
Melihat reaksi Robert, Elysia tersenyum lembut dan berkata, "Yah, Kelvin benar-benar baik. Dalam situasi kemarin, dia berpihak padamu, balas membalas hujatan di forum selama lebih dari dua jam, kamu memang seharusnya membantunya."
"Itu sudah pasti!"
Berbicara tentang Kelvin, Robert mulai memuji.
"Kelvin adalah sahabatku! Dia bahkan lebih dekat dari saudara kandungku. Tidak peduli apa yang terjadi, dia adalah orang pertama memihak di sisiku, dia juga orang yang selalu mendukungku tanpa syarat dalam situasi apa pun! Jika bukan karena ada Kelvin yang membantuku, kurasa aku sudah depresi!" Robert berkata dengan gembira.
Sangatlah penting bagi seseorang untuk memiliki seorang sahabat sejati di dunia ini! Hanya saja, disayangkan tidak semua orang bisa dijadikan sahabat sejati. Misalnya Jamil, saat Robert dihujat habis-habisan di forum, dia adalah orang pertama yang memutuskan hubungan dan menghujatnya lebih kejam dari orang lain.
“Dia memang teman yang baik, aku iri padamu karena memiliki sahabat baik seperti Kelvin.” Elysia tersenyum lembut.
Robert menggaruk kepalanya dan berkata, "Apa yang perlu diirikan, kamu begitu cantik, seharusnya punya lebih banyak sahabat baik, kan?"
"Itu belum tentu."
Elysia menggelengkan kepala dan berkata, "Meskipun ada beberapa teman dekat, mereka masih kalah jauh dari persahabatan kalian. Mereka bahkan mengharapkan aku dipermalukan."
Robert menyeringai dan berkata, "Perasaan seperti ini, aku juga baru-baru ini baru mengerti."
Ada banyak hal yang baru bisa dimengerti setelah kita mengalaminya sendiri.
"Robert……"
Pada saat ini, Elysia tiba-tiba ragu. "Robert, kamu..."
"Ada apa?"
Melihat Elysia ragu-ragu, Robert bertanya dengan bingung.
Elysia menarik nafas dalam-dalam dan berkata, "Apakah menurutmu, aku seperti gadis-gadis tadi, melihat kamu mengendarai Bugatti, baru mendekatimu?"
"Apa?"
Robert terkejut sesaat, dan berkata, "Bagaimana mungkin? Aku tidak pernah berpikir seperti itu! Sungguh! Dan, aku percaya kamu bukan orang seperti itu!"
“Bagaimana kamu tahu?” Elysia bertanya balik.
"Um..." Robert tiba-tiba membeku.
Bagaimana tahu?
Dia tidak tahu bagaimana dia mengetahuinya, bagaimanapun, dia tidak percaya sang dewi adalah gadis seperti itu.
__ADS_1
"Aku... pokoknya, aku yakin kamu bukan!" kata Robert tegas.
Elysia tersenyum bahagia dan berkata, "Baiklah, terima kasih atas kepercayaanmu."
"Ding."
Pada saat ini,
Ponsel Robert tiba-tiba berbunyi.
Dia menundukkan kepala dan mengeluarkan ponselnya. Ada pesan dari sistem Berita Utama Besok di layar, Robert segera membukanya.
'Pada tanggal 5 Juli, Perusahaan Energi Baru Hontaro berhasil meneliti sumber energi listrik baru. Saham perusahaan Energi Baru Hontaro mulai mencapai ARA. Sampai tanggal 25 Agustus, saham telah mencapai ARA selama 50 hari berturut-turut, dan akhirnya kembali stabil, mengakhiri ARA 50 hari berturut-turut. Telah naik sebesar 75 kali lipat, dan membuat rekor baru ARA terlama dunia saham! —— Notifikasi tanggal "26 Agustus."
Melihat berita ini, mata Robert melebar.
Wow!
75 kali?
Konsep seperti ini?
Sekarang di tangannya ada 30 miliar, jika naik 75 kali lipat, maka akan memperoleh 2,250 triliun!
