
Setelah meninggalkan Hotel Astro, Robert langsung membawa Kelvin ke gedung Longtech.
Kelvin berbicara sepanjang jalan, tetapi Robert sepenuhnya mengabaikannya.
Terhadap permintaan Kelvin, Robert tidak ingin menghiraukan!
Semua ini adalah kesalahannya sendiri karena tidak mendengar nasihat yang ia berikan.
Meskipun saham yang dijual itu masuk ke akun Robert, tetapi sekarang semua saham itu sudah menjadi miliknya, tidak ada hubungannya lagi dengan Kelvin.
Kelvin bukan bibinya Elysia!
Robert membutuhkan Dewi untuk menjadi mata-mata agar bisa mengetahui situasi terkini dari Elysia, jadi dia tidak hanya mengembalikan sahamnya, tetapi juga menambahkan 200 juta, karena hanya dengan merelakan uangnya dia baru bisa mendapatkan bantuan dari Dewi.
Sedangkan Kelvin, No zuo no die!
Segera, keduanya tiba di gedung Longtech.
Longtech adalah landmark dan bangunan tertinggi di Jakarta, dengan tinggi lebih dari 300 meter dan total 99 lantai. Di dalamnya ada kantor high class, hotel bintang enam, apartemen elit, jalanan komersial, perusahaan teknologi, perusahaan real estat, dan banyak lagi.
Bisa dikatakan, ada lebih dari setengah karyawan kantoran yang ada di Jakarta merasa bangga bisa bekerja di gedung ini, termasuk Robert pada saat itu, juga menganggap tempat ini sebagai tempat kerja impiannya!
Namun siapa sangka gedung ini kini menjadi milik pribadinya!
"Robert, kenapa kau berdiri linglung di situ?"
Melihat Robert berdiri di lantai bawah dengan linglung, Kelvin bertanya dengan penasaran.
Robert menarik napas dalam-dalam dan terkekeh. "Tidak ada apa-apa, aku sedang melihat gedung milikku."
Ketika mendengar ini, Kelvin pun berkata dengan ekspresi merendahkan. "Huh! Aku tahu kau hebat, tapi kau juga tidak perlu berpura-pura kaya terus, bukan? Gedung ini milikmu?! Kenapa kau tidak bilang kalau bumi ini juga milikmu?"
Bukan hanya Kelvin, orang-orang yang lewat begitu mendengar apa yang dikatakan Robert, juga menatapkannya dengan ekspresi merendahkan.
Dari mana orang gila ini berasal? Gedung ini milikmu!?
Apakah kau tahu tempat apa ini?
"Eh? Kelvin?"
__ADS_1
Pada saat ini, seruan seorang wanita tiba-tiba terdengar di sampingnya.
Mendengar suara ini, Robert dan Kelvin menoleh untuk melihat.
Detik berikutnya, Robert sedikit mengerutkan keningnya.
Ternyata dia!
Wanita ini tidak lain adalah mantan pacar Kelvin saat semester pertama, Suryani!
Pada saat itu, Kelvin menghabiskan banyak uang untuknya, dan gara-gara masalah ini entah berapa kali Kelvin dihajar oleh ayahnya, tetapi kemudian Suryani mengenal seorang pria kaya, kemudian putus kuliah dan menikah dengan pria itu.
Saat itu, Kelvin hampir berkelahi dengan pria kaya itu, tetapi untungnya Robert menghentikannya.
Sejak itu, Kelvin makan berlebihan, awalnya dia tidak terlalu gemuk, tetapi setelah itu berat badannya langsung bertambah 200 kilogram.
Ketika Kelvin melihat Suryani, ekspresinya langsung berubah muram, lalu berkata dengan dingin. "Suryani? Kenapa kau ada di sini?"
Sejak Kelvin tahu Suryani adalah wanita matre, dia sudah tidak memiliki kesan baik padanya!
Ketika Suryani mendengar kata-kata Kelvin, dia segera mencibir, "Perusahaan suamiku ada di sini, bos besar real estat Sentosa! Bukankah sangat wajar aku datang ke sini? Malahan kau, aku dengar kau bahkan tak punya pekerjaan, kenapa kau semakin tak berguna sejak diputus olehku? Jangan-jangan kau datang ke sini untuk mencuri sesuatu?"
Saat Suryani menyelesaikan perkataannya, banyak tatapan orang yang lewat tertuju pada mereka, dan menatap Kelvin dengan ekspresi penuh penghinaan.
