Aku Menggali 1 Ton Emas

Aku Menggali 1 Ton Emas
150


__ADS_3

Pada saat ini, Sentosa benar-benar marah besar.


Dia awalnya ingin memberikan kesan baik kepada bos baru, berharap bos baru bisa menggratiskan biaya sewa, bahkan jika tidak bisa digratiskan pun juga tidak apa-apa, setidaknya bisa lebih murah.


Namun, dia masih belum sempat melihat seperti apa wajah bos baru itu, wanita ini malah ingin mengusirnya.


Suryani terbaring di lantai dengan bekas tamparan merah di wajahnya dalam seketika!


Dia menutupi wajahnya dan berkata dengan tidak percaya. "Kau memukulku? Aku sudah hidup bersamamu selama bertahun-tahun, kau bahkan tak pernah memarahiku, tapi sekarang kau malah memukulku?"


“Kau tidak lebih hanyalah wanita jalang yang dipermainkan olehku! Beraninya kau memprovokasi Bos Robert! Siapa yang memberimu nyali itu? Aku akan memukulmu sampai mati!” Sentosa meraung dan langsung menendangnya hingga terbaring ke lantai.


Umurnya satu kali lipat lebih tua dari Suryani!


Ketika dia masih kuliah, Suryani baru saja lahir, dan jika bukan karena menginginkan tubuh Suryani yang cantik, dia juga malas menghiraukan wanita ini.


Pada akhirnya, wanita ini malah beraninya menghancurkan masa depannya.


Sentosa sangat marah bahkan memiliki niat untuk membunuhnya.


Orang-orang di sekitar melihat Suryani dipukuli oleh Sentosa, tetapi tidak ada seorang pun dari mereka berani ikut campur, karena semua ini adalah kesalahan Suryani.


Baru saja, Suryani tidak memperbolehkan Robert dan Kelvin masuk, mengejek perkataan dan penampilan mereka, semua orang yang ada di tempat melihatnya dengan jelas.


Pada akhirnya, siapa yang mengira bahwa Robert sebenarnya adalah pemilik gedung Longtech?


Dia telah salah memprovokasi orang.


Tidak ada yang berani menyinggung bos gedung Longtech ini. Di depan Robert, mereka bahkan tidak memiliki keberanian untuk mengatakan sepatah kata pun!


Karena Robert paling memiliki kekuasaan di sini, dia memiliki hak untuk melarang siapa pun memasuki pintu gedung Longtech.


Terutama dua satpam yang berdiri di sana dengan kepala tertunduk itu, seperti dua kasim yang menjaga pintu. Mereka bahkan tidak memiliki keberanian untuk mengangkat kepala.


Robert menggelengkan kepalanya, memandang kedua satpam, dan bertanya, "Permisi, bolehkah aku masuk sekarang?"


"Boleh, boleh! Bos Robert, silakan masuk! Silakan masuk!"


Kedua satpam membungkuk seperti toge dan mengangguk dengan putus asa.


Mereka baru saja menghentikan Robert dan mengatakan mereka akan meminta pertanggungjawabannya secara hukum.


Memikirkan hal ini, mereka berdua ingin sekali menampar mulut mereka sendiri.

__ADS_1


Robert mencibir. "Sebagai satpam, tugas kalian adalah memastikan ketertiban di pintu, bukan menjadi boneka orang lain! Posisi kalian harus benar! Dan jangan biarkan siapa pun memengaruhi normalitas keluar masuk gedung!"


Setelah berbicara, dia melirik Sentosa dan Suryani, lalu berteriak kepada Kelvin. "Bro, ayo jalan!"


Segera setelah itu, dia langsung masuk dengan langkah besar.


Mendengar apa yang dikatakan Robert, semua orang yang hadir memandang Kelvin dengan tatapan iri.


Betapa bangganya dipanggil “Bro” oleh bos gedung Longtech!


Tidak disangka pada saat itu Suryani memilih putus dengan Kelvin, dan malah memilih pria paruh baya ini sebagai suami, dia benar-benar buta!


Kelvin mendengar panggilan Robert, lalu mengikuti Robert masuk ke dalam dengan linglung.


Sampai sekarang, dia masih belum sepenuhnya sadar, dia tidak percaya bahwa Robert adalah bos dari gedung Longtech.


Husin memelototi, memberikan peringatan kepada kedua satpam itu, dan berkata dengan serius. "Kalian berdua terlalu mengecewakan!"


Kedua satpam saling memandang dengan ekspresi putus asa di wajah mereka.


Mereka diperingati oleh Robert dan Husin secara bersamaan, masa depan mereka sudah berakhir, jangankan dua satpam kecil seperti mereka, bahkan ketua satpam mereka juga akan dipecat!


Setelah Husin memperingatkan mereka, dia segera mengikuti Robert masuk ke dalam.


