
Mendengar suara pria paruh baya itu, semua orang yang hadir menoleh untuk melihat.
Tetapi begitu mendengar suara pria tersebut, Jasmine yang sedang berbaring di bahu Robert dan menangis dengan sedih terlihat gemetaran dan berhenti menangis, dia buru-buru meninggalkan bahu Robert, lalu berbalik untuk melihat pria paruh baya di belakangnya.
Pada saat yang sama, Robert juga menatap pria paruh baya itu.
Jika tebakannya tidak salah, orang ini adalah Hartono.
"Jangan nonton! Jangan nonton, semuanya, pergi dari sini!"
Hartono melambai beberapa kali kepada orang-orang di sekitarnya, dan lima orang lain yang mengikutinya segera mengelilingi Jasmine, mengecam orang-orang di sekitarnya, dan berteriak keras, "Sudah tidak ada urusan kalian di sini. Segera pergi! Jangan mengambil foto lagi!"
"Kami tidak akan pergi!"
"Kalian adalah pihak agensi, ‘kan? Jasmine hampir melompat dari gedung tadi. Kalian yang memaksanya, ‘kan?"
"Ya! Kalian harus memberi kami penjelasan!"
"Katakan kenapa Jasmine ingin bunuh diri?"
"Iya benar! Beri kami penjelasan ..."
"..."
Sekelompok orang berteriak dengan marah, dan sepertinya mereka ingin langsung menghajar beberapa orang ini.
Justru karena suka pada Jasmine, mereka semakin membenci penindasan terhadap Jasmine.
Dalam masyarakat saat ini, hal-hal buruk di dunia hiburan adalah sesuatu yang diketahui banyak orang, terutama orang yang berada di puncak dunia hiburan, lebih sering melakukan hal-hal buruk.
Jasmine adalah penyanyi yang tidak memiliki skandal di dunia hiburan. Sekarang dia tiba-tiba ingin bunuh diri, dan orang-orang dari perusahaan malah bergegas menutupi masalah ini, diperkirakan masalah ini pasti memiliki hubungan dengan pihak perusahaan.
Namun, Hartono jelas tidak ingin banyak bicara dengan orang-orang ini karena kemungkinan besar akan merusak reputasi Starway Entertainment.
__ADS_1
Dia langsung berjalan ke Jasmine dan berteriak dengan dingin, "Jasmine, apakah kamu tahu apa yang kamu lakukan? Apakah kamu tahu konsekuensi dari apa yang kamu lakukan?"
Setelah itu, dia langsung menatap Robert dan berkata, "Siapa kamu, apakah kamu tahu bahwa dia adalah Jasmine?"
Robert mengangkat alisnya dan menjawab, "Tentu saja aku tahu dia adalah Jasmine, tetapi tahukah kamu bahwa dia baru saja ingin bunuh diri? Apa yang akan kamu lakukan kalau dia melompat dari gedung dan mati?"
Jika itu urusan orang lain, Robert juga malas ikut campur, tetapi dia sangat menyukai Jasmine.
Meskipun Jasmine dikagumi banyak orang, tetapi dia sangat kasihan dan butuh perhatian dari orang lain, sama seperti dirinya!
Dan sekarang dia telah menjadi bos Starway Entertainment, tentu saja dia harus melindungi Jasmine. Jika Jasmine memilih bunuh diri gara-gara ditindas Hartono, dia akan kesulitan mencari penyanyi sehebat ini lagi!
"Um ...."
Ekspresi Hartono langsung berubah begitu dia mendengar perkataan Robert.
Robert mencibir, "Sepertinya kamu juga mengetahui bahwa dia ingin melompat dari gedung, ‘kan? Apa yang kamu lakukan hingga memaksa Jasmine memilih untuk bunuh diri? Apakah kamu mampu bertanggung jawab kalau dia benar-benar melompat dari gedung?"
Hartono berteriak dengan dingin. "Siapa bilang Jasmine akan melompat dari gedung!"
Tentu saja dia tahu bahwa Jasmine akan melompat dari gedung, jika tidak, dia tidak akan berlari ke bawah.
Baru saja, dia ingin membawa Jasmine untuk ke kamar pemegang saham, Wiwin, tetapi ditolak oleh Jasmine. Dan di bawah bujukan lembut Hartono, Jasmine mengatakan bahwa dia ingin mempertimbangkannya.
