Aku Menggali 1 Ton Emas

Aku Menggali 1 Ton Emas
166


__ADS_3

Robert dengan cepat mematikan mobil dan membuka kunci layar ponsel.


Di layar menampilkan judul notifikasi berita utama.


"Saham emas naik melawan tren, menembus level tertinggi sepanjang masa dan naik hingga membuat bank ketakutan! Waktu notifikasi. 15 Juli"


Begitu Robert melihat kenaikan harga saham emas, dia langsung terlihat senang, dan dengan cepat mengklik detail berita.


Saat berikutnya, berita lengkap muncul di layar.


"Emas, yang selalu dianggap sebagai aset melawan inflasi, sekali lagi menarik perhatian semua orang, dan harga bursa emas berjangka naik melawan tren pasar! Dalam minggu yang bergejolak di pasar saham, selain saham Energi Baru Hontaro, harga emas juga terus naik dengan kecepatan yang menakjubkan!


Pada penutupan perdagangan pada sore hari tanggal 15 Juli, bursa emas berjangka naik 3% hari itu, menciptakan harga tertinggi dalam sejarah sejak pencatatan bursa emas berjangka! Perlu disebutkan bahwa sejak 7 Juli, emas telah naik dengan tajam, dan baru-baru ini naik semakin intens, menembus harga tertinggi dalam sejarah tiga kali berturut-turut!


Situasi ini secara langsung menyebabkan lonjakan pembelian emas di seluruh negeri. Bank BRI segera mengeluarkan pengumuman transaksi emas berkecepatan tinggi, dan pada saat yang sama menurunkan batas posisi pelanggan individu untuk kontrak penyelesaian yang ditangguhkan, untuk menstabilkan pembelian besar-besaran pada pasar emas!


Menurut pakar, alasan terjadinya situasi saat ini adalah karena pertumbuhan ekonomi yang tidak pasti di negara-negara sekitarnya dan resesi global. Nilai emas, aset melawan inflasi ini akan meningkat untuk waktu yang lama, cocok untuk holding jangka panjang."


Ketika Robert membaca berita itu, dia memicingkan matanya.


Harga emas naik lagi?


Dan naik tajam?


Memikirkan hal ini, Robert langsung bersemangat.


Jadi, bukankah satu ton emasnya bisa ditukar dengan lebih banyak uang?


Adapun holding jangka panjang, Robert belum mempertimbangkannya, satu ton emas itu bagaikan kentang panas, ia ingin menjualnya sesegera mungkin.


Jika bukan karena takut ditangkap oleh polisi, dia sudah mendirikan kios di tepi jalan dan menjualnya bagaikan menjual batu bata.


Bukan karena dia pengecut, memang benar pengawasan negara terhadap emas sangat ketat. Yang berani menjual emas tanpa label, dan ketahuan pasti akan didakwa melakukan kejahatan ekonomi, maka yang ditangkap bukan hanya diri sendiri, tetapi juga seluruh keluarga.


Jika tidak, kenapa dia harus mencari Kelvin, lalu membuka Perusahaan Keuangan Berto, dan menukarkan satu ton emas tersebut?


Bahkan jika satu ton emas itu memiliki label, Robert juga tidak mungkin menyimpannya.


Hanya ketika uang mengalir, itu baru akan membentuk nilai, jika tidak, emas itu sama saja dengan sampah.


Harga emas berhubungan dengan pertumbuhan ekonomi dunia, dan hanya dapat dikatakan bahwa sampai batas tertentu, dapat menghindari dampak fluktuasi mata uang.

__ADS_1


Tetapi itu hanya sampai batas tertentu, bukan berarti bisa dihindari sepenuhnya.


Tiga puluh tahun yang lalu, jika menghabiskan dua puluh juta untuk membeli emas, maka pada saat ini, di mana ekonomi telah berkembang pesat selama 30 tahun, paling banyak hanya dapat menjualnya dengan harga sekitar 200 juta, bahkan lebih sedikit.


Tetapi nilai dua puluh juta 30 tahun yang lalu setara dengan 5,6 miliar untuk saat ini.


Sekarang pertumbuhan ekonomi telah melambat, menghabiskan sejumlah besar uang untuk membeli emas dan menyimpannya di rumah, dan dilihat dari stabilitas mata uang rupiah, ini hanyalah tindakan yang sia-sia.


Kecuali membeli emas untuk masa pensiun, maka itu akan lumayan memberikan keuntungan.


Tetapi tidak peduli bagaimanapun, ini semua ditentukan oleh pasar.


Di bawah pembelian secara besar-besaran oleh semua orang, harga emas telah meroket, dan sekarang satu ton emasnya dapat ditukar dengan uang yang lebih banyak.