Sentosa segera meminta maaf. "Maaf, maafkan aku! Di mana Bos Robert?"


“Bos Robert sudah masuk!” jawab salah satu satpam.


Ketika Sentosa mendengar ini, dia segera berlari ke dalam, membiarkan Suryani yang sedang menangis kuat di lantai sendirian.


Kedua satpam itu segera saling melirik, dan kemudian berjalan menuju Suryani pada saat yang bersamaan.


Robert sudah berpesan dengan sangat jelas untuk tidak membiarkan orang lain mempengaruhi operasi normal gedung.


Suryani menangis tak karuan di sini, ini tidak hanya akan mempengaruhi operasi normal, tetapi juga akan membawa dampak yang besar pada citra gedung. Jelas tidak mungkin untuk membiarkannya untuk menangis seperti ini di sini.


Pada saat yang sama, Robert, Kelvin dan Husin memasuki lift, tapi ketika pintu lift akan segera ditutup. "Bos Robert, tunggu aku!"


Tiba-tiba ada teriakan di luar, diikuti oleh sebuah tangan yang masuk dan menghalangi pintu lift.


Kemudian, Sentosa yang tergesa-gesa masuk dari luar, lalu pintu lift pun perlahan tertutup.


Melihat Sentosa masuk, wajah Kelvin menjadi muram, lalu berkata dengan marah. "Sentosa, apa yang kau lakukan di sini?"

__ADS_1


Dia memiliki kesan yang sangat mendalam pada Sentosa.


Dialah orang yang merebut Suryani darinya di awal, dan bahkan mengejeknya beberapa kali. Jika bukan karena Robert menghentikannya, dia pasti sudah menghajar Sentosa.


"Bos Robert, maafkan aku. Aku sudah memberi pelajaran pada Suryani! Bos Robert, kau orang berjiwa besar, mohon jangan terlalu menyimpan masalah ini dalam hati!" Sentosa berkata kepada Robert dengan senyum di wajahnya.


Adapun apa yang ditanyakan Kelvin, Sentosa sudah melupakannya.


Robert menggelengkan kepalanya dan berkata, "Kau memberi pelajaran pada istrimu, itu tidak ada hubungannya dengan kami, dan kami tidak ingin peduli! Tidak ada yang perlu aku simpan dalam hati!"


Selesai berkata, Robert memalingkan kepalanya ke Husin dan bertanya. "Berapa biaya sewa Sentosa Real Estat di Longtech?"


"Bos Robert, 1,8 miliar setiap kuartal! Selain itu, Sentosa Real Estate telah menunggak sewa dua kuartal berturut-turut," jawab Husin.


Robert berkata, "Dengan sewa yang begitu rendah, bagaimana kita bisa menghasilkan uang! Gandakan, 3,6 miliar per kuartal!"


Wajah Sentosa menjadi pucat ketika dia mendengar ini.


3,6 miliar per kuartal?


Dia menunggak biaya sewa karena tidak ada dana di tangannya, sekarang biaya sewa naik dua kali lipat, bagaimana dia bisa membayarnya.


Barusan Robert mengatakan bahwa dia tidak peduli dengan masalah tadi, tetapi sekarang malah langsung menaikkan biaya sewa, hal ini lebih membuatnya putus asa daripada Robert ikut campur masalah tadi.


Pada saat ini, Robert melanjutkan. "Oh ya, menurut kontrak sewa gedung, kalau menunggak pembayaran, hukuman apa yang akan diberikan?"


"Kalau sewanya ditunggak, maka akan dinaikkan 10% setiap bulan sesuai dengan biaya awalnya! Kalau menunggak selama dua kuartal, maka harus membayar 5,4 miliar!" jawab Husin.


Sentosa terkejut ketika mendengar ini, dan segera berkata, "Aku sudah meminta mantan bos agar sewanya bisa dibayar perlahan! Tidak perlu membayar biaya ganti rugi!"


Robert menggelengkan kepalanya dan berkata. "Kau juga bilang mantan bos! 5,4 miliar ditambah 3,6 miliar kuartal ini! Aku harap kau bisa melunasinya dalam tiga hari! Jika tidak, keluar dari gedung Longtech, cari lokasi baru untuk perusahaanmu!"


Pada saat ini, pintu lift terbuka.


Robert langsung berjalan ke luar.


Kaki Sentosa melemas, dan langsung terduduk, matanya penuh keputusasaan.


9 miliar!


Dia tidak memiliki banyak likuiditas di tangannya, bagaimana dia bisa sekaligus membayar begitu banyak?


Saat berikutnya, dia langsung berdiri dan berteriak dengan marah. "Suryani! Kau telah mencelakaiku! Aku tak akan mengampunimu!"

__ADS_1


__ADS_2