
Kompetisi kaligrafi yang diselenggarakan oleh dua kampus dan satu asosiasi berakhir dengan cara yang tidak terduga.
Tiga juri dibawa pergi oleh polisi.
Juara sebelumnya didiskualifikasi dari kompetisi.
Adapun siapa juara akhir, tidak ada yang peduli.
Karena ada satu hal yang membuat mereka lebih tertarik.
Grand master kaligrafi muncul di tempat kompetisi.
Setelah ngobrol sejenak, Henry membawa karya kaligrafi Robert di tangannya, dan berjalan dengan membawa pergi anggota-anggota dari asosiasi kaligrafi.
Sebelum pergi, Henry memberikan jaminan kepada Robert bahwa di masa depan, pintu Asosiasi Kaligrafi Jakarta akan dibuka untuknya kapan saja, dan selama Robert bersedia datang, dia boleh menjadi presiden Asosiasi Kaligrafi Jakarta.
Setelah orang-orang dari asosiasi kaligrafi pergi, Handoko membawa Robert langsung ke kantor rektor.
Pada saat yang sama, karena kompetisi kaligrafi barusan, seluruh UI menjadi heboh.
Baik di lapangan, ruang kelas, perpustakaan, dan tempat lainnya, hampir di seluruh tempat semua orang membicarakan kompetisi kaligrafi.
Bahkan teman sekelas yang tidak pernah memperhatikan kompetisi kaligrafi pun ikut tertarik.
"Tahukah kalian? Dalam kompetisi kaligrafi barusan, muncul seorang grand master kaligrafi! Hanya ada tiga grand master kaligrafi di seluruh negeri, mereka mewakili level tertinggi kaligrafi!"
"Wah! Kenapa orang sekeren itu bisa muncul di kampus kita?"
"Karena dia dari kampus kita, dan kalian semua mengenalnya! Tapi kalian pasti tidak bisa menebak siapa dia!"
...
Di asrama Robert sebelumnya.
Jimmy duduk di tepi tempat tidur, menatap langit-langit dengan keputusasaan di wajahnya, dan berkata sambil terisak-isak. "Bu, aku tidak berbakti ...."
Awalnya, dia, Antoni dan Jamil adalah teman sekamar terbaik Robert.
Tetapi karena Hardi, mereka memilih untuk bermusuhan dengan Robert dan menyanjung Hardi.
Dan sekarang, ibunya sakit parah dan membutuhkan 600 juta untuk biaya operasi.
Tetapi ketika dia meminjam uang kepada teman-temannya, termasuk teman terbaiknya, Antoni, Jamil, dan juga Hardi, tetapi dia mengalami hal yang sama seperti Robert, begitu mengungkit masalah uang, semua teman meninggalkannya, bahkan teman terbaiknya juga seperti itu.
Baru pada saat inilah dia baru menyadari perasaan menyakitkan ketika Robert dikhianati oleh sahabatnya.
__ADS_1
Selain itu kesempatan operasi ibunya tinggal tersisa hari terakhir, dan jika ditunda, kemungkinan besar ibunya akan meninggal.
Pada saat ini ....
"Tahukah kau? Robert muncul di kompetisi kaligrafi, dan ternyata dia adalah seorang grand master kaligrafi! Grand master kaligrafi! Benar-benar luar biasa! Hal yang paling aku impikan adalah bergabung dengan Asosiasi Kaligrafi Jakarta, tidak disangka Robert adalah seorang grand master kaligrafi!"
"Hebat sekali ...."
Sebuah percakapan terdengar dari pintu asrama, lalu semakin menjauh.
Jimmy sedikit terkejut ketika dia mendengar percakapan di luar.
Robert?
Asosiasi Kaligrafi?
"Robert di kampus?"
Saat berikutnya, wajah Jimmy tiba-tiba menunjukkan kegembiraan, seperti seseorang yang akan tenggelam dan berhasil meraih sebatang ranting pohon.
Di ruang rektor.
Ketika Robert dan Handoko masuk ke kantor, Handoko menuangkan secangkir teh untuk Robert.
Sebagai seorang siswa, Robert jelas merupakan satu-satunya yang dapat membuat rektor menuangkan teh untuknya secara langsung.
Sebelum itu, tidak peduli berapa banyak uang yang dimiliki Robert, di mata Handoko, Robert hanyalah seorang mahasiswa UI.
Tetapi sekarang, begitu identitas Robert sebagai grand master kaligrafi terbongkar, identitas ini langsung mengungguli dia.
