Aku Menggali 1 Ton Emas

Aku Menggali 1 Ton Emas
153


__ADS_3

"Halo? Elysia, ada apa?"


Setelah panggilan tersambung, Robert bertanya sambil tersenyum.


“Apakah aku tidak boleh meneleponmu kalau tidak ada keperluan? Di mana kau sekarang?” Elysia di ujung telepon bertanya dengan nakal.


Robert tersenyum dan berkata, "Tentu saja boleh! Aku sedang di gedung Longtech."


"Apa?"


Elysia berkata dengan lembut. "Kenapa kau pergi ke gedung Longtech? Mencari pekerjaan? Apakah kau masih perlu bekerja?"


Robert menghela napas tanpa berdaya. "Tentu saja mencari uang! Mana bisa tidak bekerja? Kalau tidak bekerja, bagaimana aku bisa mengumpulkan uang untuk menikah?"


Meskipun dia adalah bos gedung Longtech, sebenarnya dia juga bekerja di sini.


Satu-satunya perbedaannya adalah pekerjaannya hanya menerima pendapatan sewa.


"Puff!"


Mendengar kata-kata Robert, Elysia tidak bisa menahan tawa.


"Kau masih harus bekerja untuk mengumpulkan uang nikah? Kau punya 92% saham Hontaro, apa kau masih tidak punya uang untuk menikah?" Elysia menggoda.


Dia tidak percaya Robert pergi ke sana untuk bekerja, apakah pergi bekerja dengan mengendarai Bugatti?


Bos mana yang berani merekrutnya?


Robert berkata dengan cemberut. "Meskipun begitu aku juga tetap harus berusaha, bukan? Ini tidak ada hubungannya dengan ada uang atau tidak. Hidup itu perlu terus berusaha, kalau tidak apa bedanya manusia dengan benda mati? Benar tidak?"


"Yah, ya! Uang bukan yang terpenting, yang paling penting adalah kepribadian diri yang baik! Kebetulan hari ini kampus akan mengadakan kompetisi kaligrafi, dan orang-orang dari Asosiasi Kaligrafi Jakarta datang untuk menjadi juri. Apakah kau ingin datang untuk melihat?" Elysia bertanya sambil tersenyum pelan.


“Aku? Aku tak mengerti kaligrafi, jadi tidak usah.” Robert langsung menolak.


Dia tidak tertarik dengan hal-hal seperti itu.


"Makanya menyuruhmu datang!"


Elysia menjawab. "Tidak boleh hanya mencari uang saja setiap hari, kau harus mencari cara untuk meningkatkan apresiasi sastramu! Oh ya, sekalian menunjukkan bakat kaligrafiku padamu!"


“Kau bisa kaligrafi?” Robert terkejut.

__ADS_1


Dia berpikir bahwa Elysia hanyalah seorang mahasiswa berprestasi.


Tidak disangka dia masih bisa kaligrafi, benar-benar ahli dalam segala bidang.


Elysia tersenyum dan berkata, "Tentu saja! Banyak yang aku bisa, hanya kau tidak mengetahuinya saja! Sebenarnya, Bapak Darwin dari Asosiasi Kaligrafi adalah guru kaligrafiku!"


"Hehe, melihat kau begitu percaya diri dengan kemampuanmu, aku akan pergi untuk menikmati karyamu." Robert tersenyum dan berkata.


Bapak Darwin atau apa, dia tidak kenal.


Tetapi bagaimana mungkin dia tidak menolak undangan dari si cantik?


Begitu keluar dari gedung Longtech, Robert langsung mengendarai Bugatti ke kampus.


Kelvin yang membawa Bugatti ke Longtech, sedangkan Grand Cherokee milik Kelvin, Robert tinggalkan di gedung.


Siapa yang tidak ingin pamer sedikit? Jika dia bisa mengendarai supercar, untuk apa memililh mengendarai mobil biasa?


Robert menghidupkan Bugatti, dan melaju dengan cepat di sepanjang jalan.


Segera, Robert tiba di kampus.


Melihat Robert datang, Elysia buru-buru menyapanya dan berkata sambil tersenyum. "Robert, cepat sekali kau datang?"


“Mana berani aku membiarkanmu menunggu lama-lama?” Robert berkata sambil tersenyum.


Elysia menatap Robert dan berkata, "Aku tidak menyangka kau juga sudah pandai menyanjung sekarang!"


“Ini kata-kata dari lubuk hatiku!” Robert segera menjelaskan, dia benar-benar tidak sedang menyanjung.


Dia bukan orang yang bernyali dan bermulut manis.


Elysia tertawa dan berkata, "Sudah, aku tidak menyalahkanmu! Ayo, aku akan membiarkanmu menikmati karya kaligrafi-ku!"


Selesai berkata, dia mengeluarkan selembar kertas dari belakang dan membukanya dengan hati-hati.


Robert menundukkan kepala untuk melihat, dan ternyata yang Elysia tulis adalah sebuah puisi.


Karakternya ditulis dalam aksara biasa, dan tulisannya sangat indah, tidak heran Elysia berani menyombongkan diri bahwa kemampuan kaligrafinya sangat hebat.


Elysia berkata, "Bagaimana tulisanku ini? Aku menghabiskan waktu dua jam untuk menulisnya tadi malam."

__ADS_1


Robert melirik, lalu mengangguk dan berkata, "Lumayan, tapi masih kurang. Kalau kau lebih memakai tenaga, dan menulis lebih kuat maka akan lebih bagus."


Meskipun dia tidak pernah berlatih kaligrafi, tetapi dia memiliki kemampuan keahlian kaligrafi tingkat master yang diberikan oleh sistem.


Di bidang kaligrafi, dia adalah masternya.


"Benarkah?"


Elysia terkejut ketika dia mendengar apa yang Robert katakan. "Tetapi guruku bilang bahwa tulisanku sudah sangat bagus, dan sudah hampir melewati kemampuannya!"


Robert tampak terkejut, dan tiba-tiba teringat pelajaran tentang pacaran yang diajarkan Kelvin kepadanya.


Tidak peduli kapan, kau tidak boleh mengatakan tidak kepada cewek!


“Tadi aku hanya sembarangan ngomong, bagaimana mungkin aku mengerti kaligrafi? Jadi jangan terlalu menganggap serius kata-kataku tadi!” Robert buru-buru melambaikan tangannya.


Melihat penampilan Robert, Elysia tidak bisa menahan tawa. "Sudahlah, sudah ada banyak orang di dalam, ayo kita masuk juga."


Selesai berkata, dia menarik Robert dan berjalan masuk.


Merasakan tangan kecil Elysia yang lembut, tiba-tiba suasana hatinya menjadi sangat baik.


Nyaman!


Pada saat yang sama, banyak mahasiswa di kedua sisi jalan berjalan menuju stadion.


Banyak anak laki-laki melihat Elysia menggandeng tangan anak laki-laki lain, dan semuanya memberikan pandangan dengan niat membunuh ke arah Robert.


Namun, ketika mereka melihat orang itu adalah Robert, pandangan mereka segera menghindar.


Apa boleh buat, sekarang Robert adalah tokoh populer di kampus.


Tidak ada yang berani menyinggungnya.


Segera, Elysia membawa Robert ke stadion.


Pada saat ini, ada banyak orang yang berdiri di dalam, dan ada banyak rak di sekeliling dengan pajangan karya kaligrafi, staf BEM bertanggung jawab atas ketertiban kompetisi.


Saat keduanya masuk, salah satu anak muda memicingkan matanya ketika melihat Robert.


"Kenapa dia?"

__ADS_1


__ADS_2