Aku Menggali 1 Ton Emas

Aku Menggali 1 Ton Emas
154


__ADS_3

Terkadang hidup memang begitu menakjubkan.


Pemuda ini tidak lain adalah Irwan, pria yang makan berbekyu bersama beberapa temannya dan pemilik mobil Cayenne yang hampir menabrak Robert.


Ketika dia berada di tempat barbekyu, dia bertemu Robert dan berbicara kasar padanya. Tetapi akhirnya dia mengetahui bahwa Robert adalah pemilik Bugatti yang dia temui di jalan, jadi dia sangat mengingat penampilan Robert, dan diam-diam berdoa agar jangan bertemu dengannya lagi.


Namun, tidak peduli bagaimana dia menghindar, dia tidak menyangka akan bertemu dengan Robert di sini.


“Irwan, apa yang kau lihat?” Seorang pemuda lain di sampingnya bertanya dengan penasaran.


Orang ini adalah Wellion, pemuda impulsif yang mengendarai Cayenne itu. Saat itu, dia ingin menyalip, dan hampir saja menabrak Bugatti milik Robert.


Irwan mengulurkan tangannya dan menunjuk. "Wellion, lihat sebelah sana."


Wellion menoleh dan langsung melihat Robert dan Elysia yang sedang berjalan menuju ke dalam. Dia mengangkat alisnya dan berkata, "Oh, dia? Tidakkah dunia ini terlalu kecil?"


“Apa yang harus kita lakukan? Wellion? Apakah kita masih mau mengikuti kompetisi?” Irwan berkata dengan hati-hati.


"Irwan, kau ingin mundur dari kompetisi sekarang? Tidakkah kau terlalu penakut?"


Wellion memutar matanya dan berkata.


Keluarga Irwan lebih kaya darinya, tetapi nyalinya jauh lebih kecil darinya.


Irwan berkata dengan wajah khawatir. "Saat itu kita berbicara kasar padanya. Bagaimana kalau dia mencari masalah dengan kita? Dia adalah pemilik Bugatti! Identitasnya jelas tidak biasa."


"Apa yang kau takutkan? Mungkin itu mobil sewaan!"


Wellion memutar matanya dan berkata, "Sekarang banyak orang yang menyewa supercar untuk pamer! Bahkan kalau mobil itu benar-benar adalah miliknya, kita juga tidak memprovokasinya di sini. Selain itu, ada begitu banyak orang di sini, dia tidak akan berani sembarangan. Untuk memenangkan kompetisi ini, dan menjadi murid dari presiden Asosiasi Kaligrafi, kita sudah menghabiskan banyak uang, jangan katakan kalau kau ingin mundur dari pertandingan."


Irwan menarik napas dalam-dalam dan berkata, "Baiklah, ayo kita lanjutkan pertandingan!"


...


Robert tidak tahu bahwa kedatangannya hampir saja membuat beberapa orang takut hingga ingin mundur dari pertandingan.


Melihat orang-orang yang lalu lalang di dalam, Robert terkejut dan berkata, "Lumayan banyak orang di sini."


"Tentu saja!"


Elysia memperkenalkan. "Ini adalah kompetisi resmi pertama antara Unitersitas Indonesia dan STIE Jakarta. Kompetisi ini bermaksud untuk mendorong komunikasi antara kedua kampus dan meningkatkan hubungan mahasiswa dari kedua belah pihak. Kaligrafer terkenal dari Asosiasi Kaligrafi yang secara langsung menjadi juri, jumlah anggota dalam kompetisi kali ini mencapai lima puluh hingga enam puluh orang! Jumlah penonton juga mencapai ratusan orang! Bagaimana mungkin tidak banyak orang?"

__ADS_1


Robert mengangkat alisnya, dia menyipitkan matanya.


Sebelum itu, UI dan STIE tidak pernah mengadakan kompetisi yang substansial.


Lagi pula, jarak antara kedua kampus tidak dekat, sehingga kampus biasanya hanya mengadakan kompetisi antar mahasiswa sekampus, sama sekali tidak perlu mengadakan kompetisi antar kampus, apalagi dengan tujuan untuk meningkatkan hubungan dan komunikasi antar mahasiswa.


Satu-satunya kemungkinan adalah kedua kampus telah mengetahui kabar tentang kawasan universitas.


Segala sesuatu yang terjadi selalu ada penyebabnya. Meskipun lokasi kawasan universitas masih belum dipastikan, tetapi kabar kawasan universitas pasti sudah bukan rahasia lagi. Orang-orang yang memiliki saluran informasi pasti sudah mengetahuinya, jadi tujuan mengadakan kompetisi kaligrafi antar kampus sebenarnya adalah untuk persiapan kawasan universitas kedepannya.


