
"Robert, kau terlalu emosional!"
Setelah Junius dan keluarganya pergi, Antonius segera menyalahkan Robert.
"Apa emosional-ku salah, Ayah?" Robert bertanya balik.
"Yang dikatakan Robert benar!"
Meriatanti datang dan berkata, "Kau tidak emosional, tapi uangmu diambil oleh kakakmu? Jika bukan karena Robert emosional, apakah kau masih ingin meminjamkan mereka 200 juta lagi? Bahkan menjual tanah kita?"
"Mereka akan mengembalikannya! Mereka juga karena terdesak, ‘kan? Kami adalah saudara. Bukankah sudah seharusnya saling membantu?" Antonius bertanya balik.
"Selain mengambil keuntungan dari keluarga kita, kapan mereka membantu kita? Robert telah mencatat setiap tagihan, apakah mereka pernah mengembalikan satu sen pun kepada kita? Tanpa mereka, aku merasa hidup kita akan jauh lebih baik!" Meriatanti langsung menjawab.
"Antonius menatap Meriatanti sekilas dan berkata, "Saudara harus bersatu dan hidup rukun! Selain kakak, tidak ada yang mungkin bisa mengajak kita makan di hotel bintang lima dan menyediakanmu penginapan gratis di hotel. Kau sama sekali tidak mengerti!"
Robert terkejut oleh ucapan ayahnya.
Di desa ada orang-orang yang licik, dan orang-orang bodoh!
Jelas bahwa Antonius adalah representasi dari orang-orang bodoh itu.
"Ayah ...."
Robert berkata dengan tidak berdaya."Jika bukan karena ingin meminjam uang darimu, apakah dia akan mengajakmu makan? Apakah dia akan menyediakanmu penginapan di hotel bintang lima? Dia mempunyai kartu VIP, kamar memang sudah digratiskan, selain itu dia masih bisa mendapatkan uang ratusan juta secara gratis. Kalau diganti kau, kau juga akan melakukan hal yang sama, bukan?"
"Apanya yang gratis, itu namanya meminjam!"
"Meminjam sesuatu tanpa mengembalikan apa bedanya dengan memperoleh secara gratis? Uang-uang yang dipinjam sebelumnya tidak pernah dikembalikan, kau pikir dia akan mengembalikan uang ratusan juta ini padamu?"
"Itu karena mereka tidak punya uang, mereka pasti akan mengembalikan kalau punya uang!" Antonius berkata dengan yakin.
Robert menghela napas dan berkata. "Ayah, mereka sudah membeli mobil, juga akan membeli rumah, itukah yang kau katakan mereka tidak punya uang? Jadi harus bagaimana baru bisa disebut punya uang? Apakah kau yang paling punya uang? Kalau begitu, kenapa tidak membelikan motor listrik untuk ibuku? Ayah, ada apa dengan otakmu?"
Pandangan hidup ayahnya harus segera diubah,yang lain tidak perlu buru-buru.
"Aku ...."
__ADS_1
Antonius tidak tahu harus berkata apa lagi, dia hanya bisa menghela napas panjang.
Dia mengerti maksud Robert.
Dia juga tahu bahwa Junius suka mengambil keuntungan kecil, hanya saja dia tidak mau mengakuinya, tidak mau hubungan persaudaraan mereka rusak. Bagaimanapun, mereka adalah saudara sekandung,dia tidak ingin mempermasalahkan hal-hal kecil, yang tetap ingin dijaganya adalah hubungan persaudaraan ini.
Tetapi hari ini, pandangannya sedikit tergoyahkan oleh kata-kata Robert.
Antonius menghela napas dan berkata. "Jangan ungkit masalah masa lalu lagi!"
Meriatanti memandangnya dan berkata, "Robert menulis begitu banyak hal di buku catatannya, sekarang kau hanya cukup mengatakan bahwa‘jangan diungkit lagi’, semuanya langsung dilewatkan begitu saja? Murah hati sekali kau!"
"Aku melakukan ini demi Robert! Apa yang kau tahu? Kelak Alexandar akan menjadi artis terkenal! Kita masih membutuhkan bantuan mereka, dia bisa mencarikan pekerjaan yang baik untuk Robert, bukankah itu lebih baik daripada Robert mencari pekerjaan yang tidak jelas nanti?” Jawab Antonius.
Robert menggelengkan kepala dan berkata, "Jangan mendengar bualan Alexander, aku tidak membutuhkan bantuannya! Dia tidak akan menjadi artis terkenal!"
