Aku Menggali 1 Ton Emas

Aku Menggali 1 Ton Emas
Bab 121


__ADS_3

Begitu mendengar perkataan satpam, wajah Lia langsung menjadi muram.


Dia adalah direktur Grup Setiawan, beraninya satpam menghentikannya hanya karena dia membawa orang ke perjamuan.


Robert juga tak berdaya.


Dia mengira dua bersaudara itu akan menggunakan cara hebat seperti apa untuk menghadapinya, ternyata dengan cara tidak memperbolehkannya masuk mengikuti pesta perjamuan. Cara ini benar-benar rendahan!


Pada saat ini, ponsel Robert tiba-tiba menerima notifikasi pesan.


Robert mengeluarkan ponselnya, ekspresi terkejut muncul di wajahnya.


Ini adalah notifikasi dari sistem Berita Utama Besok.


"Selamat, Tuan. Karena telah berpartisipasi dalam berita 'Energi Baru Hontaro' di sistem Berita Utama Besok, sistem memberikan hadiah sebuah gedung komersial 'Longtech', silakan klik untuk menerimanya!"


"Sistem memberi hadiah 'Teknik Bela Diri Tingkat Menengah', silakan klik untuk menerimanya!"


"Sistem memberikan hadiah ‘Teknik Kaligrafi Tingkat Master, silakan klik untuk menerimanya!"


Tiga hadiah diberikan kepadanya sekaligus.


Jelas dia menerima hadiah ini karena eksperimen Energi Baru Hontaro telah berhasil dan modul kapasitor baru telah diproduksi!


Hadiah ini sangat luar biasa. Dia menghabiskan banyak waktu, tenaga, pikiran dan uang demi perusahaan Energi Baru Hontaro, jadi tidak mengherankan sistem akan memberinya tiga hadiah sekaligus!


Di antara tiga hadiah ini, selain Teknik Bela Diri Tingkat Menengah dan Teknik Kaligrafi Tingkat Master, hadiah yang paling memuaskan bagi Robert adalah Gedung Longtech.


Itu adalah bangunan komersial paling terkenal di Jakarta, dan merupakan lokasi paling ideal untuk Perusahaan Berto!


Sungguh bersemangat begitu memikirkan untuk mendirikan Perusahaan Berto di Gedung Longtech, dan kemudian mengganti nama Gedung Longtech menjadi Gedung Berto.


Adapun Teknik Bela Diri Tingkat Menengah, Robert sudah mengetahui kehebatan Teknik Bela Diri Tingkat Dasar, dengan fisiknya yang biasa dia mampu mengalahkan tiga gangster bersenjata, dia sangat penasaran dengan kehebatan Teknik Bela Diri Tingkat Menengah. Apakah masih ada Teknik Bela Diri Tingkat Tinggi, lalu bagaimana lagi kehebatannya?


Adapun Teknik Kaligrafi Tingkat Master, Robert tidak tahu apa gunanya teknik ini, tetapi lebih baik daripada tidak ada sama sekali.


Sebelumnya dia khawatir percobaan modul kapasitor baru akan gagal karena alasannya, tetapi sekarang eksperimennya berhasil, semua kekhawatiran dan ketakutan di hati Robert langsung menghilang dalam sekejap, dan berubah menjadi kepercayaan diri!


Dengan modul kapasitor tipe baru di tangannya, apa lagi yang harus dia takuti?


Robert meletakkan ponselnya, dia menatap Lia dan satpam.

__ADS_1


Pada saat ini, keduanya masih bersitegang, hari ini adalah pesta ulang tahun kepala keluarga Setiawan, jadi ada banyak tamu hari ini, dan apa yang terjadi di sini telah menarik perhatian para tamu.


Para tamu memperhatikan dan mulai berbisik.


"Apa yang terjadi? Apa yang terjadi?"


"Aku mendengar bahwa tidak ada surat undangan, satpam tidak memperbolehkan masuk!"


"Hah? Bukankah ini direktur Lia? Kenapa dia membutuhkan surat undangan?"


"Ckck, gaun merah Lia sangat indah!"


"Tentu saja cantik! Dia ‘kan direktur tercantik di Jakarta! Tapi siapa pria di sebelahnya ini? Kenapa aku belum pernah melihatnya?"


"Siapa yang tahu! Tapi saat Lia berdebat dengan satpam, pria itu malah bermain dengan ponselnya. Sepintas, dia bukan orang yang cakap, mungkin seseorang dari kerabat atau teman!"