Berapa banyak universitas yang ada di seluruh negeri? Tetapi ada berapa grand master kaligrafi di seluruh negeri?
"Bapak Rektor terlalu berlebihan, tolong perlakukan aku seperti mahasiwa biasa, seperti yang kau lakukan sebelumnya," kata Robert dengan sopan.
Handoko melambaikan tangannya dan berkata, "Tidak boleh, kau adalah grand master kaligrafi. Meskipun aku adalah rektor, paling hanya statusku di kampus lebih tinggi darimu, dalam hal lain, aku sama sekali tidak dapat dibandingkan denganmu! Aku ingin tahu apakah kau punya waktu? Bisakah kau membuka kelas kaligrafi di kampus? Aku akan menyiarkannya secara langsung di internet!"
Grand master kaligrafi memberikan kuliah secara langsung, UI pasti akan menjadi terkenal di seluruh negeri!
"Tidak tidak tidak."
Robert segera melambaikan tangannya dan berkata, "Aku sangat takut repot, makanya aku tidak memberi tahu orang lain bahwa aku adalah seorang grand master kaligrafi. Meskipun sekarang identitasku sudah terbongkar, tapi hanya segelintir orang yang mengetahuinya. Kalau aku membuka kelas kaligrafi maka kelak hal yang merepotkan tidak akan kunjung berakhir!"
“Kalau begitu, bisakah aku meminjam gelar grand master-mu untuk mempromosikan kampus kita di luar?” Handoko tidak ingin menyerah.
"Boleh, tapi jangan mengungkit namaku!" Kata Robert.
__ADS_1
Handoko menggertakkan giginya dan berkata. "Oke, asalkan kau setuju, hal selanjutnya kami dapat meminta Asosiasi Kaligrafi mengeluarkan bukti untuk statusmu! Oh ya, Grand Master, kau ...."
Robert menyeringai tak berdaya dan berkata. "Jangan panggil aku grand master, terdengar sangat aneh, panggil saja aku Robert, sama seperti sebelumnya."
"Oke, Robert, bisakah kau menuliskan sebuah karya untuk kampus kita? Aku akan memajangkannya langsung di kantor kampus."
“Boleh, tapi satu karakter 2 miliar, apakah Anda yakin?” Robert bertanya.
Handoko bergeming.
...
Setelah itu, Robert meninggalkan kantor rektor.
Handoko memegang karya yang ditinggalkan oleh Robert, dan tersenyum dengan sangat gembira.
Grand Master Kaligrafi.
Wah!
Begitu memanjangkan karya ini di kantor, aku bisa membual untuk waktu yang lama ke depannya!
Di seluruh negeri, ada berapa banyak ruangan orang yang bisa memajangkan karya grand master kaligrafi?
Adapun harga karya ini, Robert hanya bercanda dan tidak benar-benar meminta uang padanya.
Selain itu karya ini berisi empat belas karakter, jika ingin dibeli maka setidaknya harus mengeluarkan biaya sebesar 28 miliar. Dia bukan rektor di daerah miskin, dan tidak mungkin baginya untuk menghabiskan begitu banyak uang untuk membeli karya tersebut.
Robert keluar dan hendak mengajak Elysia keluar untuk makan bersama.
Tetapi baru saja dia sampai di gerbang kampus, sosok seseorang tiba-tiba muncul di depannya.
“Jimmy, apa yang kau inginkan?” Robert mengerutkan kening.
Sebelumnya, Jimmy dan Jamil telah banyak membuat banyak masalah.
Sekarang ketika dia melihat Jimmy, wajah Robert langsung menjadi muram.
Jika dia masih ingin membuat masalah, Robert tidak keberatan untuk membiarkannya dikeluarkan dari UI.
Jantung Jimmy berdebar kencang.
Pada saat ini, Jimmy tiba-tiba berlutut di hadapan Robert, dan berkata dengan suara tercekat. "Robert, tolong selamatkan ibuku! Ibuku sakit parah, dia sudah sekarat!"
Robert mundur selangkah, dan pindah ke sisi Jimmy, lalu berkata dengan marah. "Ibumu sakit, apa hubungannya denganku? Aku bukan dokter, kenapa kau mencariku! Maaf Aku masih ada urusan, sampai jumpa."
__ADS_1
Robert terlalu malas untuk mengurus masalah semacam ini.
Sebelumnya Jimmy dan yang lainnya mengkhianatinya dengan kejam, sekarang dia malah datang mencarinya ketika bertemu masalah. Benar-benar tidak tahu malu!