
Di gerbang masuk perumahan Pulomas Residence. Sebuah truk pikap putih melaju perlahan ke perumahan.
Seorang wanita emosional berada di dalam mobil, mengenakan rok panjang berpotongan rendah, melirik jalan di luar perumahan. Dia melihat sekerumunan orang sedang memperhatikan Bugatti yang di parkir di sana, matanya berbinar dan tersenyum tipis.
Jika waktu di luar mall adalah kebetulan, maka ketika melihat mobil ini di luar perumahan Pulomas Residence, Dewi pada dasarnya dapat memastikan bahwa pelanggan saat itu adalah pemilik mobil ini.
“Elysia, nanti bantu aku memindahkan pakaian-pakaian ini! Aku beritahu padamu bahwa anak muda ini tidak hanya lugas, tetapi juga sangat tampan! Setelah kamu melihatnya, kamu pasti puas!” Dewi sambil mengemudi dan berkata ke arah co-driver.
Di co-driver, ada seorang gadis cantik berusia dua puluhan yang duduk dengan celana jins skinny biru, yang membuat kaki rampingnya terlihat jelas.
Nama gadis itu adalah Elysia Kalista. Dia kuliah di Universitas Indonesia dan orang tuanya berada di luar negeri. Dan sekarang tinggal bersama Bibinya, Dewi.
Dia mewarisi kecantikan Ibu dan Bibinya. Sejak memasuki kuliah, dia telah menjadi mahasiswi tercantik di kampusnya selama empat tahun!
Satu-satunya hal yang membuat Dewi merasa sakit kepala adalah keponakannya tampak tidak tertarik pada apapun kecuali belajar, termasuk mencari pacar.
Dia selalu memperoleh peringkat pertama selama empat tahun berturut-turut di kampusnya, tetapi selama ini dia belum pernah berpacaran sama sekali, itu yang membuat Dewi merasa khawatir karena takut gadis ini akan sama seperti dirinya.
"Bibi, jika kamu menyukainya, langsung saja mengejarnya! Jika Ibuku tahu bahwa Bibi akhirnya memiliki pria yang disukai, dia pasti sangat gembira. Tidak peduli apa latar belakang dan usia pria itu, Ibuku pasti tidak akan berkomentar!" Gadis muda itu mengedipkan kedua matanya yang besar ke arah Dewi, terlihat sangat cantik dan lucu.
Dewi melirik gadis itu dan berkata: "Kamu ini, berani sekali mengolok-olok Bibimu! Aku memintamu kemari, terutama karena aku ingin kamu melihat pemuda ini dan melihat apakah kalian cocok atau tidak!"
__ADS_1
Dewi tidak memberitahu Elysia tentang Bugatti di luar, karena dia benar-benar mengenal Elysia dengan sangat baik. Meskipun Elysia bukanlah gadis yang mulia, tapi dia juga tidak akan pernah bergaul dengan seorang pria hanya karena sebuah mobil mewah.
Bahkan dia mungkin akan langsung mengklasifikasikan pria itu sebagai anak kaya yang taunya cuma berfoya-foya, kemudian memasukkannya ke dalam daftar blacklist di hatinya.
Dan satu hal lagi, meskipun dia pada dasarnya yakin bahwa pemilik mobil itu adalah pemuda tersebut, tetapi segala sesuatu selalu ada pengecualian. Jika ternyata mobil itu bukan milik pemuda itu, bukankah dia akan ditertawakan oleh keponakannya?
"Aku tidak membutuhkannya!"
Elysia langsung menggelengkan kepalanya dan berkata, "Aku masih tidak ingin mencari pacar sekarang. Aku hanya ingin kuliah dengan sungguh-sungguh."
"Bibi tidak mengatakan untuk tidak membiarkanmu kuliah! Tapi kuliah kan tidak bertentangan dengan mencari pacar! Kamu masih tetap bisa kuliah sambil pacaran. Jika tidak, kemana kamu mencari pacar setelah menyelesaikan S2?!" Dewi membujuk.
"Hei! Kamu ini, Bibi telah melewatkan cinta dalam hidupku, bukan tidak ingin menemukannya! Itu sebabnya aku mendesakmu sekarang, aku hanya tidak ingin kamu melewatkannya seperti diriku, apakah kamu paham?"
"Hah? Melewatkan cinta? Pria tampan mana yang Bibi lewatkan? Bibi, bisakah kamu memberitahuku?"
“Pergi sana!” Dewi memelototi Elysia.
Segera, keduanya sampai di depan unit 2 gedung 5.
"Tuan Robert, kami sudah sampai."
__ADS_1
Dewi turun dari mobil, merapikan rok panjang berpotongan rendah seksinya yang kusut, dan berteriak ke atas.
Robert saat itu hanya meminta mereka untuk mengantar pakaian ke rumah unit 2, tetapi dia tidak mengatakan dengan jelas di mana ia tinggal.
Menurut imajinasi Dewi, orang-orang dengan latar belakang seperti Robert setidaknya tinggal di gedung dupleks yang ada di atas.
Ini seharusnya hanya gudangnya.
Elysia juga turun dari mobil saat ini dan berbalik untuk merapikan pakaian yang ada di atas truk pickup.
Di ruang bawah tanah, ketika mendengar teriakan dari luar, Robert segera berjalan keluar dari dalam dan berkata sambil tersenyum: "Kerja kalian cukup efisien, cepat sekali sudah diantar kemari."
Dewi terkekeh dan menjawab: "Tuan Robert adalah pelanggan utama kami, tentu saja, kami akan mengantarnya sesegera mungkin! Elysia, kemari dan sapa Tuan Robert."
Elysia dengan enggan menoleh untuk melihat Robert.
Saat berikutnya, "Ternyata ini kamu?"
Elysia dan Robert berkata dengan terkejut pada saat yang bersamaan.
Dewi memandang Elysia dengan bingung, lalu berbalik untuk melihat Robert, dan berkata dengan terkejut: "Kalian...saling kenal?"
__ADS_1