"Ya, kalau tidak, bagaimana mungkin tidak mendapatkan surat undangan?"


"..."


Mereka yang bisa datang ke sini pada dasarnya hanya datang setelah menerima surat undangan dari keluarga Setiawan.


Pada saat yang sama,


Satpam menggelengkan kepalanya dan berkata, "Direktur Lia, ini adalah aturan yang ditetapkan atasan, tolong jangan mempersulit kami!"


Lia berkata dengan marah. "Siapa yang menetapkan ...."


Pada saat ini, Robert mengulurkan tangannya untuk menyela pembicaraan, lalu dia memicingkan matanya dan menatap satpam, kemudian berkata, "Apakah kalian yakin tidak akan membiarkan kami masuk? Aku hanya memberi kalian satu kali kesempatan, kelak kalian memohon padaku pun aku tidak akan datang!"


Mendengar kata-kata Robert, orang-orang di sekitarnya mencibir.


"Orang ini benar-benar sombong!"


"Iya benar! Keluarga Setiawan adalah salah satu keluarga kaya di Jakarta! Dia sendiri tidak mendapatkan surat undangan, tapi masih beraninya mengatakan kata-kata sombong seperti itu."


"Anak-anak muda zaman sekarang, entah harus dikatakan sombong atau bodoh!"


"..."


Termasuk Lia juga mengerutkan kening, dan menatap Robert dengan heran.

__ADS_1


Kenapa Robert tiba-tiba berkata besar?


Pada saat ini, tiba-tiba terdengar seseorang menyeringai.


"Heh! Meminta keluarga Setiawan memohon padamu? Apakah kamu memenuhi syarat?"


Lia menoleh dan melihat Jacky yang berjalan ke arahnya sekilas, wajahnya menjadi muram, lalu berkata dengan marah. "Jacky! Apakah itu kamu?"


Jacky tertawa dan berkata, "Iya aku! Apakah ini pacar yang kamu cari? Pria yang sombong? Kak Lia, apa yang kamu ingin aku katakan? Estetika-mu serendah itu?"


"Kamu tak berhak berkata begitu pada pacarku! Minggir, kami akan masuk!" teriak Lia dengan dingin.


Begitu mendengar kata-kata Lia, semua orang yang hadir langsung terkejut.


"Sial! Apa aku salah dengar? Pria ini benar-benar pacar Lia?"


"Direktur Lia telah mendapatkan pacar? Kapan ini terjadi?"


"Seharusnya bukan, aku tidak percaya Lia akan selalu mencari pria rendahan seperti ini sebagai pacarnya!"


"Aku juga tidak percaya! Pria ini terlalu rendahan, pacarnya bertengkar dengan orang lain, dia malah bermain-main dengan ponselnya! Benar-benar sampah!"


"..."


Hampir semua tamu yang hadir berseru setelah mendengar percakapan antara Jacky dan Lia.


Semua orang mengenal Lia dengan baik. Dia adalah salah satu dari sepuluh anak muda yang paling berprestasi di Jakarta, direktur tercantik di Jakarta, kekasih impian semua pria!


Pria biasa sama sekali tidak layak menjadi pacar Lia, apalagi pria rendahan seperti Robert.


Jacky tersenyum ketika mendengar apa yang dikatakan oleh para tamu yang hadir.


Akhirnya aku berhasil membalas dendam atas kejadian saat makan siang kemarin.


Aku ingin melihat apa yang bisa kalian lakukan! Menerobos masuk saja kalau berani, kakek pasti akan memberikan hukum yang berat padamu!


Pada jamuan pesta ulang tahun kakek, dia datang dengan seseorang yang tidak memiliki surat undangan. Kakek pasti akan marah besar dan menghukum Lia dengan berat.


"Kak Lia."


Jacky tersenyum dan berkata, "Sebaiknya aku mengingatkanmu, aturan perjamuan ditetapkan oleh kakek sendiri, kecuali kamu masuk secara paksa dengan Robert, kalau tidak, kami tidak bisa melawan perintah kakek dan membiarkanmu masuk!"

__ADS_1


Ekspresi Lia kembali menjadi muram, dan ketika dia akan berbicara, sebuah suara dingin tiba-tiba terdengar dari belakang kerumunan di sebelahnya.


"Ingin mengusir dia? Coba saja kalau kamu berani!"


__ADS_2