
Robert kembali ke Pulomas Residence dan memarkir mobilnya di luar perumahan.
Tempat parkir di perumahan semuanya adalah milik pribadi. Jika mobil lain di parkir sembarangan, sering terjadi sesuatu.
Bulan lalu, ada kendaraan asing yang diparkir di tempat parkir orang lain. Akibatnya, mobil itu digores, dan tidak dapat menemukan siapa yang melakukannya. Akhirnya, orang tersebut hanya bisa memperbaiki mobilnya sendiri.
Untungnya, di jalan di luar perumahan, ada sederetan tempat parkir, tetapi harus cepat, jika tidak akan diambil oleh orang lain.
Setelah memarkir mobil, Robert langsung pulang ke rumah.
Baru saja berjalan ke pintu rumah, dia langsung melihat pintu rumahnya yang semula terkunci terbuka!
"Waduh!"
Robert berteriak, dia terkejut sehingga langsung berlari masuk ke rumah.
Begitu bergegas masuk, dia melihat seorang wanita paruh baya dengan piyama lebar dan rambut keriting pendek berbaring di sofa kecil di ruang tamu sambil merokok. Wanita itu tidak lain adalah ibu kos, Melvi.
Memang benar, kunci di sini hanya dimiliki oleh Melvi dan Freya.
Karena Freya sudah putus dengannya, tidak mungkin dia kembali ke rumahnya, jadi satu-satunya orang yang mungkin datang ke sini adalah Melvi. Selain dia, bahkan pencuri pun tidak akan bertamu kemari.
Robert tanpa sadar melirik tempat di mana emas itu disembunyikan, dan menemukan bahwa tidak ada yang aneh, baru dia merasa tenang.
Untungnya emas itu tidak ditemukan. Dia seharusnya datang kemari hanya untuk menagih uang sewa saja.
__ADS_1
Tetapi benar-benar tidak aman jika menyimpan emas di sini, Sepertinya dia perlu menyimpannya di tempat lain sesegera mungkin.
"Kak, ternyata kamu di sini?"
Melvi menghembuskan asap panjang, berkata dengan ekspresi jijik: "Tentu saja aku! Kau kira hantu?!"
"Kakak suka bercanda. Apakah mau minum? Aku akan menuangkan teh untukmu."
Robert bergegas menuangkan secangkir teh, dan menyerahkannya kepada Melvi.
Melvi mengambil tehnya, mengangkat kepalanya untuk melirik Robert dan tiba-tiba berkata dengan lembut: "Robert, mengapa perasaanku kamu kelihatan berbeda dari sebelumnya?"
"Apakah ada yang berbeda? Mungkin sudah lama tidak bertemu." jawab Robert.
Melvi mengangguk dan berkata, "Mungkin juga! Kenapa aku tidak merasa kamu begitu berotot sebelumnya. Lihat lengan ini dan lihat pantat ini, kelihatan sangat berotot."
Robert buru-buru mundur selangkah dan berkata dengan senyum canggung: "Baru-baru ini, aku sedang latihan angkat besi di gym dan Kakak sungguh membuatku merasa malu!"
"Hei! Malu apanya! Kakak paling suka anak muda berotot sepertimu! Ckck! Wow! Otot dada ini! Pinggul ini! Body ini! Robert, apakah kamu ingin segera menjadi kaya?? Kakak memiliki belasan rumah, kamu boleh pilih mau tinggal di mana, dan BMW seri 7 di lantai bawah juga untukmu!" Dia berkata sambil mengibaskan rambut gondrong pendeknya dan mengedipkan matanya.
Robert buru-buru melambaikan tangannya dan berkata: "Tidak, aku ingin berjuang sendiri! Bukankah proses perjuangan adalah hal terpenting bagi seseorang dalam hidupnya?"
"Kamu benar-benar tidak mau memikirkannya lagi? Kudengar kamu putus dengan pacarmu. Masyarakat sekarang ini terlalu realistis! Tapi Kakak bisa melindungimu, kamu bisa melakukan apapun yang kamu inginkan di masa depan! Bagaimana?" Melvi masih belum menyerah.
"Terima kasih Kak atas kebaikanmu, tapi sungguh tidak perlu!"
__ADS_1
Melihat Robert menolak lagi, Melvi berkata dengan wajah dingin: "Kalau begitu, Robert, kontrak rumah akan berakhir dalam dua bulan. Sekalian bayar sewa rumah tahun depan, kalau tidak aku akan menyewakannya kepada orang lain! "
"Kak, aku sudah putus dengan pacarku dan akan segera lulus kuliah. Kemungkinan besar aku tidak akan memperpanjang kontrak rumah lagi tahun depan." kata Robert.
Masih ada lebih dari dua bulan sebelum sewanya berakhir. Waktu yang lama ini cukup baginya untuk menemukan rumah lain, untuk memindahkan emas ke sana, lalu menutup lubang di bawah tanah!
Dia merasa tidak tenang jika menyimpan emas di sini, dan masih ada seorang Ibu kos yang selalu memperhatikannya.
“Oke! Kalau begitu aku akan menyewakannya kepada orang lain!” Selesai berbicara, Melvi berbalik dan pergi.
Setelah Melvi pergi, Robert buru-buru mengunci pintu, dan kemudian menghela napas panjang.
Hampir saja. Benar-benar terlalu berbahaya bagi anak muda untuk tinggal sendirian di luar.
Sepertinya aku harus segera menemukan tempat tinggal baru.
Robert segera mengeluarkan ponsel untuk mencari rumah baru yang cocok untuknya.
Sekarang uangnya masih tersisa sekitar 1,4 miliar. Harga perumahan di Jakarta lumayan mahal. Tidak terlalu mungkin untuk membayar secara cash, tetapi membayar uang muka seharusnya tidak menjadi masalah, dengan menggunakan sisa uang tunai dan menukar sedikit emas di tangannya harusnya sudah cukup.
Bagaimanapun, dia masih memiliki emas senilai 600 miliar. Hanya masalahnya sekarang, sedikit repot untuk menukarkan emasnya.
Dia tidak mengambil jurusan manajemen keuangan di universitas, jadi dia tidak mengerti tentang ekonomi maupun prinsip-prinsipnya. Masih banyak pekerjaan yang harus ia lakukan.
Dua jam kemudian, ponselnya tiba-tiba berdering, yang menelepon adalah sebuah nomor yang tidak dikenal.
__ADS_1
Setelah terhubung, terdengar suara lembut seorang wanita. "Halo, halo Tuan Robert, aku Dewi dari KYL Fashion. Aku mau datang untuk mengantar pakaian Anda, apakah Anda berada di rumah sekarang?"
“Ya, langsung datang ke sini saja.” Robert menjawab.