Aku Menggali 1 Ton Emas

Aku Menggali 1 Ton Emas
137


__ADS_3

Boulevard, Artha Gading Villa No. 1


Robert tidak menunggu Lia selesai mandi, dia menjawab telepon dan langsung keluar.


Telepon itu dari Joe.


Joe adalah manajer umum Energi Baru Hontaro, dia juga perwakilan yang menandatangani perjanjian pengalihan ekuitas atas nama pemegang saham di Jakarta.


Setelah pengalihan ekuitas, dia tidak langsung meninggalkan Jakarta, tetapi bermain di Jakarta selama dua hari.


Awalnya dia berencana untuk kembali dan merayakan keberhasilan pengalihan ekuitas bersama pemegang saham lainnya hari ini, tapi dia tiba-tiba menerima berita bahwa penelitian teknologi baru laboratorium berhasil, jadi atas permintaan para pemegang saham, dia menghubungi Robert.


Di cafe.


Robert menyesap kopi dingin sambil memandang Joe, yang menundukkan kepalanya dalam keheningan.


Sejak terakhir kali dia mencicipi kopi dingin bersama Elysia, dia telah jatuh cinta dengan rasa unik ini.


“Apa? Tidak rela?” tanya Robert.


Joe merenung selama dua detik, dan akhirnya berkata sambil menghela napas panjang, "Kami telah bertahan di Hontaro selama bertahun-tahun, bahkan di saat paling putus asa, kami tidak menyerah, sampai akhirnya kami tidak melihat harapan sama sekali, kami baru memutuskan untuk mengalihkan ekuitas perusahaan, tapi malah terjadi hal seperti ini! Sangat wajar hatiku merasa tidak rela."


Selesai berbicara, dia mengangkat kopi pahit di atas meja dan langsung meneguknya sampai habis!


"Tetapi ...."


Joe melanjutkan, "Ini adalah nasib! Kami tidak bisa mengatakan apa-apa, sekarang kau memegang 92% saham Hontaro dan menjadi bos Hontaro. Itu adalah kemampuan dan nasibmu! Aku tidak mau berkata banyak, aku hanya ingin memohon padamu!"


Setelah mengatakan itu, dia berdiri, memandang Robert dengan ekspresi serius dan berkata, "Kami telah bekerja di Hontaro seumur hidup, cinta kami milik Hontaro, nyawa kami juga milik Hontaro! Kalau Hontaro mati, kami juga tak berdaya! Tapi sekarang Hontaro tidak hanya bangkit, tapi juga lebih baik dari sebelumnya. Tuan Robert, kami ingin terus bekerja di Hontaro, kami ingin terus mendedikasikan diri untuk Hontaro, mohon setujui permintaan kami!"


Setelah berbicara, dia membungkukkan badan.


Mereka yang mendirikan Hontaro, semua masa muda mereka, semua darah mereka, didedikasikan untuk perusahaan Hontaro, bahkan bisa dikatakan bahwa di Hontaro-lah letak makna hidup mereka!


Jika bukan karena perusahaan Hontaro akan segera bangkrut, mereka bersedia bertahan dan menjaga Hontaro selama sisa hidup mereka!


"Ayo duduk dan bicarakan perlahan," kata Robert.


"Baik."


Joe menanggapi dan buru-buru duduk kembali di kursi, lalu memperhatikan Robert dengan gugup.

__ADS_1


Robert berpikir selama dua detik, dan kemudian bertanya, "Siapa lagi selain kau?"


"Pemegang Saham! Semua pemegang saham! Ada belasan orang!"


Joe menjawab dengan tatapan serius, "Dulu, kamilah yang bekerja sama dalam mendirikan Perusahaan Hontaro, dan sepenuhnya menganggap Hontaro sebagai rumah kami! Sebelum datang, mereka semua meneleponku, mereka ingin aku datang dan membicarakan masalah ini denganmu. Tuan Robert, kami mendedikasikan hidup kami untuk Hontaro, kalau meninggalkan Hontaro, kami benar-benar tidak tahu apa yang harus kami lakukan selanjutnya!"


Robert menyesap kopi, ekspresi serius muncul di wajahnya.


Joe terus berkata dengan serius. "Tuan Robert, percayalah pada kami! Kami sangat familier dengan semua bagian pekerjaan di perusahaan Hontaro, kami dapat membantumu mengatasi banyak masalah dan mengurangi banyak masalah perusahaan! Aku sangat berharap kau dapat memberi kami kesempatan!"


Robert menarik napas dalam-dalam dan berkata, "Terus terang, itulah yang aku khawatirkan. Kalian sangat familier dengan Hontaro, Hontaro hampir seperti rumah kalian sendiri! Kalau kalian merencakan sesuatu yang jahat di belakangku, akan sulit bagiku untuk menyadarinya, itulah yang kuragukan!"


Kepentingan masing-masing yang terlibat dalam Energi Baru Hontaro terlalu besar. Dengan kefamilieran orang-orang ini terhadap Hontaro, sulit untuk menjamin bahwa tidak ada orang yang memiliki niat jahat.