Robert langsung bersemangat. Mulai tanggal 5 Juli, hari ini tanggal 30 Juni, tinggal lima hari lagi, sepertinya harus siap-siap.
Pada saat ini, Elysia tiba-tiba bertanya.
"Apa?"
Robert tertegun, mengambil napas dalam-dalam, menekan kegembiraan di hatinya, dan terbatuk ringan. "Aku sudah putus dengan Freya, aku mana ada pacar?! Barusan seorang teman merekomendasikan saham yang berpotensi naik tajam, jadi menyuruhku segera membelinya!"
Elysia menghela napas lega, dan kemudian bertanya, "Saham? Kamu main saham?"
Robert tertawa dan berkata, "Main sedikit saja."
Sebenarnya, Robert tidak tahu apa pun tentang saham.
Elysia terkekeh pelan. "Aku tidak menyangka kamu masih tahu main saham. Hebat! Boleh kasih tahu saham mana yang kamu maksud? Aku juga pingin belajar."
“Hah? Kamu juga main saham?” Robert bertanya dengan heran.
Elysia mengangguk dan berkata, "Iya, ikut-ikutan main dengan Bibiku, tapi tidak banyak, dan kebanyakan rugi. Bolehkah kamu mengajarku? Parah juga kalau rugi terus."
__ADS_1
Mendengar ini, Robert langsung bersemangat! Wow! Bukankah ini kesempatan bagus untuk mendekati sang dewi?
Robert segera berkata dengan semangat. "Tidak masalah! Teman aku sangat ahli main saham, dan saham yang dia rekomendasikan biasanya selalu menguntungkan. Setelah pulang kamu bisa searching saham Energi Baru Hantaro! Mau beli berapa terserah, kalau ada yang tidak kamu mengerti boleh telepon aku, ini nomor hpku."
“Oke, setelah pulang aku akan melihatnya.” Elysia mengangguk sambil tertawa kecil.
Segera setelah itu, keduanya bertukar nomor HP.
Alangkah senangnya Robert begitu mendapatkan nomor telepon sang dewi, seolah-olah telah mencapai puncak kesuksesan, bahkan lebih bersemangat daripada mendapatkan satu ton emas!
Apakah ini perasaan bahagia?
Pada saat ini, tiba-tiba terdengar suara teriakan dari sebelah.
"Robert."
"Um?"
Begitu mendengar suara itu, Robert dan Elysia menoleh untuk melihat siapa yang berteriak.
Segera setelah itu, Robert langsung mengerutkan kening.
Terlihat seorang gadis jangkung berdiri di lorong yang tidak jauh dari tempat mereka, dan menatap Robert dengan mata merah.
Gadis ini bukan orang lain, yaitu Freya.
Robert heran mengapa Freya muncul di sini?
Bukankah dia seharusnya bersama Hardi?
Pada saat ini, Freya tiba-tiba berjalan ke arahnya, suaranya sedikit tersendat dan terisak-isak. "Robert, aku mencarimu kemana-mana, dan aku baru menemukan kamu setelah bertanya kepada beberapa orang."
"Kamu mencariku? Ada apa?" Robert bertanya dengan heran.
Sudah putus, buat apa mencari dia? Jangan bercanda!
Freya mengabaikan Elysia yang duduk di sebelahnya, lalu mengulurkan tangan dan menarik tangan Robert.
Ketika Elysia melihat adegan ini, alisnya sedikit berkerut, dia tidak bisa menahan diri dan melirik tangan Robert, lalu diam-diam mengangkat kepalanya.
"Robert, aku sebenarnya tidak ingin putus denganmu!"
Freya meraih tangan Robert dan berkata dengan ekspresi sedih: "Apa yang aku lakukan hanyalah untuk membuat kamu merasakan tekanan dan membangkitkan motivasi dirimu. Sebenarnya, hatiku merasa sakit. Robert, bisa kan kita kembali lagi seperti dulu?"
__ADS_1
Mendengar ini, Robert langsung tercengang.
Kembali lagi seperti dulu?