
Robert menyeringai dan menatap gadis berkaki panjang di depannya.
Bagaimana mungkin dia tidak mengenal gadis cantik ini, dia telah menempati posisi teratas dalam daftar mahasiswi tercantik selama empat tahun berturut-turut di kampusnya dan telah memukau banyak pemuda.
Meskipun Robert dan Elysia bukan satu jurusan, tetapi Robert sudah sering mendengar namanya dan sudah sering bertemu dengannya di kampus.
Robert merasa aneh, semua orang mengenal Elysia karena dia adalah mahasiswi tercantik di kampus, tetapi mengapa Elysia bisa mengenalnya?
Bagaimanapun, mereka berdua sama sekali tidak berada pada level yang sama.
Elysia adalah master akademik dan merupakan mahasiswi tercantik di kampus, sedangkan dirinya hanya mahasiswa yang biasa-biasa saja, bahkan paman penjaga asrama pun tidak mengenalnya.
Mendengar pertanyaan Dewi, Elysia meliriknya dengan aneh, dan mengangguk. "Tentu saja kenal, Bi, kami kuliah di kampus yang sama. Bagaimana mungkin kami tidak saling mengenal?"
Robert tersenyum. Apakah hanya karena satu kampus?
"Apa?"
Dewi berkata dengan terkejut: "Tuan Robert, Anda juga mahasiswa di Universitas Indonesia? Mengapa Elysia tidak pernah bercerita tentang Anda?"
Robert dengan canggung melambaikan tangannya dan berkata, "Ada banyak mahasiswa di kampus kami, jadi wajar saja."
"Benar juga."
Dewi mengangguk dan berkata: "Karena kalian teman sekampus, jadi aku berharap Tuan Robert bisa lebih memberi perhatian dan menjaga Elysia, anak ini sendirian di luar, aku selalu merasa khawatir."
Robert yang mendengar ini, tiba-tiba menyeringai. Apakah Elysia membutuhkan seseorang untuk menjaganya?
__ADS_1
Hanya bersin saja, semua laki-laki di kampus akan segera datang untuk memberinya perhatian, mana ada giliran dia?
"Robert, kamu yang membeli semua pakaian ini?" Elysia memandang Robert dengan aneh dan bertanya.
Robert menganggukkan kepalanya dan berkata: "Ya, aku tidak ingin memakai pakaian yang dulu lagi dan ingin mengganti semuanya, jadi aku membelinya sekaligus."
Elysia menatap Robert dengan penuh makna tersirat dan mengangguk, "Aku mengerti."
Dewi yang melihat adegan ini, semakin merasa curiga.
Tapi dia tidak mengatakan apa-apa, dia hanya tertawa pelan dan berkata, "Ngobrolnya nanti saja, mari kita pindahkan pakaianmu dulu."
Sambil berbicara, dia langsung berjalan ke mobil.
Robert buru-buru berjalan dan berkata: "Aku saja yang membawanya! Hanya beberapa potong pakaian saja, aku bisa membawanya sendiri."
Elysia bukan hanya kekasih impian mahasiswa di kampusnya, tetapi juga kekasih impiannya juga. Sayangnya, Elysia terlalu cantik dan berbakat. Robert bahkan tidak memiliki keberanian untuk berbicara dengannya.
Sekarang dia akhirnya bisa menampilkan kemampuannya di depan kekasih impiannya dan juga pada Bibinya. Bagaimana mungkin dia bisa melewatkan kesempatan ini?
Robert pada saat ini langsung menunjukkan kemampuannya dengan membawa dua kantong besar pakaian dengan kedua tangannya, dan berjalan ke ruang bawah tanah dengan cepat.
Dewi dan Elysia yang melihat adegan ini, mata mereka melebar karena terkejut.
Mereka berdua yang membungkus semua pakaian ini. Kedua kantong itu setidaknya lebih dari 100 kg!
Tetapi Robert mengangkatnya semudah mengangkat anak ayam.
__ADS_1
Anak muda ini benar-benar sangat kuat!
Dewi dan Elysia mengambil sisa pakaian, mengikuti Robert masuk ke ruang bawah tanah.
Tetapi ketika kedua wanita itu berjalan ke ruang bawah tanah, dan melihat dekorasi di dalamnya, mereka semua tercengang. Dewi berkata dengan terkejut: "Tuan Robert, ini..."
Dia pikir ini hanya gudang milik Robert.
Tetapi ketika masuk, dia menemukan bahwa sofa, rak pakaian, lemari pakaian, dapur, toilet, semuanya lengkap. Sama sekali tidak terlihat seperti gudang, in jelas merupakan tempat tinggal biasa.
Robert meletakkan kantong baju di lantai, dan tertawa dengan terpaksa: "Maaf, rumah ini sedikit sederhana!"
"Tidak, tidak!"
Dewi tersenyum dan berkata: "Tidak apa-apa, gaya hidup Tuan Robert benar-benar unik."
Mengendarai Bugatti dan tinggal di ruang bawah tanah. Benar-benar sangat unik.
"Tidak ada yang unik, hanya tempat tinggal biasa saja. Aku akan menuangkan air untuk kalian dulu."
Selesai berbicara, Robert segera menuangkan air.
Selanjutnya, Dewi dan Elysia hanya mengobrol sebentar dengan Robert dan langsung pergi. Lagi pula, mereka kesini hanya untuk mengantarkan pakaian, bukan untuk bertamu.
Begitu keluar, Dewi segera bertanya kepada Elysia: "Elysia, kamu dan Tuan Robert benar-benar hanya teman sekampus biasa? Tidak ada hubungan lain?"
Elysia menghela napas: "Bibi, jika ada hubungan lain aku pasti akan memberitahumu. Aku tidak memiliki hubungan lain dengannya!"
__ADS_1
"Lalu mengapa tatapan matamu ketika melihat Robert begitu aneh? Menurut pengalaman hidup Bibi, hubungan diantara kalian pasti tidak sesederhana itu! Pasti ada rahasia yang kamu sembunyikan! "Dewi memaksa.