Jika ada orang yang merencakan sesuatu di belakangnya, dia tak bisa menyadarinya.


Mendengar apa yang dikatakan Robert, Joe segera berdiri.


"Tuan Robert! Jangan khawatir, kami tidak akan melakukan hal semacam itu! Aku bisa bersumpah padamu! Hontaro bagaikan anak kami, kami ingin Hontaro menjadi lebih baik daripadamu!" kata Joe dengan panik.


Dia benar-benar ingin tetap tinggal di Hontaro.


Robert melambaikan tangannya ke bawah dan berkata, "Tenang-tenang, aku percaya pada ketulusanmu, tapi kau tidak dapat menjamin semua orang berpikiran sama sepertimu, ‘kan?"


Memang benar, ketika terlalu banyak orang, akan sulit untuk memimpin tim, tidak ada yang tahu apa yang dipikirkan orang lain.


Robert melanjutkan, "Begini saja, kalian boleh tetap tinggal di Hontaro kalau kalian mau, posisi kalian akan kupertahankan, tapi kalian harus bekerja mulai dari bawah, kalau kalian berkemampuan dan bersedia berkorban untuk perusahaan, maka posisi kalian tetap akan menjadi milik kalian. Tapi kalau kalian hanya ingin bermalas-malasan, maka posisi kalian akan diganti oleh orang lain, bagaimana?"


"Boleh!"


Joe segera memberi hormat kepada Robert dan berkata, "Kami bersedia mendengar pengaturan Bos! Aku akan memberi tahu mereka!"


Selesai berkata, dia mengeluarkan ponselnya dengan semangat.


"Tunggu sebentar!"


Robert mengulurkan tangan untuk menghentikannya lalu berkata, "Berapa banyak orang yang terlibat dalam eksperimen modul kapasitor baru?"


“Totalnya dua puluh tiga!” jawab Joe.


"Um."

__ADS_1


Robert mengangguk dan berkata, "Aku tidak akan pelit dengan mereka yang bekerja keras untuk perusahaan! Umumkan bahwa aku akan memberi mereka hadiah 200 juta per orang, dan gaji mereka akan naik 10 juta dari gaji sebelumnya!"


Mereka telah mengembangkan modul kapasitor tipe baru, sekarang akan banyak laboratorium lain yang ingin merekrut mereka dan merebut mereka dari Hontaro.


Jika tidak memberikan sedikit imbalan, mereka pasti akan direkrut pergi oleh laboratorium lain dalam beberapa hari!


Ketika Joe mendengar ini, matanya melebar karena terkejut.


Setiap orang akan memperoleh 200 juta, total 4,4 miliar!


Selain itu, gaji setiap orang naik 10 juta, maka pengeluaran tahunan hampir sebesar 2,8 miliar!


Bos baru ini sungguh dermawan.


Dia mengambil napas dalam-dalam, membungkuk kepada Robert, dan berkata dengan tatapan serius, "Bos, atas nama semua karyawan Hontaro, aku ingin mengucapkan terima kasih kepadamu! Kelak kami pasti akan berdedikasi sepenuhnya untuk Hontaro!"


Robert mengangguk dan berkata, "Terlalu dini untuk mengatakan ini, semua tergantung pada kinerja kalian! Beritahu kepada perusahaan-perusahaan yang ingin bekerja sama dengan Hontaro bahwa untuk memastikan kualitas, model kapasitor baru masih dalam proses tes ulang, perusahaan Hontaro masih belum bisa menerima kerja sama dengan perusahaan lain, hal ini kuserahkan padamu!"


"Baik! Bagaimana kalau membiarkan mereka datang menemuimu terlebih dulu?" tanya Joe.


Robert menggelengkan kepalanya dan berkata, "Tidak perlu buru-buru, mereka hanya perlu melakukan pekerjaan sendiri dengan baik, setelah masalah perusahaan selesai, baru melakukan pertemuan dengan mereka!"


"Baik!" Joe mengangguk.


Melihat Joe pergi, Robert menyesap kopi dingin lagi, dan senyuman perlahan muncul di wajahnya.


Masalah perusahaan Hontaro pada dasarnya sudah selesai.


Tidak semua orang bisa bekerja sama dengan perusahaan Hontaro dengan mudah!


Saat ini, ponselnya tiba-tiba berdering.


Panggilan telepon dari Kelvin.


Setelah menjawab telepon, Robert tersenyum dan berkata, "Ada apa, Kelvin?"


"Robert, Elysia menanyakan alamat rumahmu barusan, dia bilang akan pergi ke rumahmu. Apa hubungan antara kalian berdua sekarang?"


Robert terkejut. "Apa yang kau katakan? Elysia ingin pergi ke rumahku?"


Gawat!

__ADS_1


Akan terjadi masalah besar!


Sudah ada seorang wanita di rumahnya!


__ADS_2