
Setelah mendengarkan kata-kata Joni, Lia langsung linglung!
Ayahnya, benar-benar meminta maaf padanya? Bahkan mewakili seluruh keluarga Setiawan, termasuk kakeknya?
Tidak hanya itu, bahkan memberinya 15% saham Grup Setiawan dan mengembalikan posisi direktur?
Tebakan Robert sungguh tepat.
Tetapi bagaimana mungkin?
Bagaimana mungkin ayah dan kakek meminta maaf padanya?
"Ayah, kau .... Apakah kau tidak bercanda?" kata Lia dengan terkejut.
"Tidak bercanda!"
Joni langsung berkata, "Sekarang kakek juga berada di sampingku, aku tidak bercanda denganmu."
Selesai Joni berkata, suara Bambang terdengar di telepon, "Lia, posisi direktur boleh kukembalikan padamu, ditambah dengan saham sebesar 15%, tapi dengan syarat kau harus membawa Robert kembali dan menandatangani kontrak barusan!"
"Hah? Kontrak yang diambil Robert barusan?"
Ketika Lia mendengar ini, ekspresinya tiba-tiba menjadi kaku, dia menoleh dan melirik Robert yang berada di sebelahnya.
Dalam situasi ini, jika dia masih tidak bisa menebak bahwa semua ini terjadi karena Robert, maka dia benar-benar adalah orang bodoh.
Namun, apa yang terjadi?
Kontrak dari Robert itu?
Bukankah sudah dicabik-cabik oleh Alex?
Mungkinkah ada sesuatu yang penting dalam kontrak itu?
Dia tidak tahu tentang Energi Baru Hontaro, tetapi dari kata-kata Bambang, dia merasakan ada sesuatu hal yang tampaknya tidak sederhana.
Dia sangat memahami Bambang!
Bambang tak pernah menyesali apa yang telah dia lakukan, bahkan bersalah pun dia juga tak akan meminta maaf.
Namun sekarang, Bambang tidak hanya meminta maaf padanya, tetapi juga berjanji untuk mengembalikan semua yang diambil darinya sebelumnya dengan syarat dia hanya perlu membawa Robert kembali dan menandatangani kontrak.
Jadi hanya ada satu kemungkinan, yaitu ada sesuatu yang luar biasa dalam kontrak Robert!
__ADS_1
"Bagaimana? Sudahkah kau mempertimbangkannya?" tanya Bambang di ujung telepon.
Lia menarik napas dalam-dalam dan berkata, "Maaf, aku hanya teman biasa Robert, aku tidak bisa mengubah keputusannya. Kalau ada sesuatu yang ingin dibicarakan, langsung saja bicarakan dengan Robert!"
Setelah itu, Lia langsung menutup telepon.
Di ujung telepon, Bambang yang melihat telepon ditutup, tiba-tiba berkata dengan kuat, "Keterlaluan! Sungguh keterlaluan! Bahkan berani menutup teleponku! Apakah dia benar-benar berpikir bahwa keluarga Setiawan tidak dapat melakukan apa pun tanpa dia! Yono?!"
Selesai Bambang berkata, seorang pria paruh baya berlari kemari dari kejauhan.
Orang itu adalah ayahnya Alex, kakaknya Joni, Yono Setiawan.
“Ayah, ada apa?” Yono bertanya dengan suara rendah.
"Temukan cara untuk berhubungan dengan Robert, bagaimanapun caranya, pastikan dia menandatangani kontrak ini!" kata Bambang tegas.
"Ya." Yono segera mengangguk.
Meskipun masalah Robert disebabkan oleh Bambang, sekarang dia hanya bisa menemukan cara untuk menyelesaikannya.
Bambang menoleh ke Joni dan berkata, "Joni, kau terus hubungi Lia! Lia adalah anak yang patuh. Katakan padanya bahwa masalah ini berkaitan dengan nasib keluarga Setiawan! Kita harus meyakinkan dia untuk membantu kita! "
Joni mengerutkan bibirnya dan mengangguk, "Aku akan mencobanya."
Dia tidak tahu apakah dia bisa meyakinkan putrinya atau tidak.
Di mobil Maserati merah.
Setelah Lia menutup telepon, dia segera menoleh untuk menatap Robert.
Robert terkekeh dan berkata, "Kenapa kau menatapku seperti itu? Apa yang ayahmu katakan kepadamu di telepon tadi? Kenapa kau menutup telepon."
