Aku Menggali 1 Ton Emas

Aku Menggali 1 Ton Emas
128


__ADS_3

Selesai berbicara, Robert langsung memegang pergelangan tangan Lia dan berkata dengan dingin, "Ayo pergi, mereka tidak menginginkanmu, aku menginginkanmu. Kebetulan perusahaanku memerlukan karyawan berbakat sepertimu!"


Lalu Robert menarik Lia!


Melihat bahwa Robert akan membawa Lia pergi, keluarga Setiawan langsung menjadi cemas, terutama Bambang.


Apa yang Robert katakan tadi memang benar, dia ingin menggunakan Lia untuk mengalihkan kemarahan keluarga Anderson. Bagaimanapun, Steven mengalami kecelakaan saat mengejar Lia.


Jika keluarga Anderson marah pada mereka, seluruh keluarga Setiawan pasti akan terlibat!


Jadi dia hanya bisa menemukan cara untuk mengalihkan kemarahan keluarga Anderson, dan cara terbaik adalah memenuhi permintaan Steven dan membiarkan Lia menikahinya.


Dengan cara ini, dia tidak hanya menghindari kemarahan keluarga Anderson, tetapi dia juga bisa menjadi kerabat keluarga Anderson!


Adapun apakah hal itu akan menyakiti keluarga Lia.


Alex mengatakan sesuatu yang menyentuh hati Bambang.


Negara dan keluarga tidak bisa berdiri tanpa aturan!


Dia adalah aturan dari keluarga Setiawan. Selama hal tersebut bermanfaat bagi keluarga Setiawan, itulah aturannya!


Alex memberinya analisis yang sangat menyeluruh terhadap pro dan kontra masalah ini.


“Lepaskan Lia!” kata Bambang dengan dingin.


"Kau bisa pergi sendiri. Lia adalah anggota keluarga Setiawan. Kenapa kau membawa anggota keluarga Setiawan pergi?" Alex juga berteriak dengan dingin.


Selesai mendengar perkataan Bambang dan Alex, dua satpam itu langsung menghadang Robert.


"Maaf, tolong lepaskan Lia!"


Salah satu satpam berkata dengan dingin.


Robert memicingkan matanya, dan mencibir, "Siapa pun yang berani menghentikanku harus menanggung konsekuensinya sendiri! Minggir!"


Selesai berkata, Robert langsung menarik Lia dan berjalan ke arah dua satpam itu.


"Kalau begitu jangan salahkan kami karena bersikap kasar!"


Salah satu satpam langsung mengulurkan tangannya dan meraih bahu Robert.


Namun, baru saja tangannya terulur, dan belum sempat menangkap bahu Robert, tangan kiri Robert tiba-tiba tampak seperti kilat, meraih bahu dan lengan satpam itu, kemudian menarik ke arahnya.


Satpam langsung terkapar ke lantai di sebelahnya.


Pada saat yang sama, satpam satunya lagi juga menangkap Robert.


Tepat saat hendak ditangkap, Robert tiba-tiba membalikkan tubuhnya sedikit ke samping, menghindari tangan satpam, lalu maju selangkah, lalu membentur dada lawan.

__ADS_1


Diikuti suara, satpam kedua juga terkapar ke lantai.


Melihat adegan ini, semua orang berseru kaget.


"Sial! Dia sungguh kuat!"


"Dia merobohkan dua satpam itu kurang dari dua detik? Apa aku salah melihat?"


"Bukan sekedar merobohkan. Tidakkah kau melihat tangan kanan Robert masih memegang pergelangan tangan Lia? Dia bertarung hanya menggunakan tangan kiri saja!"


"Apakah kedua satpam ini sengaja melepaskannya?"


"Jangan bercanda! Di depan Tuan Bambang, mana mungkin mereka berani melepaskan Robert!"


"Hebat! Tidak heran dia berani menentang Tuan Bambang. Dia ternyata seorang master bela diri!"


"Apa gunanya master bela diri? Tadi menyuruhnya pergi dia tidak mau pergi, sekarang malah berkelahi di perjamuan keluarga Setiawan. Tuan Bambang tidak akan membiarkannya pergi. Jangan lupa, pengawal pribadi Tuan Bambang juga sangat hebat!"


"Ya, sepertinya seorang ahli karate?"


Robert membawa Lia dan terus berjalan keluar.


