Aku Menggali 1 Ton Emas

Aku Menggali 1 Ton Emas
Menerima Notifikasi Berita Utama Lagi


__ADS_3

Robert benar-benar gembira setelah melihat ada notifikasi berita di ponselnya.


Ini adalah pertama kalinya dia menerima berita baru setelah menerima dua berita utama kemarin!


Dia tidak sabar untuk mengklik berita dan melihat detail beritanya.


"Pada pagi hari tanggal 29 Juni, kebakaran terjadi di gudang Grup Setiawan. Sejumlah besar barang terbakar, menyebabkan kerugian senilai ratusan miliar. Lia, Direktur Grup Setiawan diberhentikan dari kursi direktur oleh dewan direksi, dan diganti oleh Alex Setiawan untuk sementara waktu! Penyebab kebakaran saat ini masih dalam tahap penyelidikan. Oleh karena itu kami menghimbau kepada masyarakat umum bahwa cuaca saat ini semakin kering, masyarakat diharapkan melakukan pencegahan terjadi kebakaran untuk menghindari kerugian yang tidak diperlukan! Waktu notifikasi: 30 Juni."


Melihat berita ini, Robert mengerutkan kening.


Ini...Grup Setiawan lagi?


Lia ini benar-benar bermasalah. Dia hampir terbunuh kemarin dan akan diberhentikan dari jabatan direktur besok!


Tampaknya konflik dalam keluarga Setiawan benar-benar hebat.


Dan orang yang mencelakai Lia kemungkinan besar adalah Alex ini. Jika tidak, dia tidak mungkin diangkat menjadi Direktur baru Grup Setiawan.


Semua orang mengatakan bahwa ada banyak konflik di keluarga orang kaya dan sepertinya itu masuk akal.


Namun, Robert tidak dapat campur tangan dalam hal semacam ini, dia tidak memiliki hak untuk campur tangan. Paling-paling, dia hanya bisa mengingatkan Lia, supaya dia lebih memperhatikan keadaan, dengan kebijaksanaan dan kemampuannya, dia harusnya ada cara untuk menghadapinya. Kalau tidak dia tidak mungkin bisa duduk di kursi Direktur Grup Setiawan sampai saat ini.


Sudah cukup untuk menyelamatkannya sekali, tidak mungkin selamanya menjadi pengawal pribadinya, kan?


Hanya saja tidak tahu kali ini sistem akan memberinya hadiah apa.


Pertama kali, dia mendapatkan keahlian teknik bela diri, kedua kalinya dia mendapatkan tiga hadiah yang ia inginkan!


Ketiga kalinya, pasti akan mengesankan juga.


Robert mulai menantikannya.


"Halo, apakah ini Tuan Robert?"


Pada saat ini, sebuah suara tiba-tiba menarik perhatian Robert.


Robert mengangkat kepalanya dan melihat di kejauhan seorang wanita yang mengenakan pakaian pekerja kantoran warna hitam tersenyum padanya, wanita itu tidak lain adalah Cindy.


Sebenarnya Cindy tidak mengenal Robert, tetapi di ponsel Lia ada foto Robert yang diambil saat perampokan kemarin, makanya Cindy dapat mengenalinya secara sekilas.


"Apakah kamu...Cindy?" Robert bertanya.

__ADS_1


Cindy mengangguk dan berkata, "Benar. Tuan Robert, Ibu Lia sudah menunggu Anda di dalam."


Robert tertawa pelan: "Maaf, ada halangan di jalan, kalian pasti sudah menunggu lama."


"Tidak, kami baru saja tiba, silakan ikuti aku." Cindy berkata dengan sopan.


Bagaimanapun, Robert telah menyelamatkan nyawa Lia, tentu saja Cindy akan memperlakukannya dengan baik.


Di bawah panduan Cindy, Robert datang ke sebuah kamar pribadi.


Di dalam sana, Lia sedang duduk sambil membuat panggilan telepon.


Hari ini, dia mengenakan kemeja putih, ditambah rok pendek ramping, dan menggulung rambutnya, membuatnya terlihat sangat cantik.


Melihat Robert datang, Lia segera menutup telepon, dia berdiri sambil terkekeh, dan berkata, "Tuan Robert, kita bertemu lagi."


Sambil berkata, Lia mengulurkan tangannya.


Robert juga buru-buru mengulurkan tangannya dan menjabat tangan Lia dengan pelan, kemudian tersenyum dan berkata, "Halo, Nona Lia, Anda terlihat lebih cantik dari kemarin."


Robert bisa merasakan tangan kecil Lia sangat mulus, dan membuatnya mengenang kembali secara tidak sadar.


