja, apakah kamu punya rencana untuk masa depanmu? Atau apa tujuan hidupmu?"


Di meja nomor 36.


Dewi segera meletakkan tangan di dahinya saat mendengar kata-kata Elysia.


Gawat, tampaknya Elysia ingin membujuk Robert untuk lanjut pascasarjana ...


Dia awalnya berpikir bahwa Elysia bilang ingin Robert lanjut pascasarjana hanya sekedar asal bicara saja! Ternyata dia serius!


Dewi tiba-tiba merasa bahwa keponakannya benar-benar gadis yang aneh, biasanya gadis selalu ingin berduaan dengan pacarnya, tapi keponakannya malah membujuk Robert lanjut pascasarjana.


Robert tertegun sejenak dan bertanya, "Rencana hidup? Apakah mencari uang juga termasuk? Bagaimana dengan menikah?"


Pipi Elysia memerah, dia menggelengkan kepalanya dan berkata, "Mencari uang tidak termasuk, hidup seseorang seharusnya tidak hanya tentang uang! Kamu sudah mampu membeli Bugatti, itu berarti keluargamu tidak kekurangan uang, jadi mencari uang tidak termasuk rencana hidup! Sedangkan untuk masalah pernikahan, itu bukan keharusan dalam hidup. Tanpa cinta dan pernikahan, hidup tetap bisa dijalani dengan baik, yang terpenting adalah ada seseorang yang memahamimu, meskipun hanya sesaat.”


Robert mengerutkan kening dan bertanya dengan bingung, "Bagaimana dengan rencana hidupmu? Ceritakan padaku."


"Rencanaku sangat sederhana, aku akan lanjut pascasarjana, belajar memperkaya wawasan dan jiwaku!"

__ADS_1


Robert menepuk pahanya lalu berkata dengan penuh semangat, "Aku telah memutuskan, aku juga ingin lanjut pascasarjana!"


__ADS_2