
Tepat di saat Robert sedang ragu, pintu tiba-tiba terbuka.
Kemudian Lia berjalan masuk dari luar sambil tersenyum, lalu memiringkan kepalanya, dan berkata, "Sudah bangun?"
“Kenapa kau masuk ke kamarku?” Robert tampak terkejut, dan dengan panik menggenggam kuat selimut di tangannya.
Lia berjalan ke depan Robert dengan tak berdaya lalu berkata sambil tersenyum. "Apa yang perlu kau tutup? Aku sudah melihatnya tadi malam, tidak kusangka tubuhmu begitu berotot!"
Robert berkata, “Kau yang melepas pakaianku?”
Dia minum anggur hingga mabuk tadi malam, sekarang pikirannya masih linglung, sama sekali tidak tahu apa yang terjadi setelah dia mabuk, bahkan tidak tahu bagaimana dia kembali ke rumah!
"Ya!"
Lia berkecak pinggang dan berkata, "Tubuhmu penuh dengan bau alkohol, dan ada sup sayuran yang tumpah di pakaianmu, jadi aku melepas dan mencucinya!"
“Hah?” Mata Robert langsung melebar.
Lia yang melepas pakaiannya?
Sial!
Melihat wajah Robert yang panik, Lia terkikik dan berkata, "Jangan khawatir, aku tidak melepas celana dalammu!"
"Waduh!"
Robert berseru. "Kau ... tidak diam-diam mengintipnya, ‘kan?"
Lia menatap Robert dengan ekspresi jijik dan berkata, "Menurutmu?"
“Menurutku? Ada tidak?” Robert berkata dengan cemas.
Hal ini berhubungan dengan martabat pria!
Sungguh malu pakaian sendiri dilepas oleh orang lain!
Lia terkikik dan berkata, "Cepat pakai pakaianmu, sarapan sudah siap, pakaian ganti sudah kuletakkan di samping tempat tidurmu, aku akan keluar dulu!"
Setelah berbicara, Lia mengedipkan mata, berbalik dan berjalan keluar.
__ADS_1
Robert bergeming.
Dia menggaruk kepalanya dengan tak berdaya.
Apa dia mengintip isi celana dalamku? Kenapa dia tidak memberitahuku?
Setelah berpakaian, Robert datang ke ruang makan. Begitu melihat sarapan lezat di atas meja, Robert langsung melupakan kejadian tadi.
"Wah, enak banget!" Robert memuji sambil makan.
"Tentu saja, selain bekerja, hobi terbesarku adalah memasak!" Kata Lia sambil tersenyum.
Robert tersenyum, mengangguk dan berkata, "Kalau begitu berarti yang bisa menikahimu pasti sangat beruntung, tidak perlu khawatir masalah makan dan uang, kau dapat menangani semuanya!"
Lia mengangguk puas dan tersenyum. "Tentu saja! Sayangnya, kau sudah tidak punya kesempatan. Kau sudah punya primadona kampus, dan aku hanya bisa melakukan apa yang seharusnya dilakukan oleh seorang sekretaris."
Robert terbatuk ringan. "Stop! Berhenti ngomong masalah seperti ini di pagi hari, pikiranku masih linglung sekarang! Oh ya, bagaimana reaksi keluarga Setiawan?"
"Kacau!"
Lia meletakkan sendoknya, dan berkata dengan serius, "Sudah kacau sejak tadi malam. Orang tuaku hebat sekali, mereka mengumumkan dua dari tiga syarat yang kau katakan itu, akibatnya banyak orang yang mulai melawan kakekku, dan sekarang keluarga Setiawan pada dasarnya sudah kacau!"
Robert menyeringai dan berkata, "Apakah kau sudah mengerti sekarang?"
Lia mengangguk dan berkata, "Sudah mengerti, bukan hanya aku, mereka juga sudah mengerti kalau kakekku hanya peduli dengan kekuasaan di tangannya, sudah tujuh puluhan tahun tapi masih tidak mau melepas kekuasaan di keluarga, kalau tidak juga tidak akan terjadi kejadian semacam ini sekarang."
Robert tersenyum dan berkata, "Kau tidak menyalahkanku, ‘kan?"
