Aku Menggali 1 Ton Emas

Aku Menggali 1 Ton Emas
126


__ADS_3

Ada sebuah pepatah mengatakan bahwa harus mengmbil inisiatif untuk menaklukkan lawan!


Lia sangat yakin bahwa Bambang akan memperkenalkan pacar untuknya setelah perjamuan dimulai.


Alex ingin mendapatkan kursi direktur dan ingin memaksanya keluar dari perusahaan, dan ini adalah cara terbaik dan termudah.


Oleh karena itu, Lia mengambil inisiatif untuk menceritakan hubungan dia dengan Robert terlebih dulu sebelum Bambang membicarakannya.


Sebenarnya dapat dikatakan bahwa dia juga sedang bertaruh, bertaruh pentingnya posisinya di Grup Setiawan, dan juga bertaruh bahwa Bambang tidak akan bertengkar dengannya di depan begitu banyak orang!


Sejak dia menjadi direktur Grup Setiawan, dia telah mengabdikan dirinya untuk Grup Setiawan, dan pangsa pasar serta pendapatan Grup Setiawan meningkat pesat dibawah kepemimpinannya, dan dia juga memperoleh keyakinan dari semua orang di perusahaan.


Di sisi lain, Alex yang memegang posisi manajer umum, selalu memikirkan cara untuk merebut kursi direkturnya, dan tidak terlalu memperhatikan operasi dan manajemen perusahaan.


Jadi dia bertaruh, siapa yang lebih penting bagi Bambang!


Namun, tepat setelah dia selesai berbicara, sesuatu yang mengecewakan terjadi.


Bambang menepuk meja dan berteriak dengan marah. "Sembarangan! Lia! Apakah kau tahu apa yang kau lakukan!"


Teriakan marah yang tiba-tiba langsung membuat seluruh keluarga Setiawan ketakutan.


Bagi keluarga Setiawan, Bambang adalah kepala keluarga, orang yang paling berkuasa, tidak ada orang yang berani melawan wibawanya!


Joni dengan cepat membujuk Lia. "Lia, apa yang kamu bicarakan! Hari ini adalah hari ulang tahun kakek, bagaimana boleh kau membuat kakek marah!"


Seorang wanita yang masih terlihat cantik di usianya yang sudah 40 tahunan juga ikut membujuk Lia.


"Lia, cepat minta maaf kepada kakek!"


Lia melirik mereka, mengambil napas dalam-dalam, dan berkata dengan serius, "Ayah, Bu, setiap orang berhak mengejar kebahagiaan mereka sendiri! Aku dan Robert benar-benar saling mencintai, apakah kami salah? Untuk apa meminta maaf?"


Mendengar jawaban Lia, Jacky dan seluruh anggota keluarga Setiawan terkejut.


Biasanya, Lia sangat mendengarkan perintah kakeknya.


Dengan kata lain, tak perlu diragukan bahwa seluruh anggota keluarga Setiawan patuh pada Bambang, dan tidak ada yang berani melawan kehendaknya!


Namun hari ini, tidak disangka Lia berani menentang Bambang di depan semua orang yang ada di pesta ulang tahun.


Apa yang ingin ia lakukan?


Apakah ia ingin memberontak?

__ADS_1


Robert tiba-tiba menghela napas dan merasa sakit kepala setelah melihat sikap Lia yang begitu tegas.


Masalah yang terjadi hari ini sungguh ....


Awalnya, dia berpikir bahwa dia hanya perlu berpura-pura menjadi pacar Lia, tapi dia tidak menyangka akan terjadi begitu banyak hal!


Dan hal yang paling parah adalah Lia tidak hanya mengakui hubungan di antara mereka di depan semua orang, tapi juga demi hal ini, dia menentang Bambang dan Joni!


Benar-benar parah!


Setelah masalah ini selesai, jika dia putus dengan Lia, bukankah semua ini akan membuktikan bahwa apa yang dilakukan Lia adalah salah?


Dia sih tidak peduli, bagaimanapun dia adalah seorang bujangan, dia tidak takut orang lain memarahinya, tetapi Lia berbeda, semua orang akan menyalahkannya, termasuk orang tuanya.


Jika mengetahui bahwa hal ini akan begitu merepotkan, dia tidak akan menyetujui permintaan Lia untuk berpura-pura menjadi pacarnya.


Robert hanya bisa menyalahkan bahwa dirinya terlalu ceroboh kali ini!


"Bagaimana kalau aku tidak setuju!"


Pada saat ini, Bambang tiba-tiba berkata dengan dingin, dan menarik perhatian semua orang!


Bambang memelototi Lia dengan marah, dan berkata dengan serius, "Tidak sembarang orang bisa menjadi menantu keluarga Setiawan! Apalagi orang arogan seperti dia yang berani datang ke hadapanku dengan membawa kontrak yang tak karuan. Aku tidak setuju dengan hubungan kalian! Kau tak perlu mengatakannya lagi!"