Tapi dia tidak punya nyali untuk menjabat tangannya lama-lama. Apalagi dia adalah seorang yang pemalu.


"Nona Lia terlalu sungkan. Jika bertemu dengan kejadian semacam itu, orang lain juga tidak akan tinggal diam. " Robert menjawab.


"Belum pasti! Hasil interogasi Kapten Jeffri telah keluar. Ketiga orang itu adalah buronan yang sudah sering melakukan kejahatan, tapi tidak tahu mengapa mereka datang ke sini! Jika Tuan Robert tidak muncul kemarin, aku mungkin sudah tidak dapat berbicara dengan Anda disini sekarang." Ekspresi wajah Lia tampak sedikit serius.


Dalam menghadapi tiga penjahat yang kejam, di masyarakat sekarang ini, mereka yang bersedia menolongnya mungkin tidak akan ada 1 dari 10.000 orang.


Bahkan jika hanya ada satu penjahat, tidak akan ada yang berani maju untuk menolongnya.


Apa boleh buat, itulah kondisi masyarakat sekarang ini.


Itulah sebabnya dia merasa bahwa pertolongan Robert kepadanya sangat berharga.


Robert yang mendengar perkataan ini, menggerak-gerakan bibirnya dan berpikir di dalam hatinya, “Wanita ini ternyata cukup pengertian.”


Menurut notifikasi dari Berita Utama Besok, Lia memang seharusnya telah mati. Mana mungkin dia masih bisa bercanda tawa dengannya di sini jika saat itu dia tidak menolongnya?


"Ini membuktikan bahwa kita memang berjodoh! Aku kebetulan lewat di sana, dan kebetulan terjadi sesuatu pada Anda saat itu. Aku ragu apakah ini adalah naskah tertulis! Benar tidak Nona Lia?" Robert berkata sambil tertawa.

__ADS_1


Lia terkekeh dan berkata, "Tuan Robert benar-benar suka bercanda. Bagaimana dengan lukamu? Apakah sudah sembuh?"


"Sudah sembuh!"


Robert langsung menepuk tempat lukanya, dan berkata dengan riang: "Sudah lama sembuh, hanya luka kecil!"


Dia tidak berani membuka lengan bajunya untuk menunjukkannya pada Lia.


Bagaimanapun, ini adalah perbincangan pertama kali diantara mereka, sepertinya tidak terlalu sesuai jika menunjukkan tubuhnya pada Lia di perbincangan pertama mereka. Anak laki-laki juga harus menjaga kesuciannya.


Dan yang terpenting adalah kemarin lukanya lumayan dalam dan mengalirkan banyak darah. Tetapi sekarang lukanya sudah sembuh total dan tidak meninggalkan bekas. Bagaimana dia menjelaskan kepada Lia tentang hal ini?


Bahkan jika dia menjelaskannya, apakah Lia akan mempercayainya?


Melihat tindakan Robert, Lia buru-buru berkata: "Ya, aku yakin Anda baik-baik saja."


Dia benar-benar takut lukanya robek lagi ketika Robert menepuk tempat lukanya.


Tapi jika dilihat dari tindakan Robert, dia bisa memperkirakan bahwa lukanya sudah tidak terlalu serius. Jika tidak, mana mungkin dia berani menepuk tempat lukanya seperti itu?


Lia pasti tidak akan pernah berpikiran bahwa luka Robert sudah sembuh total.


“Tuan Robert, Anda suka makan apa?” Lia mengubah topik pembicaraan.


Robert mengangkat tangannya dan berkata: "Apapun boleh."


Lia mengangguk, lalu mengedipkan mata pada Cindy sambil tertawa kecil.


Cindy segera mengerti, berbalik dan berjalan keluar.


Saat Cindy pergi, hanya Lia dan Robert yang tersisa di ruangan itu.


Pada saat ini, Robert tiba-tiba menjadi gelisah, dan jantungnya berdetak kencang.


Pria dan wanita tinggal di kamar berduaan, mungkinkah Lia menginginkan...


Jika Lia memaksa, apakah dirinya akan mengikuti kehendaknya?


Pikiranku benar-benar tidak ingin tunduk, tetapi aku tidak dapat mengontrol tubuhku dan ingin tunduk mengikuti kehendaknya?


Apa nama anakku yang lahir kelak?

__ADS_1


Jika anak laki-laki akan aku beri nama Romeo, dan jika perempuan akan aku beri nama Julia?


Hanya sekejap, Robert sudah memikirkan nama untuk anak-anaknya kelak, bahkan dalam benaknya muncul cerita serial cinta yang penuh lika-liku yang lebih dari 500 episode.


__ADS_2