"Bagaimana kau bisa tahu? Kalau dia tidak bisa menjadi artis terkenal, mana mungkin manajer hotel ini akan menyanjungnya? Mana mungkin perusahaan Starway akan memberinya perhatian khusus?" Antonius bertanya dengan mengerutkan dahi.
Robert menghela nafas dan berkata, "Hal-hal di sini cukup rumit, aku hanya bisa mengatakan bahwa semua artis perusahaan Starway memiliki kartu VIP , bukan hanya dia saja yang memilikinya. Ini adalah kerja sama antara perusahaan Starway dan hotel Fantasy, tidak ada hubungannya dengan Alexander. Dia hanya ingin memamerkan diri di depanmu, kemudian meminjam uang darimu! Paham?"
"Ah? Benarkah? Bagaimana kau tahu?" Antonius bertanya dengan mata terbelalak.
Dia sebenarnya ingin memberi kesempatan pada Junius dan keluarganya, agar ayahnya tidak merasa sulit.
Namun, Junius dan keluarganya tidak tahu menghargai kesempatan itu.
Jika begitu, jangan salahkan dia berbuat kejam.
Meriatanti memandang Antonius dan berkata, "Sekarang kau sudah tahu situasinya, ‘kan? Jika bukan karena Robert, kau mungkin sudah ditipu oleh kakakmu! Kau sudah ditipu seumur hidup dan masih tidak menyadarinya! Aku benar-benar menyesal kenapa bisa menikahimu!"
"Ahh ...."
Antonius menghela napas panjang dan berkata, "Semua ini salahku. Sudah boleh, ‘kan? Sekarang bagaimana? Kakakku pergi, sekarang tidak hanya tidak bisa tinggal di hotel bintang lima, setelah kembali ke desa pasti akan diomongin dari belakang!" ia berkata.
"Kalau begitu jangan kembali!" Jawab Robert.
Antonius memandang Robert dengan tatapan merendahkan. "Enteng sekali omonganmu! Jika tidak kembali, kami tinggal di mana? Kembali ke asramamu? Apakah satpam kampusmu tidak akan mengusir kami?"
__ADS_1
Robert tidak menjawab, dia hanya mengeluarkan ponselnya dan menelepon Andi.
Tak lama kemudian, panggilan terhubung.
"Andi, sediakan sebuah kamar president suite untuk orang tuaku!" kata Robert.
Ayah dan ibunya yang berada di sampingnya terkejut setelah mendengar ucapan ini.
Menyediakan kamar president suite?
Apa yang dilakukan Robert?
Robert menutup telepon.
Robert berkata kepada ayahnya. "Ayah, sudah beres! Bukankah kau ingin menginap di hotel bintang lima? kamar president suite sangat nyaman, kalian menginap di kamar president suite saja."
"Apa yang kau katakan?"
Antonius bertanya dengan membelalakkan mata. "kamar president suite? Kau memesan kamar president suite di hotel bintang lima untuk kami? Kau tahu berapa harga kamar president suite selama satu malam? Alexandaer bilang harganya 40 juta satu malam! Alexander saja tidak berani menginap di sana! Dari mana aku mencari uang untuk membayar kamar yang begitu mahal?"
Robert melambaikan tangannya dan berkata, "Kau tidak perlu mengeluarkan uang, aku yang akan mengaturnya! Ayo makan dulu, nanti makanan akan dingin."
Tinggal di hotel sendiri tentu saja tidak perlu mengeluarkan uang.
Tetapi jika dia mengatakan ini, ayah dan ibunya pasti akan terkejut dan dia juga tidak tahu bagaimana menjelaskan kepada mereka, bagaimana dia bisa memiliki hotel bintang lima.
Mungkin lebih baik menunggu kesempatan lain untuk menjelaskannya.
Kemudian, dia mengambil sendok dan akan mulai makan.
"Tunggu sebentar!"
Antonius meraih lengannya dan berkata sambil mengernyit, "Bagaimana caramu mengatur semua ini? Harganya lebih 20 juta."
Robert mengangkat kepalanya dan berkata, "Sebenarnya aku punya kartu VVIP, lebih hebat dari kartu VIP milik Alexander. Tidak hanya penginapan yang gratis, makan juga gratis, semua layanan di sini gratis!"
"Apa?"
__ADS_1
Antonius menatapnya dengan mata terbelalak dan bertanya, "Benarkah?"
Robert tersenyum kecil dan menunjuk meja besar di depannya yang penuh dengan hidangan. "Makan saja, kau akan tahu setelah itu."