Bambang mengatakan bahwa dia arogan?


"Tuan Bambang."


Robert berkata, "Aku pikir aku perlu mengingatkanmu! Aku tak berpikir bahwa aku arogan. Teknologi energi baru yang dikembangkan oleh Perusahaan Hontaro memimpin seluruh teknologi energi baru lainnya yang ada di pasaran saat ini. Ada banyak perusahaan yang ingin bekerja sama dengan perusahaanku, ini adalah satu-satunya kesempatanmu, kau mungin tidak akan bisa bekerja sama lagi dengan kami kalau kau melewatkan kesempatan kali ini!"


Mendengar perkataan Robert, semua orang merasa heran dan mulai berbisik.


Apa yang orang ini katakan?


Hanya satu kesempatan?


Memberi Grup Setiawan kesempatan?


Kalimat ini terdengar seperti mencari Jack Ma untuk membicarakan kerja sama, Jack Ma tidak setuju, lalu orang ini mengatakan bahwa ini adalah kesempatan terakhir baginya, sungguh menggelikan!


Ini bukan hanya arogan, tapi juga tak tahu diri!


"Huh!"

__ADS_1


Pada saat ini, Alex, yang telah lama terdiam, tiba-tiba mendengus, "Mendengar perkataanmu, maksudmu kontrak ini untuk membantu kami?"


Robert mengangguk dan berkata, "Iya benar."


Setelah modul kapasitor baru perusahaan Hontaro berhasil diciptakan, akan ada banyak perusahaan yang ingin bekerja sama dengannya, bahkan akan ada banyak perusahaan yang lebih besar dari Grup Setiawan.


"Arogan dan tak tahu diri!"


Alex mengambil kontrak Robert di atas meja, merobeknya, dan mencibir, "Siapa yang memberimu kepercayaan diri untuk mengatakan hal seperti ini? Apakah kau tidak tahu berapa banyak perusahaan energi baru yang memohon untuk bekerja sama dengan kami? Apakah kau pikir kami memerlukanmu?"


Robert yang melihat kertas sobekan kontrak yang terbang di udara, menutup matanya dengan tak berdaya.


Dia telah mempersiapkan kontrak ini untuk waktu yang lama, tapi sekarang kontraknya disobek menjadi berkeping-keping.


Sudahlah, keluarga Setiawan tidak menginginkannya, semua ini hanya angan-angannya sendiri.


"Huh!"


Pada saat ini, Bambang mencibir, menunjuk Robert dan berkata kepada Lia, "Ini pacar yang kau cari? Konyol! Sungguh konyol!"


Selesai berkata, dia mengambil napas dalam-dalam, lalu berkata dengan ekspresi dingin, "Lia, aku akan mencarikan pacar yang lebih cocok untukmu, Steven dari keluarga Anderson adalah pemuda yang bagus, setelah dia kembali dari luar negeri, kalian boleh saling kontak, kalau merasa cocok, kalian bisa langsung tunangan.”


Mendengar nama Steven, Lia tiba-tiba tertawa pahit.


Dia merasa dirinya telah kalah, dia telah berkontribusi dan banyak berkorban untuk Grup Setiawan, tapi Bambang lebih memilih untuk mendengar perkataan Alex!


Steven!


Playboy terkenal dari keluarga Anderson, Bambang malah ingin Steven menjadi pacarnya!


Alasannya sangat sederhana, pasti memanfaatkan dirinya untuk memperoleh dukungan dari keluarga Anderson!


Kontribusinya untuk Grup Setiawan menjadi sangat kecil begitu menghadapi hal-hal seperti ini.


Dia tidak percaya bahwa ini adalah kehendak Bambang secara tiba-tiba, ini pasti telah direncanakan oleh Alex dan Jacky sejak awal.


Hanya saja dia baru mengetahuinya sekarang.


Dalam pertaruhan ini, dia kalah telak ....


"Kenapa kau melakukan ini padaku?" Lia bertanya dengan mata kemerahan.


Joni buru-buru berkata, "Lia, kakek melakukan ini juga untuk kebaikanmu. Bagaimanapun, keluarga Anderson adalah keluarga terkemuka! Mari kita bicarakan hal ini setelah pulang. Hari ini adalah hari ulang tahun kakek, jangan membuat kakek marah."

__ADS_1


Namun, Lia mengabaikannya, dia kembali bertanya kepada Bambang lagi dengan ekspresi rumit, "Kakek, aku telah menyerahkan semuanya untuk Grup Setiawan, aku tidur kurang dari lima jam sehari! Dengan usahaku, pangsa pasar Grup Setiawan telah meningkat 30% dalam waktu dua tahun! Apakah yang aku lakukan salah? Katakan padaku, kenapa kau melakukan ini padaku?"


__ADS_2