Aku Menggali 1 Ton Emas

Aku Menggali 1 Ton Emas
Rumor Yang Menyebar


__ADS_3

Saat Robert tidur nyenyak.


Di Universitas Indonesia, rumor menyebar seperti api.


"Robert adalah pria simpanan Direktur Lia!"


Rumor ini menyebar ke seisi kampus dalam waktu kurang dari sehari, dan dibicarakan di semua forum kampus oleh para mahasiswa.


"Kupikir Robert begitu hebat! Ternyata dijadikan pria simpanan!"


"Hehe! Yang disebut sebagai Kakak Kelas hebat, ternyata seorang sugar baby!"


"Tidak heran Lia datang ke kampus menjemputnya, ternyata pria simpanannya!"


"Zaman sekarang ini, selama kamu tidak tahu malu, kamu bisa melakukan apapun yang kamu mau!"


"Awalnya aku masih ingin dia membantuku. Ternyata dia orang seperti itu. Menjijikkan sekali!"


"..."


Apalagi siswa di kelas Robert, mati-matian menghujatnya.


"Si Robert ternyata tetap hanyalah sampah tak berguna, ternyata dia menjadi pria simpanan Direktur Lia!"


"Demi berpura-pura hebat, tidak disangka dia begitu tidak tahu malu! Orang seperti ini benar-benar menjijikkan!"


"Ternyata begitu kepribadiannya! Benar-benar munafik! Aku tidak akan pernah berhubungan dengannya lagi!"


"..."


Dalam sesaat,


Puluhan ribu orang menghujatnya.


.........


Di Kantor OSIS.


Hardi tersenyum dan menepuk bahu Freya, lalu berkata dengan lembut: "Sekarang, aku mau melihat Robert masih bisa berlagak seperti apalagi!"


Freya mengangguk dan berkata, "Terima kasih, Hardi."


Dari kedatangan Lia saat itu hingga saat ini, wajahnya tidak pernah terlihat ceria.


Dia yang mencampakkan Robert, dan dia sama sekali tidak mengizinkan Robert hidup lebih baik darinya, bahkan sedikitpun juga tidak boleh!


Dia hanya ingin Robert hidup lebih rendah dari orang lain selama sisa hidupnya, dan tidak pernah bisa sukses untuk selamanya!


Hanya dengan cara ini, dia baru bisa membuktikan bahwa pilihannya benar!

__ADS_1


Dan sekarang, melihat begitu banyak orang menghujat Robert, Freya akhirnya tertawa.


Ini adalah hasil yang dia inginkan.


"Tidak perlu berterima kasih, aku tidak suka dengan dia! Dia kira dia bisa menyombongkan diri dengan mengandalkan Lia? Kali ini, biar dia menyadari siapa Bos di kampus ini! Bahkan dengan mengandalkan Lia, dia juga akan dihujat semua orang!" Hardi berkata dengan tersenyum dingin.


“Hardi, kamu benar-benar hebat! Sekarang aku mau melihat bagaimana dia berlagak sombong di depan semua orang!” Freya tersenyum bahagia.


“Hei! Salahkan dirinya saja, siapa suruh dia berlagak sombong, sehingga membuat banyak orang iri dan kesal!” Hardi berkata sambil tersenyum.


.........


Di perumahan Pulomas Residence.


Saat Robert tertidur lelap, dia tiba-tiba dibangunkan oleh suara dering ponselnya.


Dia mengeluarkan ponsel dan melihat bahwa Kelvin yang meneleponnya, ternyata ada belasan panggilan tak terjawab dari Kelvin.


Melihat waktu, ternyata sudah lewat jam delapan malam.


Robert menyeka air liur dari sudut mulutnya dan bersiap untuk menelepon balik Kelvin.


Pada saat ini, ponsel berdering lagi, dan Kelvin yang menelepon.


Setelah panggilan tersambung, langsung terdengar suara cemas dari Kelvin.


"Halo, Robert! Di mana kamu sekarang? Sekarang seisi kampus sedang membicarakanmu, tahukah kamu?"


Membicarakanku, bukankah itu wajar saja!


Lagi pula, bukan sembarang orang yang bisa makan bersama Direktur tercantik se-Jakarta.


"Hah? Tidur?"


