Aku Menggali 1 Ton Emas

Aku Menggali 1 Ton Emas
Heboh Seisi Kampus


__ADS_3

Di lantai dasar asrama pria.


Bugatti Chiron biru-putih berhenti dengan mantap.


Di sebelah pintu mobil, Robert memegang pintu mobil dan menatap Kelvin yang matanya terbelalak.


Pada saat bersamaan,


Para mahasiswa yang mengikuti Bugatti juga bergegas kemari, termasuk mahasiswa di gedung asrama, menjulurkan kepala dan melihat ke luar.


Ketika melihat Robert keluar dari Bugatti, semua orang tercengang.


Saat berikutnya, semua orang mulai heboh.


"Wow! Bugatti yang viral beberapa hari terakhir ini, ternyata mobil Robert?"


"Astaga! Apa tidak salah! Bagaimana mungkin!"


"Ini pasti mimpi!"


"Kenapa tidak pernah melihat dia mengendarai mobil itu?"


"Wow! Ternyata dia pemilik Bugatti! Low-profile banget selama ini!"


"..."


Tiba-tiba, semua orang berseru.


Tak satu pun orang yang melihat adegan ini tidak heboh.


Termasuk Kelvin yang tercengang lama, berkata ragu-ragu. "Kamu... Robert?"


Robert berkata, "Tentu saja! Baru sehari tidak bertemu, kamu sudah tidak mengenalku?"


"Wow!"


Kelvin melompat tinggi dan berkata dengan tidak percaya, "Bugatti Chiron ini milikmu? Kapan kamu mendapatkan Bugatti ini?"


Sambil berkata, dia menyentuh body Bugatti itu dengan hati-hati.


Menyentuh dengan hati-hati bagaikan menyentuh barang paling mahal di dunia, karena takut merusaknya.


Kemarin Lia datang mencari Robert, sudah cukup membuat dia terkejut. Dan hari ini, dia masih belum sempat menanyakan apa yang terjadi, Robert langsung mengendarai Bugatti Chiron kemari! Semua ini benar-benar membuat dia terkejut setengah mati!


Robert merentangkan tangannya dan terkekeh pelan. "Rahasia."


"Persetan! Rahasia?! Katakan dengan jujur, apakah kamu tuan muda dari sebuah keluarga besar? Apakah kamu datang ke sini untuk melatih diri?" Tebak Kelvin.


Robert menggelengkan kepala dan berkata, "Rahasia."


...


Pada saat bersamaan.


Di ruang siaran.


Hardi memegang naskah dan membaca dengan penuh semangat.

__ADS_1


Naskah di tangannya berisi tiga halaman kertas, naskah itu dia beli dari orang lain dengan harga mahal, sengaja digunakan untuk membangkitkan kemarahan mahasiswa terhadap Robert.


Dan di sampingnya, Freya sedang duduk di sana dan tersenyum, memegang kipas kecil dan mengipasi Hardi agar tidak lelah.


Krek...


Pada saat ini, pintu ruangan siaran tiba-tiba terbuka, seorang anggota OSIS bergegas masuk dari luar dengan panik, dan berkata dengan terengah-engah. "Gawat, Hardi, Ro... Robert datang ke kampus!"


Hardi mengerutkan kening, dan segera mematikan mikrofon, lalu memarahi. "Untuk apa teriak-teriak? Biarkan saja dia datang, biar dia merasakan kemarahan semua mahasiswa kampus!"


"Bukan begitu!"


Orang itu menarik napas dalam-dalam sebelum melanjutkan. "Dia... dia mengendarai Bugatti Chiron!"


“Apa? Bugatti Chiron?” Hardi dan Freya terkejut.


Pada saat bersamaan, muncul bayangan supercar yang mereka lihat di jalan dua hari lalu di benak mereka.


Namun, mereka tidak mampu menerima kenyataan ini.


"Iya! Bugatti Chiron biru-putih yang viral di jalanan kemarin! Itu milik Robert!"


"Apa?!"


Mata Hardi dan Freya melebar.


Hal yang sama juga terjadi di tempat lain.


Di perpustakaan.


Di ruang kelas.


"Robert datang ke sekolah dengan membawa Bugatti?"


Di asrama putri.


"Apa?! Robert pemilik Bugatti?"


...


Di lantai bawah asrama putra.


