Aku Menggali 1 Ton Emas

Aku Menggali 1 Ton Emas
Keluar Dari Saham Yang Tersangkut!


__ADS_3

Tepat ketika Robert bersemangat dan gembira di rumah.


Di Angel Residence.


Setelah Elysia menutup telepon, Dewi bertanya sambil terkekeh, "Aku belum memasak, kamu kok berbohong sama Robert, bilang sudah makan? Apakah kamu menyesal dan tidak ingin keluar makan malam dengannya?"


"Tidak."


Elysia menggelengkan kepalanya dan berkata, "Aku membaca di berita bahwa ketika Robert mencoba menyelamatkan orang-orang di bus, dia kelelahan dan tidak memiliki tenaga untuk berdiri! Setelah kembali ke kampus, dia menjadi sasaran Pak Julfikar lagi. Dia pasti sangat lelah, dia butuh istirahat!"


Ketika Dewi mendengar kata-kata Elysia, dia berkata dengan tak berdaya, "Kamu ini, aku memasakkan makanan enak untukmu setiap hari, tapi kamu tak sedikitpun perhatian padaku. Sedangkan Robert yang belum ada hubungan apa-apa denganmu, kamu malah perhatian sekali padanya!"


"Mana ada!"


Elysia sedikit tersipu dan berkata, "Aku perhatian sama kamu juga, kok!"


"Ckckck, lihat dirimu, langsung tersipu." kata Dewi dengan tak berdaya.


Elysia segera menyentuh wajahnya yang sedikit panas.


Melihat adegan ini, Dewi berkata sambil tertawa kecil, "Kamu ini, menurut pengamatan Bibi, Robert ini anak yang pemalu dan minder. Nilainya tidak sebaik kamu, juga tidak seterkenal kamu. Kamu harus mengambil inisiatif, kamu sudah melewatkannya sekali. Jika kamu melewatkannya lagi, kamu pasti akan menyesal selamanya!"


Elysia menarik napas dalam-dalam dan berkata, "Aku mengerti, tapi apakah kami bisa pacaran atau tidak itu tergantung pada jodoh. Kalau tidak berjodoh, tidak ada gunanya bagiku untuk memaksa."


"Gadis bodoh!"


Dewi menunjuk kepala Elysia dan berkata dengan tegas, "Robert putus dengan Freya, dan sekarang kamu memiliki hubungan yang baik dengannya, ini namanya jodoh! Jika tidak berjodoh, mereka sudah bersama sejak awal, mana ada kesempatan untukmu!"


Elysia merenung sejenak, lalu mengangguk dan berkata, "Baiklah, aku akan mencobanya, tapi aku tidak tahu nantinya aku berani mengatakannya atau tidak." kata Elysia dengan ragu.


Kadang kata-kata yang disimpan terlalu lama, sudah tidak mampu dikatakan lagi.


Dewi sudah berpengalaman, dia mengerti situasi yang dihadapi Elysia, jadi dia tertawa kecil dan berkata, "Tidak apa-apa, Bibi akan pergi bersamamu besok untuk memberimu semangat!"


“Tidak, tidak, aku akan pergi sendiri!” tolak Elysia dengan segera.


Jika Dewi ikut, situasinya akan menjadi semakin rumit.


"Oke, oke, kamu bisa pergi sendiri! Hari ini, Bibi tidak ingin memasak, kamu yang masak saja. " Dewi langsung berbaring di sofa, lekuk tubuhnya yang ideal terlihat menonjol.


Elysia juga duduk di sofa dan berkata, "Masakanku tidak enak, bagaimana kalau pesan di luar saja?"

__ADS_1


Selesai berbicara, Elysia memesan dua porsi makanan langsung di telepon.


Kemudian...


Dia meletakkan teleponnya, menepuk Dewi, dan bergumam sambil tersenyum, "Bi, itu... aku mendengar bahwa ada saham yang mungkin melonjak tajam, aku ingin meminta pendapatmu."


"Saham apa? Beberapa saham yang Bibi perhatikan dua hari ini juga mungkin melonjak tajam. Ayo kita lihat apakah pandangan kita sama?" Dewi menutup matanya dan tersenyum.


"Ini... saham Energi Baru Hontaro."