Lia menarik napas dalam-dalam dan berkata, "Sama seperti yang kau katakan tadi, tapi mereka memintaku untuk membawamu ke Grup Setiawan dan menandatangani kontrak barusan."
"Kenapa kau tidak menyetujuinya?" tanya Robert dengan penasaran.
"Kenapa aku harus menyetujuinya?" Lia balik bertanya.
"Aku tidak tahu apa yang kau lakukan sehingga membuat mereka begitu ingin menemuimu, tapi satu hal yang bisa kupastikan, mereka hanya ingin memanfaatkan aku!"
Setelah mengatakan itu, Lia tersenyum masam, menggelengkan kepalanya dan berkata, "Robert, aku telah dimanfaatkan sekali selama lebih dari 20 tahun, aku berusaha keras dalam mengelola perusahaan, tapi apa hasilnya? Di mata mereka, semua yang kulakukan tidak bernilai, mengambil semua jerih payahku selama ini, dan menyuruhku berpacaran dengan si bajingan Steven, itu sama saja dengan mengantarku ke mulut harimau!"
Selesai berbicara, Lia memandang Robert dan berkata, "Sekarang, mereka ingin memanfaatkan aku lagi! Aku mengakui bahwa aku bodoh, tapi aku tidak akan sebodoh itu? Semua usahaku dapat diambil dengan begitu saja, jadi untuk apa aku harus membantu mereka lagi?"
__ADS_1
Robert tertawa dan berkata, "Aku tidak menyangka kepribadianmu cukup unik."
Lia tersenyum pahit dan berkata, "Ini bukan kepribadian, ini hanya sebuah naluri untuk melindungi diri! Robert, bisakah kau memberitahuku sekarang apa yang telah terjadi?"
"Oke, hidupkan ponselmu dan cari Perusahaan Energi Baru Hontaro," kata Robert.
Lia mengerutkan kening dan berkata dengan ragu. "Energi Baru Hontaro? Apakah itu perusahaan yang kau katakan di saat perjamuan? Tetapi kenapa nama ini terdengar begitu familier?"
Saat berbicara, Lia mengeluarkan ponselnya dan membuka browser.
Sebelum sempat mencari, dia sudah melihat bahwa beranda browser sudah penuh dengan berita tentang perusahaan Hontaro.
[Konferensi Pers Modul Kapasitor Baru Energi Baru Hontaro]
[Guntur Raksasa yang Akan Mengguncang Dunia! Modul Kapasitor Baru Hontaro!]
[ARA Saham Energi Baru Hontaro! Para Ahli Memperkirakan bahwa Saham Hontaro Akan Terus Diperdagangkan Pada ARA Selama Lebih Dari 70 Hari!]
[Legenda yang Lahir Entah Dari Mana! Kebangkitan Energi Baru Hontaro!]
[Perwakilan Hukum Energi Baru Hontaro Berpindah Tangan! Identitas Bos Baru Hontaro Adalah Sebuah Misteri! Dunia Luar Telah Berspekulasi Bahwa Ia Adalah Bos Dari Sebuah Grup Besar!]
Lia menatap judul berita-berita itu dengan linglung, dia tidak dapat bereaksi untuk sementara waktu.
Pada saat yang sama, terdengar suara Robert.
"Aku baru-baru ini mengakuisisi perusahaan energi baru. Perusahaan energi baru itu telah mengembangkan modul kapasitor jenis baru! Hadiah ulang tahun yang diberikan kepada kakekmu adalah satu-satunya kontrak izin kerja sama untuk energi kapasitor jenis baru!"
Lia mendengarkan kata-kata Robert, dan melihat 'Hontaro' di layar ponselnya, otaknya berdengung, dia langsung memahami segalanya!
Perusahaan Hontaro telah menjadi viral!
Robert adalah bos misterius perusahaan Energi Baru Hontaro yang ada dalam berita!
Tidak heran Bambang meneleponnya dengan panik, dan bahkan tidak ragu untuk meminta maaf padanya.
Ternyata begitu ceritanya!
Robert tidak lagi berbicara setelah dia menyelesaikan kata-katanya.
Dia telah mengatakan apa yang harus dikatakan, dia telah melakukan apa yang harus dilakukan, dan sisanya tidak ada hubungannya dengan dia, semuanya hanya perlu dilakukan selangkah demi selangkah!
Pada saat ini, tiba-tiba terdengar suara pesan masuk di ponselnya.
__ADS_1
Ketika dia mengeluarkannya, ekspresi terkejut muncul di wajahnya.
Ternyata ada berita baru dari sistem Berita Utama Besok!