
Di kantor Direktur.
Setelah Husin pergi, Robert datang ke ruang tunggu dan menemukan Kelvin yang sedang menonton TV dengan serius di dalam.
Melihat Robert datang, Kelvin mematikan TV.
Kemudian, menatapnya dengan aneh.
Robert merasa tidak nyaman ketika ditatap oleh Kelvin, dia lalu menyentuh wajahnya, dan berkata dengan penasaran. "Kenapa kau menatapku seperti ini? Apakah ada sesuatu di wajahku?"
Kelvin menarik napas dalam-dalam, dan bertanya, "Bolehkah aku merokok di sini?"
Robert merentangkan tangannya, dan berkata, "Terserah, anggap saja ini sebagai rumahmu sendiri."
Setelah memperoleh izin, Kelvin segera menyalakan sebatang rokok, lalu menghisap dalam-dalam, kemudian menghembuskan secara perlahan ....
Segera setelah itu, dia menatap Robert dengan penuh makna tersirat dan berkata, "Robert, terima kasih atas kejadian tadi karena telah membantuku memberi pelajaran pada Sentosa!"
Di lift tadi, Robert menaikkan uang sewa Sentosa dan memaksa Sentosa meninggalkan gedung Longtech, Kelvin mengerti bahwa Robert melakukan itu untuknya.
Hal yang dilakukan Sentosa padanya dulu adalah rasa sakit yang tidak terhapuskan di hatinya.
Kegemukan pada dirinya sekarang berhubungan langsung dengan Sentosa. Robert telah membantunya memberi pelajaran pada Sentosa dengan kejam, hal itu membuka simpul di hatinya dan membuatnya merasa lega.
Robert tersenyum dan berkata, "Bukan apa-apa! Tapi sudah waktunya bagimu untuk menurunkan berat badan."
Sambil berkata, dia menunjuk perut Kelvin yang lebih besar dari semangka.
Kelvin menyentuh perutnya, lalu menghela napas panjang.
Benar, memang sudah waktunya untuk menurunkan berat badan.
Ketika Suryani memarahi pria gendut di lantai bawah tadi, dia sudah memutuskan untuk menurunkan berat badan.
Sekarang simpul hatinya sudah terlepas, sekarang saatnya untuk hidup untuk masa depannya.
Kelvin menarik napas dalam-dalam dan menjawab, "Aku akan pergi membuka member fitness nanti! Tapi Robert, kapan gedung Longtech ini menjadi milikmu? Berapa banyak industri yang kau miliki yang aku tidak tahu?"
Robert merentangkan tangannya dan berkata, "Tidak ada lagi!"
Benar-benar tidak ada.
Ketika Kelvin mendengar ini, dia berkata dengan curiga. "Itulah yang kau katakan terakhir kali ketika identitasmu sebagai bos besar Starway Entertainment terungkap! Sekarang kau tiba-tiba menjadi pemilik Longtech, dan mengatakan tidak ada lagi, kau pikir aku akan percaya?"
Robert tersenyum dan berkata, "Tenang, tenang."
"Aku tidak bisa tenang! Ini adalah gedung Longtech! Tempat berkumpulnya para pekerja kantoran kelas atas di Jakarta. Bahkan dalam mimpi pun aku ingin bekerja di sini! Pada akhirnya, seluruh Longtech ini adalah milikmu. Bagaimana aku bisa tenang?" Kelvin sedikit emosional.
Tidak heran dia begitu emosional, karena kejadian ini benar-benar di luar imajinasinya.
__ADS_1
Berbeda dengan Starway Entertainment yang jauh darinya, dia tidak memiliki banyak kesan terhadap Starway, tetapi gedung Longtech adalah tempat kelas atas yang selalu Kelvin dengar sejak dia datang ke Jakarta, pusat komersial di Jakarta, tempat impian bagi seluruh mahasiswa di kampus.
Namun sekarang, Robert memberitahunya bahwa Longtech adalah miliknya. Benar-benar sulit dipercaya!
Robert juga menyalakan rokok, lalu tersenyum dan berkata, "Lalu apa yang akan kau lakukan? Apakah kau akan berlutut dan memanggilku Ayah?"
Kelvin berkata dengan marah. "Sialan! Aku ...."
Belum selesai berbicara, tiba-tiba terdengar pesan di ponsel Robert.
'Akun bank Anda menerima 220 miliar!'
Kelvin bergeming.
Dia ingin berlutut dan memanggilnya ayah!
Robert mengambil ponsel dan meliriknya, lalu berkata kepada Kelvin. "Pendapatan sewa gedung Longtech kuartal ini suah masuk."
“Pendapatan sewa? Satu kuartal? Kalau begitu satu tahun 880 miliar?” Kelopak matanya berkedut.
Robert mengangguk dan berkata, "Iya, hampir 880 miliar, dibulatkan menjadi nol."