Robert tersenyum ceria, menelepon Kelvin, dan setelah menanyakan lokasi perusahaan Berto, dia bergegas ke sana.


...


Pada saat yang sama, di perusahaan Starway Entertainment.


Ricky mengeluarkan pengumuman baru langsung di grup internal perusahaan.


Taman Anggrek Mas 301, Unit 2, Gedung 56.


Di ruang tamu.


Junius menurunkan lampu gantung di ruang tamu, dan berkata dengan tidak puas. "Lampu gantung ini sangat sulit untuk dibongkar! Alexander, bantu aku!"


"Tunggu! Aku sedang dalam pertarungan tim!"


Alexander berbaring di sofa, dan menjawab tanpa mengangkat kepalanya.


"Hei?"


Junius memelototinya dan berkata. "Aku bekerja keras untuk membongkar lampu gantung, itu untuk dipasang di rumahmu. Kau sudah dewasa, kenapa tahunya hanya bermain game?"


Dia awalnya ingin memindahkan sofa di ruang tamu, tetapi terlalu berat untuk dibawa.


Kemudian dia melihat harga lampu gantung dan menemukan bahwa harganya delapan puluhan juta, jadi langsung muncul niat untuk membongkar lampu gantung tersebut.


"Oh, tunggu sebentar, aku sedang bertarung dalam pertarungan tim! Nanti kita bicarakan lagi setelah aku menang! Astaga kenapa kau berkeliaran di sana? Cepat bentuk tim! Apa mungkin kau menyuruhku seorang penyihir untuk maju?" Alexander berkata dengan tidak puas.

__ADS_1


Junius memelototi Alexander dengan galak, dan berkata dengan marah. "Main! Tahunya hanya main!"


"Berengsek! Seluruh tim mati!"


Alexander berseru. "Tim lawan sungguh hebat, satu jurus pamungkas langsung membunuh kami semua!"


Selesai berkata, dia mengangkat kepalanya dan berkata kepada Junius dengan tidak puas. "Ayah, apakah perlu begitu buru-buru? Kalau kau tidak mengomel di sini, timku tidak mungkin kalah! Itu hanya sebuah lampu gantung. Setelah menjadi artis terkenal, aku akan memiiki banyak uang?"


“Enak sekali omonganmu! Ketika kau menjadi artis terkenal, kupikir aku sudah mati!” Junius langsung memarahi.


Meskipun ketika dia berada di luar, dia selalu membual bahwa putranya akan menjadi artis terkenal, tetapi sebenarnya dia sangat memahami putranya, sulit putranya bisa menjadi artis terkenal.


Alexander menatap ayahnya dengan tidak puas dan hendak membantah.


Pada saat ini, tiba-tiba ponselnya menerima sebuah pesan.


Begitu dia mengeluarkan dan melihat, ternyata pesan dari grup perusahaan, tidak hanya itu, pesan itu diposting langsung oleh Ricky, manajer umum yang misterius itu, tidak hanya itu, Ricky juga langsung menyematkan @ kepada semua orang.


"@semuanya, atas permintaan bos ...."


Semakin Alexander melihat, ekspresi wajahnya menjadi semakin serius.


Setelah membaca pesan Ricky, Alexander melompat dan berteriak kepada Junius dengan penuh semangat. "Ayah! Aku akan menjadi artis terkenal! Ayo turun dan lihat!"


“Ada apa sih?” Junius mengambil lampu gantung yang baru saja dia lepas, lalu turun dari kursi, dan melihat ponsel Alexander.


Saat berikutnya, Junius tiba-tiba melebarkan matanya dan berseru. "Ini ..."


"Ha ha ..."


Alexander tertawa penuh semangat dan berkata. "Ini adalah kesempatan yang diberikan Tuhan kepadaku! Tuhan tidak tega mengubur talentaku! Ayah, keluarga kita akan menjadi terkenal!"


"Benar!"


Junius menangis karena terlalu gembira. "Alexander! Kau benar-benar akan menjadi terkenal sekarang! Keluarga kita akan menjadi kaya!"


Sambil berkata, dia menendang lampu gantung yang baru saja dibongkar dan berkata dengan penuh semangat. "Untuk apa lampu sampah ini! Ayo keluar! Ayo pergi makan enak! Oh ya, rumah yang kita lihat di Jakarta sudah bisa kita beli!"


Alexander melambaikan tangannya dan berkata. "Beli! Kelak aku akan menjadi orang kaya setelah menjadi artis terkenal!"


"Anakku luar biasa!" Junius berkata dengan penuh semangat.

__ADS_1


__ADS_2