
Setelah dikhianati orang-orang ini, jika Robert masih bersikap baik kepada mereka, itu hanya dapat menunjukkan bahwa dia benar-benar bodoh.
"Bagaimana mungkin, Kak Robert!"
Jamil berlari ke depan Robert, dan berkata dengan terengah-engah. "Kita kan sahabat terbaik, mana mungkin aku berpikiran begitu, jangan bercanda dong! Kak Robert ada waktu sekarang? Kami ingin mengajakmu makan malam!"
“Tidak ada waktu!” Robert menjawab tanpa basa-basi.
Setelah berbicara, Robert langsung menarik pintu mobil.
Dia benar-benar tidak ada yang bisa dibicarakan dengan orang-orang ini.
Meskipun banyak teman banyak jalan, tapi tidak semua orang bisa dijadikan teman.
Bagi sebagian orang, keegoisan mereka telah melekat di dalam tulang mereka.
Jika menganggap mereka sebagai teman, mereka hanya akan menyakitimu, dan membuatmu semakin terpuruk.
Orang-orang ini tinggal satu asrama dengannya selama 3 tahun, apalagi Jamil, Robert selalu menganggapnya sebagai sahabat baik, dan selalu berbagi dengannya,
Tapi, ketika dirinya dalam kesulitan, ketika Hardi mencemarkan namanya, orang-orang ini berpihak pada lawan, dan mencaci maki dia lebih kasar dari teman-teman lainnya. Berusaha secepat mungkin untuk memutuskan hubungan dengannya.
Robert merasa lelah.
Seumur hidup, hanya perlu satu teman yang bersikap tulus. Dan dia sudah memilikinya.
Adapun orang-orang ini, terserah mereka saja...
Tepat ketika dia hendak masuk ke mobil, Antoni tiba-tiba berjalan ke arah Robert, mengulurkan tangannya untuk menopang pintu mobil, dan berkata sambil tersenyum. "Robert, Kami sudah kemari, buat apa buru-buru pergi? Sekarang sudah kaya dan tidak kenal kami lagi ya?"
"Benar, sudah sombong ya...!"
Teman di sebelahnya juga ikut berkata, "Robert, kita sudah berteman sekian tahun, hari ini kami hanya ingin mentraktirmu makan, kok macam orang asing saja?"
"Ya, Robert, meskipun kami melakukan kesalahan sebelumnya, tapi kan bukan masalah besar, apa perlu menyakiti hati kami?!"
__ADS_1
"Robert, sudah lha, ayo pergi minum!"
Sambil berkata, mereka berusaha menarik Robert keluar.
Robert mengerutkan kening.
"Sudah cukup belum kalian!"
Kelvin tiba-tiba berteriak, "Apa kalian tidak malu? Hah? Sekarang malah datang menjilat. Apa yang kalian lakukan sebelumnya?"
Sifat Kelvin sangat berbeda dengan Robert.
Robert orangnya pemalu, dia tidak suka berbicara kasar dan menyinggung orang lain.
Sedangkan Kelvin tidak peduli semua ini, dia hanya mengatakan apa yang ada dihatinya, tidak peduli siapa orang itu!
Antoni menyeringai dan berkata, "Kelvin, apa yang kamu bicarakan? Apa maksudmu menjilat? Jangan berkata kasar. Kita adalah sahabat baik satu asrama!"
"Siapa bilang!"
Kelvin buru-buru melambaikan tangannya dan berkata, "Kalian semua kan siswa teladan! Kami adalah siswa yang paling tidak punya harga diri di kampus ini! Jadi, jangan sampai nama kalian tercemar gara-gara berteman dengan kami!"
Kata-kata yang dikatakan Kelvin adalah kata-kata yang dia katakan sebelumnya, saat itu dia tidak merasa kata-katanya terdengar kasar, tapi begitu kata-kata ini keluar dari mulut Kelvin, dia benar-benar tidak tahan, dan ingin sekali langsung menampar wajah Kelvin.
"Sudahlah Kelvin."
Jimmy tertawa, "Sudahlah, kita sudah berteman selama bertahun-tahun, tidak perlu berkata begitu, kan?"
"Cukup! Tidak perlu pura-pura dekat!"
Kelvin langsung menggelengkan kepalanya dan mencibir. "Apakah kamu tidak takut namamu tercemar karena dekat dengan kami? Kamu tidak takut terlibat dan mendapat pembalasan dari Hardi? Pergi cari Hardi saja, jangan ganggu ketenangan kami disini!
Wajah Jimmy menjadi muram, lalu berkata dengan marah. "Kelvin, apa maksudmu?!"
Kelvin berkata sambil menertawakan. "Tidak ada maksud apa-apa! Semalam menghujat habis-habisan di forum, hari ini begitu melihat Robert membawa Bugatti, langsung datang menjilat! Kita semua sudah dewasa, apa kamu tidak malu?"
__ADS_1
Mendengar kata-kata Kelvin, ekspresi Jimmy dan yang lainnya tiba-tiba menjadi muram.
Mereka tahu dengan jelas bahwa kalau ada Kelvin di sini, tidak mungkin bagi mereka untuk memulihkan hubungan mereka dengan Robert.
"Kelvin, kamu keterlaluan! Kami datang ke sini untuk mencari Robert, apa hubungannya denganmu?"
"Robert tidak berbicara apa-apa dari tadi, kamu kok ribut-ribut macam anjing saja!"
"Iya, benar! Kamu hanya seekor anjing di depan Robert! Kalau tidak ada Robert, kamu tidak lebih dari kentut!"
"Minggir sana!"
"..."
Jamil dan yang lainnya tak segan-segannya langsung mengutuk Kelvin.
Bagi mereka, apa yang dilakukan Kelvin adalah menghalangi keberuntungan mereka.
Wajah Kelvin juga menjadi muram, dan meraung, "Apa yang kamu katakan? Percaya tidak, kuhantam kau sampai mati?"
Jamil berkata dengan marah. "Kamu kira aku takut?! Kamu hanya seekor..."
Tidak menunggu Jamil selesai berkata. Plak! Robert langsung menampar wajah Jamil!.
Sebuah tamparan yang mengejutkan semua orang.
Bagaimanapun, mereka tidak menyangka bahwa Robert yang biasanya tidak banyak bicara, langsung menggunakan kekerasan begitu mendengar kata-kata ini. Padahal sebelumnya, hubungannya dengan Jamil sangat baik.
Jamil menoleh, dan menatap Robert dengan tidak percaya. "Robert... beraninya kau menamparku?"
Dia juga tidak menyangka Robert akan menamparnya.
"Ya! Tidak salah, kamulah yang ingin aku tampar!"
Robert mengangguk dan berkata dengan dingin. "Aku diam dari tadi, itu bukan karena aku tidak marah dengan apa yang kalian lakukan sebelumnya. Aku hanya tidak ingin menjatuhkan harga diri kalian! Tapi Kelvin adalah sahabat baikku. Tidak masalah kalian menghujatku habis-habisan, tapi jangan coba-coba menghujatnya! Tamparan ini adalah pelajaran untuk kalian! Jika kalian masih berani berbicara omong kosong, jangan salahkan aku bertindak lebih kasar lagi!"
__ADS_1
Dia memiliki temperamen yang baik dan bersikap baik kepada setiap orang, tetapi dia juga memiliki batas kesabaran.
Sebaliknya, jika menyentuh batas kesabarannya, dia tidak akan memberi ampun siapa pun!