
"Tidak ada!"
Elysia dengan kuat menggelengkan kepalanya di bawah lengan, tetapi kepalanya tertunduk semakin dalam.
"Hahaha......"
Dewi tersenyum, "Apakah pria itu yang menyatakan cinta? Kalau tidak, mengapa kamu begitu tersipu? Bahkan tidak berani menunjukkan wajahmu di depan Bibi?"
"Tidak! Tidak ada!"
Elysia, yang kepalanya tertunduk di bawah lengan, menggelengkan kepalanya dengan kuat dan berteriak.
Dewi menepuk punggungnya dan berkata, "Apa yang terjadi? Kalau tidak memberitahu bibi, sia-sia dong cerita Bibi tadi malam!"
Elysia menarik napas dalam-dalam, lalu mengumpulkan keberanian untuk mengangkat kepalanya, menatap Dewi dengan kegembiraan di wajahnya dan berkata: "Dia traktir aku makan malam!"
Setelah berbicara, dia buru-buru membenamkan kepalanya lagi.
"Apa?"
Dewi membeku sejenak, dan merasa lucu. "Hanya traktir makan doang kamu gembira amat, kamu primadona kampus lho, harus tenang dong..."
Elysia semakin membenamkan kepalanya ketika mendengar kata-kata ini, dan dia bahkan tidak mengatakan apa pun untuk membantah.
Melihat adegan ini, Dewi menghela napas tanpa daya. "Anak muda macam apa yang membuat kamu tergila-gila macam ini? Kamu bisa kehilangan diri sendiri lho! Benar-benar membuat iri dan sedih. Bibi jadi teringat kenangan masa muda."
Selesai berbicara, Dewi mendorong Elysia dengan lembut, dan bertanya, "Elysia, coba beritahu Bibi, seperti apa anak muda itu? Mengapa kamu begitu tergila-gila padanya?"
"Tak mau ah...!"
Elysia menggelengkan kepala dengan kuat.
Dewi mengernyit, "..."
Dia benar-benar tidak tahu mau berkata apa.
Pada saat yang sama, ada lebih banyak kecemasan di hatinya.
Sejauh yang dia tahu, selama empat tahun di kampus, Elysia tidak pernah berhubungan dengan anak laki-laki!
Kapan dia menjadi seperti ini?
__ADS_1
Kenapa dia tidak tahu? Atau, karena dia terlalu jarang memperhatikan Elysia? Jadi tidak merasakan perubahan ini?
Tapi seharusnya tidak mungkin, dia selalu memperhatikan aspek ini, jadi dia langsung tahu ketika perilaku Elysia berubah akhir-akhir ini.
Jika mau dikatakan, hanya dua hari inilah Elysia menjadi sedikit aneh.
Apakah hanya karena dua hari ini?
Apakah karena pemilik Bugatti itu?
Tapi ini tidak mungkin?
Dia mengenal Elysia dengan baik. Elysia bukan gadis seperti itu, tidak mungkin Elysia tergila-gila hanya karena orang itu memiliki Bugatti. Ini tidak mungkin!
Dan kalau dilihat dari sikap Elysia yang tersipu malu, sama sekali tidak mungkin terjadi dalam satu atau dua hari!
Jadi, Elysia sudah naksir sama anak muda itu selama bertahun-tahun dan belum pernah menyatakan cintanya?
Dan hari ini, setelah Elysia mendengarkan cerita kisah masa mudanya, sikap Elysia baru berubah dan membuat anak muda itu mentraktirnya makan malam?
Dewi merasa pikirannya semakin kacau. Yang paling dia khawatirkan adalah Elysia kehilangan diri sendiri dan ditipu anak muda itu.
"Berita terkini. Baru saja, terjadi kecelakaan di jembatan Teksas. Sopir bus M.03 tiba-tiba jatuh koma. Bus menabrak pembatas jembatan dan hampir jatuh ke sungai. Untungnya, seorang pemuda pemberani bergegas menginjak rem, baru akhirnya menghindari kecelakaan besar ini! Ini adalah gambar yang diambil oleh reporter di tempat kejadian."