Namun, Handoko kemungkinan besar hanya mengetahui kabar bahwa Jakarta akan mendirikan kawasan universitas, dan tidak mengetahui lokasi kawasan universitas yang pasti. Jika tidak, dia tidak mungkin masih bisa dengan tenang mengadakan kompetisi kaligrafi di sini.


Robert mendengus dan berkata, "Hanya menonton pertandingan kaligrafi apa perlu begini ramai? Ini ‘kan bukan pertandingan basket!"


Mendengar kata-kata Robert, banyak mahasiswa di sekitarnya memberikan pandangan merendahkan.


Orang-orang yang datang ke sini pada dasarnya adalah pecinta kaligrafi.


Mendengar kata-kata Robert, mereka tiba-tiba merasa tidak puas, terutama mahasiswa dari STIE.


"Emang kenapa kalau pertandingan kaligrafi? Apakah kalah dengan pertandingan basket?"


"..."


"Meskipun kau kaya, tapi juga tidak boleh menghina kaligrafi! Ini adalah pengejaran kebutuhan spiritual!"


"Ya! Pengejaran kebutuhan spiritual lebih penting daripada materi!"


"Apakah kau tahu apa hadiah untuk juara kompetisi ini? Asalkan bisa memenangkan kompetisi, maka bisa langsung menjadi murid terwaris dari Presiden Asosiasi Kaligrafi Jakarta, Carlos!"


"Apakah kau tahu Carlos? Dia adalah master kaligrafer di Asosiasi Kaligrafi Indonesia!"


"..."


Semua orang, termasuk Elysia menatap Robert dengan tak berdaya. "Robert, tampaknya kau benar-benar perlu meningkatkan tingkatan spiritualmu."


Robert bergeming.


Pada saat ini, dia benar-benar tidak berdaya.


Dia hanya mengatakan sesuatu tentang kaligrafi, kenapa tiba-tiba menjadi sasaran kritik publik?

__ADS_1


Sial, apakah benar orang-orang ini begitu menyukai kaligrafi?


Hanya saja Robert tidak tahu bahwa pengejaran tingkat spiritual bisa dikatakan bahkan setara dengan keyakinan seseorang!


Robert memfitnah keyakinan mereka, tentu saja mereka tidak bisa duduk diam.


Pada saat ini, dua anggota BEM, salah satu cewek yang agak gemuk berkata kepada Elysia sambil tersenyum. "Ketua, apakah kau membawa karya kaligrafimu? Karya yang lainnya sudah dipajang."


“Ada, ambillah.” Elysia menyerahkan karyanya sambil tertawa kecil.


"Baik."


Setelah cewek yang sedikit gemuk itu mengambil karya Elysia, dia bergegas berjalan ke stand pameran.


Robert menatap Elysia dengan heran, dan berkata, "Oh, Elysia, kau sekarang adalah ketua BEM kampus? Selamat, ya!"


Dia tidak datang ke kampus selama beberapa hari, tidak disangka Elysia telah menjadi ketua BEM.


Elysia menghela napas tak berdaya dan berkata, "Semua ini gara-gara kau, posisi Hardi sebagai ketua BEM telah dicabut, dan rektor meminta semua siswa untuk memilih ulang ketua baru, dan aku mendapat 78% suara!"


“Hei! Kau ini sudah menjadi ketua tapi masih berpura-pura kasihan dan tidak terima!” Robert tertawa kecil.


Elysia tersenyum dan berkata, "Sudah, jangan bicarakan ini lagi, yang di pajangkan tidak hanya karya kontestan, tapi juga karya anggota dari Asosiasi Kaligrafi, mari kubawa untuk menikmati dan meningkatkan apresiasi sastramu!"


Robert menyeringai.


Dia tidak tertarik pada ini, dan berusaha mencari cara untuk menolak.


"Para juri Asosiasi Kaligrafi datang!"


Pada saat ini, seseorang berteriak.


Robert menoleh untuk melihat, dia segera melihat lima puluhan orang berjalan masuk sambil tertawa.


Ketika Robert melihat salah satu dari orang-orang itu, Robert langsung mengerutkan kening.


Julfikar?


Orang yang ingin mengeluarkan dia dari kampus, Kepala Akademik Universitas!


Pada saat yang sama, Elysia memperkenalkan. "Orang-orang ini adalah master kaligrafi dari Asosiasi Kaligrafi, para pemimpin UI, dan para pemimpin STIE. Mereka bertanggung jawab atas kompetisi kaligrafi kali ini."

__ADS_1


__ADS_2