Mahasiswa yang tak terhitung jumlahnya terus berdatangan.


Tidak hanya untuk melihat Bugatti, tetapi juga untuk melihat Robert.


Karena dalam dua hari terakhir, topik paling heboh yang dibahas semua orang di kampus adalah Robert.


Siapa tahu, hari ini Robert langsung membawa Bugatti ke kampus, bagaimana tidak membuat semua orang kaget?


Setelah beberapa saat, Bugatti telah dikerumuni banyak orang.


Keraguan semua orang menghilang, dan berubah menjadi rasa kagum yang tak habis-habisnya begitu melihat Robert berada di samping Bugatti.


"Sulit dipercaya ada anak sekaya ini di kampus kita!"


"Empat tahun kuliah, tidak ada yang tahu identitasnya!"

__ADS_1


"Low profile banget!"


"Ya! Kemarin aku masih merasa dia terlalu high profile, tetapi baru hari ini aku tahu ini baru penampilan sebenarnya!"


"Wow! Ini baru namanya high profile!"


"Sekarang siapa lagi yang berani mengatakan Robert itu sugar baby-nya Lia? Pemilik mobil Bugatti lho! Satu mobil telah mencapai setengah nilai pasar Grup Setiawan!"


"Aku mengerti sekarang! Robert bukan sugar baby-nya Lia, tapi Lia tahu identitas Robert!"


"Haha, barusan Hardi masih berbicara tentang cita-cita di siaran, dia bilang Robert tidak tahu malu dan membuang martabat sendiri! Kalau dilihat sekarang, Robert adalah orang yang berdiri di puncak kehidupan!"


"Tiba-tiba aku merasa malu dengan perkataan ketua OSIS kita! Meskipun keluarga Ketua OSIS juga memiliki sebuah perusahaan, tapi kekayaan mereka tidak lebih dari 60 miliar, bahkan tidak mencapai harga setengah mobil ini!"


...


Mahasiswa di sekitarnya mulai membicarakan hal ini.


Sebelumnya, seisi kampus telah mencemarkan nama Robert, tapi dengan munculnya mobil Bugatti ini, semuanya sudah jelas!


Mustahil orang yang mampu membeli Bugatti lebih dari 160 miliar ini jadi baby sugar!


Pada saat ini...


"Minggir! Minggir semua! Apa yang kalian lakukan di sini!"


Tiba-tiba terdengar suara seruan di luar kerumunan.


Orang-orang di sekitar menoleh untuk melihat, ekspresi mereka tiba-tiba berubah, dan berseru, "Pak Sutarto!"


Detik berikutnya, semua orang menjadi tenang, dan segera mundur ke kedua sisi.


Apa boleh buat, orang ini adalah pemimpin yang bertanggung jawab atas kedisiplinan seisi kampus. Pada dasarnya, dia yang mengatur seluruh hal-hal besar dan kecil di kampus ini, jadi tidak ada mahasiswa yang tidak takut padanya!


Sutarto dari tadi mencari mobil yang bising-bising di kampus, tapi tidak berhasil menemukannya.


Kemudian, melihat begitu banyak orang di sini, dia pun bergegas kemari.


"Apa-apaan kalian disini!"


Sutarto berteriak dingin pada mahasiswa di kedua sisi, dan berjalan melewati kerumunan.


Alhasil, dia langsung melihat sebuah mobil sport Bugatti biru-putih, serta Robert dan Kelvin di sebelah mobil.


Dia yang usianya sudah setengah kaki masuk kuburan, bagaimana mungkin tidak mengenal Bugatti Chiron?


Melihat mobil ini, penampilan dia yang barusan garang, langsung menjadi tenang.


Apa boleh buat, mereka yang mampu mengendarai mobil sport semacam ini pada dasarnya adalah orang-orang yang memiliki latar belakang hebat, bahkan dia yang merupakan Kepala Kedisipllinan di kampus ini juga tidak berani sembarangan memarahi.


Jika tidak sengaja menyinggung seorang tokoh besar, bahkan Handoko pun tidak mampu melindunginya!


Namun, di hadapan begitu banyak mahasiswa, dia tetap harus pura-pura bersikap tegas.


"Mobil siapa ini?"


Dia langsung mengambil langkah maju, wajahnya sangat serius, tetapi tidak terlihat marah.

__ADS_1


__ADS_2