Di layar TV ditayangkan gambar sebuah bus yang penuh dengan penumpang, setengah bodi nya tergantung di luar jembatan, terlihat sangat menakutkan.
Dewi berkata dengan sedikit ketakutan. "Bahaya sekali."
Pada saat ini, kamera berputar, seorang reporter cantik muncul di depan kamera dan berkata dengan penuh semangat. "Ini adalah laporan dari jembatan Teksas. Kami berada di sebelah kendaraan yang rusak. Sekarang semua penumpang telah diselamatkan, dan hanya tersisa seorang di dalam bus. Pahlawan yang menyelamatkan semua penumpang masih belum keluar! Sebelumnya, pahlawan ini terus berada di bagian depan bus yang paling berbahaya, untuk mencegah bus terus tergelincir ke bawah, dia telah menginjak rem selama lebih dari 10 menit! Dan sekarang, mari kita tunggu pahlawan itu keluar."
Begitu suara reporter itu jatuh, kamera langsung mengarah ke jendela belakang mobil.
Tidak hanya itu, juga terlihat orang-orang di lokasi kecelakaan mengeluarkan ponsel mereka untuk memotret.
Adegan Jeffri yang berjalan ke bus dan berteriak memanggil Robert juga tertangkap kamera.
Dewi menepuk Elysia dan berkata, "Elysia, cepat lihat siapa yang begitu hebat!"
"Tidak!"
Elysia memutar tubuhnya, dia tidak melihat ke atas, dan terus membenamkan kepalanya.
__ADS_1
Dan pada saat ini, tiba-tiba terdengar suara bus tergelincir yang kuat, orang-orang di tempat kejadian berseru, termasuk Dewi yang berada di depan TV juga ikut berteriak kaget saat melihat adegan ini.
Elysia mendongak dengan rasa ingin tahu, tetapi hanya melihat bus telah ditarik oleh derek.
Segera setelah itu, sosok seseorang muncul di bingkai kaca yang pecah di belakang bus.
Begitu orang ini muncul, dia tiba-tiba terjatuh, tetapi untungnya, polisi di sebelahnya buru-buru mengulurkan tangan dan menangkapnya.
Saat berikutnya, layar kamera diperbesar, dan wajah Robert yang lelah dan berkeringat muncul di layar.
"Robert?"
"Robert!"
Pada saat melihat wajah Robert, Dewi dan Elysia berteriak serempak..
Bedanya yang satu bingung, dan yang satu lagi kaget!
Saat berikutnya, Elysia segera mengeluarkan ponselnya dan menelepon Robert.
Melihat adegan ini, Dewi menoleh dengan bingung untuk melihat Robert yang ada di TV, dan kemudian menatap Elysia, alisnya yang sedikit mengernyit perlahan-lahan terbuka.
Dia sepertinya mengerti sesuatu.
Tak lama kemudian, panggilan terhubung.
Begitu terhubung, Elysia langsung bertanya dengan cemas. "Robert, apakah kamu baik-baik saja?"
"Ah? Baik-baik saja? Aku baik-baik saja kok, ada apa?"
"Aku melihatmu di TV, kamu berada di bus yang terjadi kecelakaan itu! Kamu yang menyelamatkan semua orang! Bagaimana dengan kamu sekarang? Apakah kamu di rumah sakit? Di kamar berapa? Aku akan segera menjengukmu!"
Selesai berbicara, Elysia segera berdiri dan berjalan keluar.
"Tidak! Aku tidak di rumah sakit, aku baik-baik saja, jangan khawatir, Kelvin dan aku sedang shopping di luar sekarang!"
"Apa?"
Elysia berhenti dan berkata dengan terkejut. "Pergi shopping? Tapi aku baru saja melihat kamu bahkan tidak bisa berjalan?"
"Hah! Itu bukan siaran langsung, sudah lama itu. Aku hanya sedikit lemas, tapi tidak terluka. Sudah dulu ya, aku masih ada urusan lain."
__ADS_1