"Apa?"


Dewi berseru dan langsung melompat dari sofa, wajahnya kelihatan terkejut, "Saham Energi Baru Hontaro? Apakah kamu bodoh? Apakah kamu tidak tahu Bibi rugi delapan ratus juta gara-gara saham itu?"


Elysia berkata dengan takut-takut, "Aku tahu."


Tentu saja dia tahu. Tidak lama sebelum dia mulai kuliah. Selama waktu itu, Dewi bersedih dan bersumpah untuk tidak pernah menyentuh saham lagi.


Namun, setelah kurang dari tiga bulan, Dewi mulai bermain saham lagi.


Dia tidak kekurangan uang, jangankan delapan ratus juta, bahkan delapan miliar pun ada. Kehidupannya sangat santai, kesehariannya hanya menemani Elysia dan bermain saham, selain itu tak ada masalah lain yang perlu dia khawatirkan.


Melarangnya untuk bermain saham, itu sama saja dengan membunuhnya.


Tidak ada yang berani menyentuh saham ini sama sekali, tidak ada yang membeli saham, jadi tidak bisa menjualnya.


Elysia tidak terlalu mengerti pasar saham, dia hanya ikut-ikutan bermain saham dengan Dewi untuk mendapatkan sedikit uang saku.


Ketika Robert memperkenalkan saham Energi Baru Hontaro kepadanya, dia sedikit terkejut, berpikir bahwa saham itu hidup lagi.


Namun, melihat reaksi Dewi, mungkinkah... Robert salah?


Ketika Dewi mendengar jawaban Elysia, dia langsung marah dan berkacak pinggang, "Kamu tahu tapi masih bilang saham ini bisa melonjak tajam! Siapa yang bilang ke kamu, hah? Kasih tahu aku, aku akan mengulitinya!"


Elysia menundukkan kepala dan berkata dengan takut-takut, "Ro... Robert yang bilang."


Dewi, "..."


Setelah tertegun sesaat, Dewi tiba-tiba menghela napas.


Dia tiba-tiba tidak tahu harus berkata apa.

__ADS_1


Banyak yang bilang, wanita terbodoh adalah wanita yang sedang jatuh cinta. Kali ini, Dewi yakin dengan kalimat itu.


Bahkan Elysia yang begitu pintar juga jadi bodoh, apalagi wanita lain.


Elysia mengerutkan kening dan bertanya dengan bingung, "Bi, bagaimana dengan saham itu? Apakah mungkin akan naik tajam? Apakah aku harus membelinya?"


Dewi, "..."


Dia menghela napas panjang dan berkata, "Biarkan Bibi menenangkan diri sebentar, Bibi sakit kepala..."


Keesokan harinya.


Hari ini adalah hari yang sangat biasa bagi kebanyakan orang.


Namun, bagi investor yang tersangkut di saham Energi Baru Hontaro, hari ini adalah hari yang penuh kejutan.


Begitu pasar dibuka, saham tersebut yang sudah tidak bergerak selama dua tahun, tiba-tiba mendapat pesanan besar.


Harga saham pada pembukaan adalah 2.980, dan pihak pembeli mencantumkan harga 3.000, tetapi jumlahnya 20.000 lot, seharga 6 miliar, dan mencapai ARA!


Saat inilah, semua investor yang terjebak di saham Hontaro merasa bersemangat.


Di Bursa Efek Jakarta, depan layar bursa saham.


"Ya Tuhan! Akhirnya ada yang beli!"


"Haha! Benar-benar tidak disangka! Aku keluar dari saham yang tersangkut ini!"


"Cepat! Cepat jual, kalau lambat takutnya tidak terjual!"


“…”


Adegan yang sama terjadi di seluruh negeri.


Di Perumahan Angel Residence.


Setelah mengantar Elysia, Dewi membereskan rumah, dan ketika hendak keluar rumah, tiba-tiba ponselnya berdering.


Yang menelepon adalah salah satu temannya.


"Dewi, saham Hontaro sudah ada pembelinya! Cepat jual, kalau tidak nanti kamu tak akan bisa menjualnya lagi!"

__ADS_1


Mendengar ini, Dewi segera berkata dengan gembira "Oke! Aku akan segera ke sana!"


__ADS_2