Kelvin bergeming.
Dari siapa kau belajar pembulatan?
Tidakkah pembulatanmu terlalu banyak?
Pada saat ini, Kelvin merasa diri sendiri akan segera menjadi gila.
Robert menepuk pundak Kelvin dan berkata, "Bro, jangan berkecil hati, kau akan menjadi orang terkaya di Jakarta, percayalah pada diri sendiri."
Kelvin menghela napas panjang dan berkata, "Tapi sekarang menjadi orang terkaya di Jakarta sudah tidak menarik bagiku! Apa yang aku impikan dapat kau peroleh dengan mudah. Hal ini benar-benar menyakitiku!"
Robert tersenyum dan berkata, "Makanya kau harus mempercepat proses dan membangun perusahaan Berto secepat mungkin! Setelah Grup Berto sudah beroperasi, aku akan mempertimbangkan untuk menggabungkan Starway Entertainment, Energi Baru Hontaro, dan Longtech ke dalam Grup Berto! Apakah menurutmu itu tidak menarik?"
"Wah!"
Mendengar kata-kata Robert, Kelvin melebarkan matanya karena terkejut, dan berseru. "Benarkah? Tunggu, termasuk Energi Baru Hontaro?"
"Benar."
Robert mengangguk dan berkata, "Bukankah aku membeli saham mereka dua hari yang lalu? Tapi aku mungkin membeli terlalu banyak pada waktu itu, aku memperoleh 92% saham Hontaro sekaligus! Sekarang aku adalah pemegang saham terbanyak Hontaro."
Kelvin bergeming.
Dia tahu energi baru Hontaro, dan juga tahu saham Hontaro telah melonjak tajam, tetapi dia mengira bahwa Robert hanya mendapatkan keuntungan banyak, siapa yang menyangka Robert akan mendapatkan 92% saham Hontaro.
Kelvin terkejut setengah mati.
__ADS_1
Robert menepuk bahunya dengan pelan dan berkata dengan serius. "Bro, perjalananmu masih panjang dan berat, jadi kau harus cepat."
Ketika Kelvin mendengar ini, dia segera berkata dengan penuh semangat. "Baik!"
Berpikir bahwa gedung Longtech, Energi Baru Hontaro, dan Starway Entertainment semuanya akan menjadi anak perusahaan Grup Berto, dan dia akan menjadi manajer umum Berto, wajah Kelvin langsung memerah karena terlalu bersemangat.
"Aku akan memberimu 20 miliar sebagai modal investasi awal! Tugas utamamu adalah segera menyelesaikan masalah emas!" kata Robert.
“Tidak masalah!” Kelvin berkata sambil mengangkat kepalan tangannya.
Kemudian, Robert memanggil Husin dan memintanya untuk membawa Kelvin ke bawah untuk menangani masalah lokasi Perusahaan Berto.
Dengan bantuan Husin, efisiensi kerja Kelvin akan lebih tinggi.
Bagaimanapun, tidak ada yang berani tidak menghormati Husin di Longtech.
Setelah keduanya pergi, Robert berjalan-jalan santai di dalam kantornya.
Terutama aula yang luas, ada deretan rak anggur di dalamnya, dengan banyak anggur merah di atasnya, dan dengan nama-nama yang tidak pernah di dengarnya.
Robert mengambil salah satu botol anggur lalu memindaikan dengan ponselnya. Tidak disangka harganya ratusan juta, harga itu membuat Robert ketakutan hingga segera meletakkan kembali karena takut pecah dan dia harus membayar ganti rugi.
Tetapi setelah berpikir dengan teliti, bukankah semua yang ada di sini adalah miliknya?
Dia baru saja menjadi orang kaya, jadi temperamen dan mentalitas masih belum bisa mengikuti.
Tidak boleh seperti ini lagi!
Robert langsung membuka dan meneguknya.
Wah!
Rasanya sangat enak, dibandingkan dengan anggur merah di supermarket, rasanya ribuan kali lebih enak.
Robert mengambil anggur merah dan datang ke sofa di aula.
Dia berbaring dengan nyaman sambil menikmati anggur merah.
Dulu dia hanya pernah melihat kantor mewah seperti ini di TV, tetapi sekarang ini telah menjadi kantor pribadinya.
Semua ini hanya bisa digambarkan dengan satu kata, ‘keren’!
Pada saat ini, ponselnya tiba-tiba berdering.
Robert meletakkan gelas anggur di atas meja, mengeluarkan ponsel dan melihatnya, seketika langsung muncul kegembiraan di wajahnya.
Elysia?
Kenapa dia teringat untuk meneleponku?
__ADS_1
Apakah dia ingin mengajak berkencan?
Memikirkan hal ini, Robert segera mendapatkan kembali semangatnya dan menjawab telepon dengan cepat.