Namun, ketika mereka sampai di pintu aula, seorang pria paruh baya dengan kepala botak dan berjas muncul di depan mereka, dan menghalangi jalan.


Melihat pria paruh baya ini, banyak orang menunjukkan ekspresi tak terduga di wajah mereka.


Orang ini tidak lain adalah Tony Jang, ahli karate tingkat sabuk hitam!


Robert memicingkan matanya, dan berkata dengan serius. "Minggir!"


Setelah berbicara, dia langsung menarik Lia dan berjalan keluar.


"Kalau begitu jangan salahkan aku karena tidak sopan!"


Tony mendengus dingin, dan kemudian meninju Robert untuk mencoba memaksanya kembali.


Tidak seperti satpam, begitu Tony mengeluarkan tinjunya, terasa suara dan semburan angin ke arah Robert.


Kekuatan tinjuan ini bahkan mungkin bisa menghancurkan karung pasir.


Namun, menghadapi tinjuan ini, Robert tidak berniat mundur sama sekali, dia malah melangkah maju dan mengangkat tinjunya untuk menghadapinya.


Di mata semua orang yang terkejut, kedua tinju itu bertabrakan secara langsung.


Pada saat yang sama, terdengar suara pukulan yang sangat kuat.


Ekspresi wajah Tony langsung berubah.


Saat berikutnya ....

__ADS_1


Tony langsung mundur tiga langkah sebelum melepaskan kekuatan kejut dari tubuhnya.


Robert juga mundur, tetapi hanya mundur dua langkah.


"Kalau aku ingin pergi, tidak ada yang bisa menghentikanku!"


Robert berkata dengan ekspresi dingin, setelah berbicara, dia membawa Lia keluar dan meninggalkan Tony yang sedang dalam tatapan rumit.


Dia ingin menghentikan Robert.


Tetapi dari pertarungan singkat tadi, dia sudah bisa merasakan kalau benar-benar bertarung, pasti dia yang akan kalah pada akhirnya.


Karena dari tadi Robert hanya menggunakan satu tangan!


Kekuatan lawan benar-benar luar biasa!


Di aula, semua tamu yang melihat adegan ini menunjukkan ketidakpercayaan di wajah mereka.


"Apa yang aku lihat?"


"Robert berhadapan langsung dengan Tony yang merupakan ahli karate dan ternyata Robert lebih hebat?"


"Wow, Tony ahli karate tingkat sabuk hitam loh!"


"Anak ini begitu muda, tapi lebih kuat dari Tony?"


"Ini benar-benar gila!"


Para tamu terus berseru.


Mereka merasa seperti sedang bermimpi!


Dalam sekedip mata, Robert sudah membawa Lia keluar dari aula dan menghilang di luar pintu.


Seluruh aula menjadi sunyi, semua orang memandang Bambang yang wajahnya pucat, dan ingin melihat apa yang akan dia lakukan selanjutnya.


Bambang menarik napas dalam-dalam dan berkata dengan marah, "Hari ini adalah pesta ulang tahunku yang ke-87. Mulai hari ini dan seterusnya, siapa pun yang berani bekerja sama dengan Robert dan perusahaannya, berarti tidak menghargaiku!"


Wiranto di sebelahnya mengerutkan kening dan berkata dengan serius, "Saudaraku, kau ini ...."


Bambang mengulurkan tangannya untuk menyela dan berkata, "Berani tidak menghargaiku, maka jangan salahkan aku tidak menghargainya!"


Wiranto menghela napas saat mendengar ini.


Dia tahu, kebencian Bambang terhadap Robert telah mencapai tingkat yang tidak dapat didamaikan.


Pada saat ini, ponsel Wiranto tiba-tiba berdering, dan ketika dia mengeluarkannya, dia melihat sekretarisnya yang menelepon.


Dia melangkah ke samping dan menjawab telepon.

__ADS_1


"Pak Direktur, sesuatu telah terjadi! Baru saja perusahaan Hontaro mengadakan konferensi pers untuk mengumumkan kepada publik bahwa mereka telah berhasil menciptakan modul kapasitor baru, telah menyebabkan dampak sosial yang besar. Pakar energi mengatakan bahwa modul kapasitor baru tersebut dapat menyebabkan dampak besar pada struktur pasar global!"


__ADS_2