Mereka yang bisa datang ke sini pada dasarnya adalah karyawan kantoran yang sukses di mata orang-orang!
Mereka tidak mengenal Suryani, tetapi mereka mengenal Sentosa Real Estat, yang merupakan perusahaan real estat terkenal di gedung Longtech!
Apa yang dikatakan Suryani jelas tidak salah, dua orang ini datang ke sini pasti memiliki niat jahat.
Ia berdecak, "Ternyata pengangguran. Tadi aku mendengarnya mengatakan bahwa gedung ini adalah miliknya, awalnya kupikir dia adalah orang hebat!"
"Orang seperti ini hanyalah pecundang munafik!"
"Untungnya, Nyonya Suryani membongkar kebohongannya!"
"Hehe, memang pantas dia diputus sama pacar! Sampah seperti ini, kalau dia pacarku, aku juga akan putus dengannya!"
"Benar!"
__ADS_1
"..."
Dalam sekejap, orang-orang di sekitar langsung berbisik membicarakan mereka.
Ketika Suryani mendengar ini, ekspresi bangga muncul di wajahnya, dia semakin merasa bahwa meninggalkan Kelvin adalah pilihan yang tepat.
Jika tidak, dia pasti masih mencari pekerjaan bersama Kelvin.
Di sisi lain, sekarang, ia telah memiliki status sosial yang tinggi, istri bos sukses di mata para karyawan elit.
Wajah Kelvin menjadi muram, lalu berata dengan marah. "Suryani, jangan keterlaluan! Siapa yang mencuri?"
"Apanya yang keterlaluan?"
Suryani mencibir, wajahnya penuh penghinaan. "Aku hanya mengatakan hal yang sebenarnya, apanya yang keterlaluan? Dasar pria tak berguna, apa mungkin kau masih bisa bekerja di sini? Apakah kau layak? Apakah kau memiliki kualifikasi itu? "
Selesai berkata, dia melambaikan tangan kepada dua satpam di pintu dan berkata, "Satpam! Kemari!"
Melihat lambaian tangan Suryani, kedua satpam di pintu segera bergegas kemari dan berkata dengan sopan. "Nyonya Suryani, ada apa?"
Suryani mencibir, mengeluarkan 400 ribu dari sakunya, lalu memberikannya ke tangan satpam, dan berkata, "Kalian berdua, gedung Longtech adalah pusat komersial Jakarta, agar tidak mempengaruhi citra Longtech, tidak ada pengangguran yang boleh diizinkan untuk masuk! Kalian harus menjaga pintu dengan baik, kalau ada orang tak jelas yang mau masuk, langsung usir saja!"
Kedua satpam itu mengambil uang itu dan segera memberi hormat kepada Suryani. "Nyonya Suryani! Jangan khawatir, kami pasti akan menjaga pintu dengan baik!"
Segera setelah itu, keduanya berhenti tepat di depan Robert dan Kelvin, dan salah satu dari mereka berkata dengan dingin. "Kalian berdua, kalian harus membayar tanggung jawab hukum karena sembarangan masuk ke gedung Longtech! Kalau kalian sembarangan masuk, maka kalian tidak hanya akan diusir, bahkan juga akan ditangkap! Pikirkan baik-baik!"
Suryani mencibir. "Apakah kalian mendengarnya? Ini bukan tempat untuk orang yang tak jelas! Kalian, kembalilah ke tempat kalian yang seharusnya!"
Kelvin menggertakkan giginya, lalu menghela napas, menarik Robert dan berkata, "Robert, aku ingin tidak ingin berlama di sini, ayo pergi."
Dia benar-benar tidak ingin tinggal di sini lebih lama lagi.
Robert menggelengkan kepalanya dan berkata, "Pergi? Kenapa harus pergi?"
Selesai berkata, dia mengeluarkan ponselnya dan menelepon Husin.
Tak lama kemudian, telepon tersambung.
"Halo? Bos Robert, Anda sudah tiba?"
__ADS_1
Di ujung telepon, Husin bertanya dengan hati-hati.
"Ya, sudah tiba, sekarang berada di pintu masuk gedung, tapi ada orang mengatakan bahwa aku seorang penganggur, menyuruh satpam untuk melarangku masuk, dia bilang kalau aku berani masuk, dia akan menyuruh satpam mengusir kami!" Kata Robert dengan tenang.