Aku Menggali 1 Ton Emas

Aku Menggali 1 Ton Emas
Kehadiran Primadona Kampus


__ADS_3

"Mobilku." Robert langsung menjawab.


"Siapa namamu?!” kata Sutarto dengan serius.


"Robert."


"Apa?" Mendengar nama ini, Sutarto langsung melebarkan matanya dan berkata dengan terkejut. "Robert?"


Handoko memintanya untuk mencari mobil, siapa tahu dia malah bertemu dengan mahasiswa yang menjadi baby sugar Direktur Lia, dan dia mengendarai mobil sport?


“Ya, ada apa?” Robert bertanya dengan bingung.


Sutarto menarik napas dalam-dalam dan berkata, "Tidak ada apa-apa, kamu viral di kampus dua hari terakhir ini."


“Iya, mungkin.” Robert merentangkan tangannya tanpa komitmen.


Selama lebih dari tiga tahun di kampus, dia hanyalah seorang mahasiswa biasa. Dia sama sekali tidak menyangka bahwa ketika akan tamat kuliah, dia malah menjadi mahasiswa yang paling viral di kampus ini!


Pada saat ini, Sutarto menatap Bugatti di sebelahnya, dan bertanya tanpa ekspresi. "Siapa yang memperbolehkan kamu ngebut-ngebut di kampus? Suara ngebut ini dapat didengar oleh semua orang, tahu?! Apakah kamu sengaja membuat semua orang mendengar suara mesin mobilmu?"


Robert menyeringai dan berkata, "Pak, ini mobil 16 silinder, sedikit injak pedal gas saja langsung mengeluarkan suara keras, aku tidak bisa mengendalikannya!"


Mengendarai mobil sport kan untuk mendengarkan suara deruan mesin. Jika tidak ada suara deruan, siapa yang akan membeli mobil sport?


"Mobil 16 silinder..."


Ketika Sutarto mendengar ini, sudut mulutnya berkedut tanpa sadar. Dengan begitu banyak silinder dan suara yang begitu keras, tidak mengherankan tidak dapat membandingkan mobil itu dengan mobil biasa.


"Ya sudah, kalau begitu, masalah ini sampai di sini dulu! Kepala Sekolah mau mencarimu, ada yang mau beliau tanyakan!" kata Sutarto.


“Kepala Sekolah?” Robert terkejut.


Selama ini, dia hanya pernah bertemu kepala sekolah dua kali, dan itu semua di saat acara kampus.


Sekarang kepala sekolah ingin berbicara dengannya?


"Ya, ikut aku." Sutarto langsung keluar dari kerumunan...


Robert berkata kepada Kelvin. "Kelvin, aku akan pergi ke sana dulu, tunggu aku kembali."


Selesai berbicara, dia segera mengikuti Sutarto.


Begitu Robert pergi, semua orang di sekeliling segera bergegas ke tempat Kelvin berada.


Beberapa dari mereka mengambil foto Bugatti Chiron dan memostingnya di instagram, dan beberapa dari mereka mencari kedekatan dengan Kelvin.

__ADS_1


Beberapa gadis bahkan langsung bertanya kepada Kelvin apakah Robert sudah punya pacar atau belum, benar-benar membuat Kelvin kewalahan.


...


Robert mengikuti Sutarto dan segera sampai di kantor kepala sekolah.


Pintu kantor terbuka.


Pada saat ini, hanya ada Handoko di kantor, guru-guru lainnya sudah meninggalkan kantor.


Sutarto berdiri di pintu dan mengetuk pintu, "Pak, Robert sudah datang?"


Handoko mengangkat kepalanya dan berkata, "Masuk."


Sutarto kemudian masuk bersama Robert.


Berdiri di depan Handoko dari jarak dekat, Robert tidak merasakan aura dari Handoko seperti pada saat acara pembukaan semester baru, saat ini dia lebih terasa dekat.


Handoko menatap Robert, dan bertanya, "Kamu Robert? Mahasiswa yang dihebohkan dua hari terakhir ini, kan?"


Robert menganggukkan kepala. "Ya."


Handoko berdiri dan berjalan ke arah Robert dan berkata, "Apakah ada yang ingin kamu jelaskan tentang masalah dua hari ini?"


Robert menggelengkan kepala dan berkata, "Aku rasa tidak ada yang perlu kujelaskan! Mereka yang mencemarkan namaku paling jelas bahwa aku tidak bersalah! Kalau Bapak ingin menyelidiki masalah ini, Bapak bisa langsung memanggil Hardi, dan tanyakan padanya apa maksud dari kata-katanya itu!?"


Ketika pertama kali mendengar tentang ini, Handoko juga merasa terkejut, tapi hanya sebentar.