Hartono tidak ingin bersikap keras pada Jasmine kecuali itu adalah pilihan terakhir. Bagaimanapun, Jasmine adalah alat pencetak uang bagi Starway Entertainment.
Apa boleh buat, Wiwin Arifin menyukai Jasmine!
Sebagai pemegang saham Starway Entertainment, Wiwin adalah orang yang memegang saham paling banyak selain bosnya. Dia memiliki kekuasaan yang besar di perusahaan dan bahkan dapat dengan mudah menentukan masa depan seseorang!
Wiwin sudah bosan bermain dengan artis wanita lain, dia telah lama mendambakan Jasmine, tetapi ditolak olehnya.
Meskipun bagi perusahaan, Jasmine hanyalah alat untuk menghasilkan uang dan dapat diganti oleh siapa saja, tetapi mereka tetap memerlukan investasi yang cukup besar untuk membimbing penyanyi baru, dan sebagai agen Jasmine, Hartono juga akan terlibat.
__ADS_1
Jadi Hartono terus membujuk Jasmine untuk menyetujui permintaan Wiwin.
Tetapi tidak disangka Jasmine malah memilih untuk bunuh diri, mereka pun segera datang kemari begitu mendengar kabar bahwa Jasmine ingin melompat dari gedung. Jika Jasmine sampai benar-benar mati, konsekuensinya sangat suling dibayangkan, mereka pasti akan terlibat.
Untungnya, Jasmine tidak mati.
Hartono melototi Robert dengan marah, dan berteriak, "Jasmine hanya ingin menikmati pemandangan! Siapa bilang dia ingin melompat dari gedung? Ada harga yang harus dibayar atas omong kosong yang kamu katakan! Jasmine adalah penyanyi dari perusahaan kami, kamu tidak berhak ikut campur! Selain itu, kamu berpelukan dengannya di depan umum, dan berdampak pada reputasi perusahaan kami, kamu tidak mampu bertanggung jawab, tahu!"
"Cukup!"
Pada saat ini, Jasmine tiba-tiba berkata dengan dingin. "Hartono! Ini adalah urusanku sendiri, kamu tidak berhak ikut campur!"
"Tidak berhak ikut campur?"
Hartono memicingkan mata dan merendahkan suaranya. "Jasmine, jangan lupakan identitasmu! Jangan lupakan kontrakmu dengan perusahaan!"
Wajah Jasmine menjadi pucat ketika dia mendengar kata 'kontrak'.
Dulu dirinya terlalu polos, menandatangani kontrak dengan Starway Entertainment tanpa membaca isi kontrak dengan teliti, ternyata banyak peraturan perusahaan yang tidak adil baginya! Salah satunya adalah Jasmine harus mematuhi pengaturan perusahaan tanpa syarat dan menjaga kepentingan dan reputasi perusahaan. Tidak peduli karena alasan apa pun, Jasmine harus membayar ganti rugi puluhan miliar jika dia merusak reputasi perusahaan!
Tidak hanya itu, perusahaan juga memberikan banyak uang kepada orang tua Jasmine atas nama Jasmine. Jika terjadi perselisihan, tidak hanya Jasmine, bahkan orang tuanya juga akan terlibat.
Pada saat itu, bahkan jika Jasmine melakukan bunuh diri lagi, ganti rugi dalam jumlah besar akan dibebankan kepada orang tuanya.
Oleh karena itu, dalam menghadapi penindasan perusahaan, Jasmine tidak berani melawan, bahkan ketika dia hendak bunuh diri, dia bahkan tidak berani menunjukkan wajahnya agar tidak merusak reputasi perusahaan dan membahayakan orang tuanya.
Hartono mencibir, "Kamu seharusnya sangat jelas tentang konsekuensi melanggar kontrak! Jangan lakukan apa pun yang akan membuatmu menyesal! Ikutlah denganku!"
Setelah berbicara, Hartono mengulurkan tangan untuk menarik tangan Jasmine.
Namun, begitu Hartono mengulurkan tangannya, tiba-tiba muncul sebuah tangan di depannya, dan segera itu, sebuah suara tawa pun terdengar.
"Mau membawanya pergi? Apakah kamu sudah melalui persetujuanku?"
__ADS_1