Kelvin berkata dengan kaget: "Dengan siapa? Waduh! Apakah yang dikatakan orang-orang di kampus itu benar?"


Robert meregangkan pinggangnya dan berkata: "Ada apa! Aku minum anggur tadi siang, karena terlalu mengantuk, jadi aku pergi tidur setelah pulang ke rumah, dan tidur sampai sekarang!"


Kelvin menghela napas lega ketika mendengar ini.


Jika Robert meniduri wanita idamannya, dia pasti akan bergegas datang mencari Robert dan memukulnya dengan kejam!


“Ngomong-ngomong, Kelvin, apa yang mereka bicarakan? Apakah mereka mengatakan bahwa aku sangat hebat?” Robert berkata sambil menguap.


"Hebat apanya!"


Kelvin memutar matanya dan berkata, "Sekarang kampus penuh dengan desas-desus tentangmu, mengatakan bahwa kamu adalah pria simpanan Direktur Lia! Kamu bisa lihat di forum kampus, tapi jangan emosi begitu melihatnya!"


"Um?"

__ADS_1


Begitu Robert mendengar perkataan Kelvin, dia langsung tercengang.


Pria simpanan?


Apa-apaan ini?!


Ada hal seperti ini, mengapa dia tidak tahu?


Kelvin melanjutkan: "Sekarang di forum kampus, grup chat teman sekelas, semuanya membicarakan hal ini! Pasti Hardi yang melakukannya! Ayo segera pikirkan cara untuk mengatasi masalah ini, jika tidak, reputasimu di kampus akan hancur!"


"Baiklah, biarkan aku melihat situasinya dulu." Robert menjawab.


Setelah menutup telepon, dia membuka website kampusnya.


Ada forum khusus untuk siswa, yang digunakan untuk berdiskusi dan mengobrol.


Begitu dibuka, seluruh isi forum membicarakan dirinya.


Robert membaca satu per satu.


Lambat laun, wajahnya menjadi semakin jelek.


Setelah beberapa menit, wajahnya menjadi muram.


Dia tidak pernah berpikir bahwa sebagai bagian dari siswa di kampus, apa yang dikatakan orang-orang ini benar-benar keterlaluan.


Terutama Jimmy dan Ratna, teman sekelas dan sekamarnya.


Jimmy: "Meskipun aku tinggal sekamar dengan Robert, aku bersumpah bahwa aku tidak memiliki hubungan dengannya. Aku malu tinggal bersama orang seperti itu! Dia benar-benar sampah dan memalukan kampus kita!"


Ratna: “Kepribadian Robert benar-benar bermasalah! Saat berpacaran dengan Freya, dia masih mencoba menggodaku, dia benar-benar bejat!”


Antoni: "Dia biasanya suka membantu orang lain. Aku kira dia adalah pria yang jujur dan baik hati. Tidak disangka ternyata dia begitu munafik!"


Semakin banyak orang yang menghujatnya.


Bahkan orang-orang yang memiliki hubungan baik dengannya, yang pernah menerima bantuannya, semuanya datang menghujatnya, seolah-olah ingin memutus hubungan dengannya, untuk membuktikan bahwa mereka berbeda dengannya.


Meskipun Robert biasanya sangat sabar, tapi begitu melihat semua ini, api amarah di hatinya pun membara.


 Pada saat ini, saat membaca komentar teman sekamarnya, tiba-tiba seorang teman sekamarnya menyuruhnya menjelaskan secara langsung di forum.


"Keluar kau Robert! Biar kami lihat siapa sebenarnya dirimu!"


Di bawah komentar, dalam sekejap banyak orang yang menyukai dan meresponsnya.


"Iya benar, suruh dia keluar untuk memberi penjelasan pada kita semua! Untuk orang seperti dia, kita sama sekali tidak perlu menjaga imejnya!!"


Melihat komentar itu, Robert benar-benar terkejut.

__ADS_1


Nama teman sekelasnya ini adalah Jamil, dia tidur di bawah ranjangnya!


Dulu, Robert pernah membantunya saat dia diganggu oleh teman sekelas saat pertama kali masuk kuliah. Dan sejak saat itu, dia memanggilnya dengan sebutan ‘Kak Robert’, setiap hari menyanjungnya.


__ADS_2