Saat usia bertambah tua, dia bisa mengetahui banyak hal. Bukan hal yang aneh baginya melihat keluarga besar memperlakukan anak-anak mereka sebagai orang biasa.


Kini Robert sudah masuk masa magang dan bisa dianggap sudah lulus, wajar saja mengembalikan identitasnya.


"Ya." Robert menganggukkan kepala.


"Oke, aku sudah mengerti! Ckck, Bugatti seharga lebih dari 160 miliar! Jika bukan karena terjadi hal-hal ini, apakah kamu akan terus menyembunyikan dari orang lain bahwa kamu adalah pemilik Bugatti?" Handoko bertanya.


Robert terdiam selama dua detik, lalu menggelengkan kepala. "Aku tidak merasa aku sedang menyembunyikan hal ini, aku hanya merasa tidak perlu sengaja memberitahu semua orang, karena aku juga seorang mahasiswa. Bagaimanapun, tujuanku di sini hanya untuk belajar!"


"Bagus!"


Handoko bertepuk tangan dan berkata, "Tapi bisakah kamu memberitahuku apa latar belakangmu?"


Meskipun Handoko tidak terlalu peduli apa latar belakang Robert, tapi dia juga ingin tahu.


“Maaf, tidak bisa.” Robert langsung menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


Bukannya dia tidak mau mengatakan, hanya saja dia tidak memiliki latar belakang apa-apa, dan dia juga bukan tuan muda dari keluarga besar, seperti yang diduga orang lain.


"Baiklah, aku mengerti!"


Handoko mengangguk dan berkata, "Kurasa masalah ini hanya sebuah kesalahpahaman! Barusan aku masuk ke forum untuk melihat, sudah tidak ada orang yang membicarakanmu, hal selanjutnya akan aku tangani, kamu sudah boleh kembali."


“Baik, kalau begitu aku kembali dulu Pak.” Selesai berbicara, Robert langsung berjalan keluar.


Setelah Robert pergi, Handoko menarik napas dalam-dalam dan berkata kepada Sutarto. "Sutarto, apakah kamu melihat Bugatti itu?"


“Iya, aku sudah lihat, itu mobil yang viral dua hari ini.” Sutarto mengangguk.


Handoko lanjut berkata, "Kampus kita benar-benar penuh dengan orang-orang hebat! Siapa yang tahu anak yang tidak pernah kita perhatikan adalah orang yang begitu hebat."


“Iya sih, tetapi bagaimana dengan Hardi?” Sutarto bertanya.


Handoko kembali menarik napas dalam-dalam dan berkata, "Pergi dan panggil dia, aku akan berbicara dengannya! Jika masalah ini tidak benar, kurasa Direktur Lia akan datang ke kampus kita untuk meminta pertanggung jawaban, jadi kita harus bersiap-siap terlebih dahulu."


“Baik! Aku akan pergi sekarang!” Selesai berbicara, Sutarto segera berjalan keluar.


...


Ketika Robert keluar dari kantor kepala sekolah, dia dihentikan oleh dua mahasiswi yang sedang berjalan.


"Kamu Robert? Kamu ada waktu? Kami ingin mengundangmu untuk makan malam."


Salah seorang dari kedua mahasiswi itu bertanya langsung tanpa basa-basi.


"Robert, apakah kamu punya pacar?"


Robert buru-buru melambaikan tangannya dan berkata, "Aku masih punya urusan lain, sampai jumpa."


Selesai berbicara, Robert segera berbalik dan pergi.


Tapi, baru berjalan beberapa langkah, seorang mahasiswi sengaja menjatuhkan buku di tangannya, lalu membungkuk di depan Robert, memperlihat belahan dadanya yang indah.


Robert: "..."


Dia tidak pernah berpikir bahwa gadis-gadis ini akan begitu...


Apakah karena dia mengendarai Bugatti?


Apa perlu sampai begitu?


"Robert." Pada saat ini, tiba-tiba terdengar sebuah teriakan dari arah depan. Ketika Robert menoleh dengan ragu, matanya langsung berbinar. Tidak jauh dari situ, dia melihat seorang gadis cantik berambut coklat mengenakan kemeja biru dan selendang panjang, berjalan perlahan ke arahnya, kakinya yang ramping menarik perhatian semua orang.

__ADS_1


Gadis ini tidak lain adalah primadona kampus, Elysia. Melihat Elysia datang, gadis-gadis di samping Robert segera tahu diri dan berjalan minggir.


Gelar Primadona bukan asal panggil, tapi diperoleh dari pungutan suara! Dalam hal penampilan, tidak ada gadis yang berani membandingkan diri mereka dengan Elysia. Melihat Elysia kemari, mana ada gadis yang ingin mempermalukan diri?


__ADS_2