"Apa salahmu? Bukankah aku seharusnya berterima kasih padamu? Tapi kalau dilihat dari maksud kakekku, kemungkinan besar dia tidak akan menyetujui persyaratanmu dengan mudah! Jadi apa yang akan kau lakukan selanjutnya?" Tanya Lia.
Robert merentangkan tangannya dan berkata, "Apa lagi yang bisa aku lakukan, dibiarin dulu, biarkan mereka bertengkar, bagaimanapun, itu tidak ada hubungannya denganku!"
Selesai berkata, ponselnya tiba-tiba berdering.
Ternyata panggilan dari seorang pria bernama Husin.
Robert merasa terkejut, kapan dia menyimpan nama kontak orang ini?
Robert menekan tombol jawab dengan penasaran dan berkata dengan lembut. "Halo."
__ADS_1
“Halo, apakah ini Bos Robert?” Suara seorang pria paruh baya terdengar di telepon, nada bicaranya penuh rasa hormat.
Robert mengangkat alisnya, lalu mengangguk dan berkata, "Iya, ini siapa, ya?"
"Halo Bos, aku Husin, manajer umum Gedung Longtech. Aku ingin mengundang Anda untuk datang ke Gedung Longtech untuk proses pengalihan hak milik gedung dan menandatangani pendapatan sewa penyewa kuartal ini! Apakah Anda ada waktu?" Husin bertanya dengan hormat.
“Gedung Longtech?” Robert mengangkat alisnya.
Saat ini dia tiba-tiba teringat bahwa dia masih memiliki gedung komersial yang belum dia kunjungi.
Dulu, Robert sering melihat berita tentang orang-orang yang melupakan aset yang telah mereka beli dan baru teringat setelah waktu yang lama, dan tidak disangka dia juga sama, melupakan gedung longtech miliknya!
“Ya, Bos, apakah Anda punya waktu? Kalau Anda tidak punya waktu, lain hari juga boleh,” kata Husin di telepon dengan hati-hati.
“Tidak perlu! Aku akan pergi ke sana setelah sarapan!” jawab Robert.
Setelah menutup telepon, Robert tiba-tiba tertawa.
Dia tidak terlalu peduli dengan pengalihan hak milik, tetapi pendapatan sewa kuartal membuatnya sangat bersemangat!
Karena sekarang dia sedang pusing tidak punya uang!
Awalnya, dia hanya memiliki seratusan miliar, cukup banyak, tetapi dia menghabiskan 36 miliar untuk saham Hontaro, 30 miliar untuk membeli rumah, ditambah beberapa pengeluaran lainnya, dan sekarang dia bahkan tidak memiliki dua miliar!
Meskipun saham Hontaro sangat bernilai, tapi sekarang tidak boleh dicairkan karena bukan waktunya!
Awalnya, dia berpikir untuk menyuruh Kelvin untuk segera menjual sedikit emasnya terlebih dulu.
Sekarang Husin memintanya untuk pergi ke Gedung Longtech untuk menandatangani dan menerima pendapatan uang sewa, benar-benar datang tepat pada waktunya!
...
Pada saat yang sama, lantai sembilan puluh sembilan, kantor manajer umum, di Gedung Longtech.
Husin menutup telepon dan menyeka keringat dingin dari wajahnya.
Tadi Robert tidak berbicara, dan itu hampir membuatnya takut setengah mati. Dia mengira bahwa bos baru akan memarahinya.
Dia mengambil foto Robert di atas meja, dan bergumam pada dirinya sendiri. "Apa identitas sebenarnya bos baru ini? Sepertinya dia hanya seorang mahasiswa biasa, tapi mampu membeli seluruh Gedung Longtech secara cash! Mungkinkah Robertn muda dari keluarga terkemuka? Tidak tahu bagaimana temperamennya, semoga bukan orang yang sulit dilayani."
__ADS_1
Selesai berkata, dia segara mengeluarkan walkie-talkie, dan berkata, "Semua departemen mohon perhatian, sebentar lagi bos baru akan datang. Ini adalah pertama kalinya bos besar ke sini. Kalian harus melakukan pekerjaan kalian dengan baik, jangan sampai membuat kesalahan!"
Segera setelah itu, dia buru-buru mengemasi meja, mempersiapkan data yang dibutuhkan saat bertemu Robert.